Forwarded from READ CH YAA WOI (Temp. Vallencia @vallenciazenaya)
Fotbar spesial 100 subs part 2
@vallenciazenaya (owner)
@MIYSTlQUES
@qMivhaelKaiser
@wandrier
@Yinlinnx
@Artem1gn
@acheIous
@Prwettyyuki
@yyejisow
@wolfduchess
@Seikysmri
@nnoelleeva
@lovyeliness
@Snipexr
@TH3ALCHEMY
@awmxyv
@CHarriesy
@thsxiestt
@Choiplilwon
@iRlVERLEE
Thanks for participating
@vallenciazenaya (owner)
@MIYSTlQUES
@qMivhaelKaiser
@wandrier
@Yinlinnx
@Artem1gn
@acheIous
@Prwettyyuki
@yyejisow
@wolfduchess
@Seikysmri
@nnoelleeva
@lovyeliness
@Snipexr
@TH3ALCHEMY
@awmxyv
@CHarriesy
@thsxiestt
@Choiplilwon
@iRlVERLEE
Thanks for participating
@uPembalapp read the whisper
𓍼 📆 𔖳 ꒰ sᥱіkᥲ ᥒᥱᑲᥙᥣᥲ 命🍪 ꒱ @Seikysmri read the whisper
Penguins head. @Nocqtis read the whisper
Leah De Estia @beautyserrafie kangen suami read the whisper
saat tuhan menurunkan ku ke dunia ini, aku membuka mataku untuk pertama kalinya.
yang aku lihat adalah senyuman dari orang orang yang tak kukenali. tetapi tuhan menegaskan padaku bahwa mereka adalah para pelindung ku.
minggu pertama Januari, 20xx
kini, aku sudah besar. terkadang aku mengingat sebuah benang kecil kenangan saat aku masih kecil. sebuah kenangan yang hanya bisa ku ingat sekilas.
namun aku teringat saat dimana aku bertamu ke rumah itu, aku lupa dimana, tapi aku bertemu dengan anak kecil seumuran ku. aku ingat bagaimana dulu kami bermain bersama untuk waktu yang singkat.
aku mengadah ke langit, sembari bertanya padanya.
akhir dari desember, 20xx
disinilah aku, berada di sebuah kesepian diantara tempat yang ramai. aku tak pernah mengenal cinta sebelumnya, tapi kini aku yakin aku pernah jatuh cinta pada orang yang hanya tersisa sebekas dalam ingatanku.
kembang api dinyalakan, semua orang melihat ke langit malam, aku tau, ada seseorang yang bahagia bersama pasangannya ataupun keluarganya, ada juga orang yang sedih, merenungi nasibnya, salah satunya adalah aku.
sampai tiba-tiba seseorang duduk di sampingku, disaat aku sedang duduk sendirian menikmati malam ini.
tiga tahun kemudian, tengah malam pada awal januari.
ternyata, dia adalah orang yang selama ini hidup dalam kenangan masa kecilku.
kami menghabiskan banyak waktu bersama kala itu, dan saat kami terlalu masuk dalam sebuah obrolan, kami sama-sama menyadarinya.
dialah orang itu.
tertanda, Nagi Seishiro, 20xx.
yang aku lihat adalah senyuman dari orang orang yang tak kukenali. tetapi tuhan menegaskan padaku bahwa mereka adalah para pelindung ku.
minggu pertama Januari, 20xx
kini, aku sudah besar. terkadang aku mengingat sebuah benang kecil kenangan saat aku masih kecil. sebuah kenangan yang hanya bisa ku ingat sekilas.
namun aku teringat saat dimana aku bertamu ke rumah itu, aku lupa dimana, tapi aku bertemu dengan anak kecil seumuran ku. aku ingat bagaimana dulu kami bermain bersama untuk waktu yang singkat.
aku mengadah ke langit, sembari bertanya padanya.
bisakah aku melihatnya lagi?
akhir dari desember, 20xx
disinilah aku, berada di sebuah kesepian diantara tempat yang ramai. aku tak pernah mengenal cinta sebelumnya, tapi kini aku yakin aku pernah jatuh cinta pada orang yang hanya tersisa sebekas dalam ingatanku.
kembang api dinyalakan, semua orang melihat ke langit malam, aku tau, ada seseorang yang bahagia bersama pasangannya ataupun keluarganya, ada juga orang yang sedih, merenungi nasibnya, salah satunya adalah aku.
sampai tiba-tiba seseorang duduk di sampingku, disaat aku sedang duduk sendirian menikmati malam ini.
