Joker - Telegram
52 subscribers
449 photos
451 videos
34 files
282 links
Download Telegram
This media is not supported in your browser
VIEW IN TELEGRAM
Gus Dur, Presiden Republik Indonesia ke-3 itu pernah menyebut bahwa Amien Rais adalah penipu, bahkan pernyataan itu disampaikannya sebanyak 52 kali di hadapan publik.

Apa alasannya? Bukan tanpa alasan, ternyata sosok besar Abdurrahman Wahid menyampaikan pernyataan itu disebabkan oleh alasan mendasar yang cukup kuat.
Gus Dur sendiri sebenarnya diangkat menjadi Presiden ke-3 Republik Indonesia berkat inisiatif dan dukungan dari Amien Rais yang kala itu menjabat sebagai Ketua MPR.
Namun, belum genap 2 tahun dirinya menjabat, tokoh pejuang pluralisme itu dilengserkan oleh Amien Rais dengan siasatnya sendiri.
This media is not supported in your browser
VIEW IN TELEGRAM
Musibah dunia adalah kebetulan yang direncanakan?
Credit to @sugi.lanus LEE KUAN YEW’S PROPHETIC ASSESSMENT OF PRABOWO SUBIANTO

Decades before Prabowo Subianto became the President of Indonesia, Singapore’s founding father Lee Kuan Yew perfectly mapped out his psychological and leadership blueprint.

Writing in his memoirs, LKY delivered a sharp, double-edged critique after meeting him in the 1990s: "Bright and ambitious, but impetuous and rash... He was quick but inappropriate in his outspokenness."

Fast forward to today, and Indonesia is experiencing this exact character trait play out from the highest office. From going off-script with viral remarks like "ndasmu", "bajingan", "antek-antek asing", "penghianat", "londo ireng", etc to making defensive economic claims while the Rupiah and stock market feel the pressure, the administration is actively grappling with major communication blunders.

LKY’s psychological profile of Indonesia's current leader wasn't just an observation—it was a blueprint of the exact political volatility we are witnessing today.

#Prabowo #LeeKuanYew #IndonesianPolitics #PoliticalBlunder #Rupiah‌‌

Translation: en-id
Credit to @sugi.lanus PENILAIAN NUBUATAN LEE KUAN YEW TERHADAP PRABOWO SUBIANTO

Beberapa dekade sebelum Prabowo Subianto menjadi Presiden Indonesia, bapak pendiri Singapura, Lee Kuan Yew, dengan sempurna memetakan cetak biru psikologis dan kepemimpinannya.

Dalam memoarnya, LKY menyampaikan kritik tajam dan bermata dua setelah bertemu dengannya pada tahun 1990-an: "Cerdas dan ambisius, namun terburu nafsu dan gegabah... Dia cepat namun tidak pantas dalam keterusterangannya."

Kini, Indonesia sedang mengalami karakter yang sama seperti yang ditunjukkan oleh pejabat tertinggi. Mulai dari komentar-komentar yang viral seperti "ndasmu", "bajingan", "antek-antek asing", "penghianat", "londo ireng", dll, hingga membuat klaim ekonomi yang bersifat defensif ketika Rupiah dan pasar saham merasakan tekanan, pemerintah secara aktif bergulat dengan kesalahan komunikasi yang besar.

Profil psikologis LKY mengenai pemimpin Indonesia saat ini bukan sekadar observasi—tetapi merupakan cetak biru volatilitas politik yang kita saksikan saat ini.

#Prabowo #LeeKuanYew #PolitikIndonesia #BlunderPolitik #Rupiah‌‌
Kita sering berhenti menghargai apa yang baru kemarin membuat kita bahagia hanya karena kita melihat orang lain memiliki lebih banyak sesuatu yang lebih besar, lebih mahal, atau lebih indah.

Rumah kita tiba-tiba terasa terlalu kecil, mobil kita terasa kurang bagus, hadiah terasa terlalu sederhana, dan pencapaian kita sendiri terasa tidak berarti. Padahal, sebenarnya tidak ada yang berubah dalam hidup kita. Satu-satunya yang berubah adalah dengan siapa kita mulai membandingkan diri.

Gambaran sempurna milik orang lain seharusnya tidak mengurangi nilai dari apa yang kamu miliki. Hargailah perjalananmu sendiri, orang-orang yang kamu cintai, dan bahkan kemenangan-kemenangan kecilmu karena kebahagiaan berakhir ketika perbandingan dimulai. ❤️