ᅠ𝓣umpukkan surat dari sang kekasih dalam
ᅠpeti kayu bertandakan "Tidak Akan Pernah Dijual". Kupeluk peti itu
ᅠerat, membiarkan air mata luruh membasahi
ᅠkulitku. Dengan suara lirih aku berbisik,
ᅠpeti kayu bertandakan "Tidak Akan Pernah Dijual". Kupeluk peti itu
ᅠerat, membiarkan air mata luruh membasahi
ᅠkulitku. Dengan suara lirih aku berbisik,
❝ 𝒪'Pujaan hatiku... Dimanakah engkau berada? Diri ini telah lama menunggu dan merindu. Ingin rasanya diri ini kembali berbicara dan memeluk hangatmu, bukan sekedar membaca lembar kertas yang dingin ini... Aku akan menanti dan mencintaimu, sembari menjaga tiap basagita yang engkau anggit ini. ❞