"hai, siapa namamu?"
tiga tahun kemudian, tengah malam pada awal januari.
ternyata, dia adalah orang yang selama ini hidup dalam kenangan masa kecilku.
kami menghabiskan banyak waktu bersama kala itu, dan saat kami terlalu masuk dalam sebuah obrolan, kami sama-sama menyadarinya.
dialah orang itu.
sayangku, aku rasa tuhan memang sudah menakdirkan mu untukku. aku tau, ikatan kita sudah terjalin sejak pertama kali kita diturunkan ke bumi. tak peduli berapa pun jarak diantara kita, benang yang sudah ditakdirkan tak akan bisa terputus, dan pada akhirnya kita akan bersama.
tertanda, Nagi Seishiro, 20xx.
tema: diary years to years
aku sudah lama patah hati, jika dihitung-hitung, mungkin ini tahun ketiga. tapi itu semua segera sirna saat kau muncul di hidupku, sayang.
kala itu, hari ke 14 di bulan februari, aku sedang duduk di sebuah bangku taman, seperti biasanya, aku merenung dan patah hati, lalu tiba-tiba kau berlari dari kejauhan sembari melambai ke arahku, aku mengenalmu, kau anak kelas sebelah kala itu.
kau duduk disebelah ku dengan nafas tersengal-sengal, aku bilang kepadamu dengan dingin,
kemudian kau menyodorkan sebuah coklat berbentuk hati dengan ukuran yang cukup besar, ah, aku tak mengerti apa maksudnya, tapi aku menerimanya begitu saja.
malam harinya, kau mengajak ku untuk pergi ke pasar malam yang hanya ada saat valentine, kau terus-terusan menggandeng tanganku dan menariknya, sebenarnya aku bisa saja menahannya, tapi aku tak melakukannya.
kau bilang ingin permen kapas, aku mengeluarkan dompetku untuk mentraktir mu, lalu waktu itu kita juga bermain berbagai macam wahana, bahkan sampai akhirnya kita pergi ke rumah hantu.
entah kenapa, lambat laun aku merasa jatuh hati padamu, setiap perlakuan kecil mu yang manis terkadang membuatku terkekeh kecil. dan tanpa sadar senyum manismu itu mengeluarkan senyum kecil ku yang tak pernah ku tunjukkan.
kau bilang padaku itu adalah momen terkonyol selama kita bersama, aku bahkan seolah kehilagan urat malu saat mengatakannya dulu.
tapi sayang, setelah selama ini kita bersama, aku merasakan kehangatan yang benar-benar berbeda dari sebelumnya. kau yang menyadarkan ku hal itu.
terimakasih telah hadir di hidupku. kalau bukan karena kau, aku akan terus-terusan terjebak di hubungan lama ku.
sekarang aku disini denganmu, menatap pemandangan pagi hari dari gardu pandang, aku mendekap mu. ah, apa kau tau sesuatu, sayang?
"semesta berpihak pada hubungan kita." bisikku.
tertanda, kekasihmu.
semua orang itu pasti bingung dengan apa yang kumaksud, izinkan aku menjelaskan pada mereka, sayang
kala itu, hari ke 14 di bulan februari, aku sedang duduk di sebuah bangku taman, seperti biasanya, aku merenung dan patah hati, lalu tiba-tiba kau berlari dari kejauhan sembari melambai ke arahku, aku mengenalmu, kau anak kelas sebelah kala itu.
kau duduk disebelah ku dengan nafas tersengal-sengal, aku bilang kepadamu dengan dingin,
"apa yang kau lakukan?"
"ini."
kemudian kau menyodorkan sebuah coklat berbentuk hati dengan ukuran yang cukup besar, ah, aku tak mengerti apa maksudnya, tapi aku menerimanya begitu saja.
malam harinya, kau mengajak ku untuk pergi ke pasar malam yang hanya ada saat valentine, kau terus-terusan menggandeng tanganku dan menariknya, sebenarnya aku bisa saja menahannya, tapi aku tak melakukannya.
kau bilang ingin permen kapas, aku mengeluarkan dompetku untuk mentraktir mu, lalu waktu itu kita juga bermain berbagai macam wahana, bahkan sampai akhirnya kita pergi ke rumah hantu.
entah kenapa, lambat laun aku merasa jatuh hati padamu, setiap perlakuan kecil mu yang manis terkadang membuatku terkekeh kecil. dan tanpa sadar senyum manismu itu mengeluarkan senyum kecil ku yang tak pernah ku tunjukkan.
"kau adalah teman terbaikku."
"hanya teman?" tanyamu. ah, aku tak tau harus bagaimana menjawabnya.
"ya..?"
"tapi, kurasa aku juga menyukaimu."
kau bilang padaku itu adalah momen terkonyol selama kita bersama, aku bahkan seolah kehilagan urat malu saat mengatakannya dulu.
tapi sayang, setelah selama ini kita bersama, aku merasakan kehangatan yang benar-benar berbeda dari sebelumnya. kau yang menyadarkan ku hal itu.
terimakasih telah hadir di hidupku. kalau bukan karena kau, aku akan terus-terusan terjebak di hubungan lama ku.
sekarang aku disini denganmu, menatap pemandangan pagi hari dari gardu pandang, aku mendekap mu. ah, apa kau tau sesuatu, sayang?
"semesta berpihak pada hubungan kita." bisikku.
tertanda, kekasihmu.
tema: teenage dream love

