https://youtu.be/Q88tp6hIsy0
*_Kamis, 05 Maret 2026_*
*MELAKUKAN FIRMAN TUHAN*
_“Ia pergi menemui Asa dan berkata kepadanya: "Dengarlah kepadaku, Asa dan seluruh Yehuda dan Benyamin! TUHAN beserta dengan kamu bilamana kamu beserta dengan Dia. Bilamana kamu mencari-Nya, Ia berkenan ditemui olehmu, tetapi bilamana kamu meninggalkan-Nya, kamu akan ditinggalkan-Nya.” (2 Tawarikh 15:2)_
Azarya bin Oded dipakai Tuhan untuk menyampaikan firman-Nya kepada Raja Asa. Ia mengatakan bahwa Tuhan menyertai Asa karena Asa mau mencari Tuhan. Ia juga memperingatkan Asa agar ia terus mencari Tuhan dan hidup seturut perintah Tuhan, maka Tuhan tidak akan meninggalkan dia. Namun, jika Asa tidak setia dan meninggalkan Tuhan, maka Tuhan juga akan meninggalkan dia. Untuk itulah, Azarya menyemangati Asa untuk terus setia kepada Tuhan.
Raja Asa terdorong hatinya untuk terus makin setia kepada Tuhan karena Firman Tuhan yang sangat menguatkan dia dan perintah-Nya yang menggetarkan hatinya. Ia menyingkirkan dewa-dewa yang masih ada di daerah Yehuda dan Benyamin. Ia melakukan reformasi dan mempersembahkan begitu banyak lembu sapi dan kambing domba, serta mengajak seluruh rakyat untuk bersumpah setia kepada Tuhan. Bahkan, yang lebih ekstrim yaitu neneknya sendiri dipecat dari kedudukannya karena menyembah berhala. Inilah sebuah komitmen yang sangat kuat dari seorang Raja Asa. Dia berkomitmen untuk taat kepada Tuhan dengan segenap hatinya. Hasilnya, Tuhan memberikan keamanan pada masa pemerintahan Asa sesuai dengan yang dijanjikan oleh Tuhan. Mendengar, memahami, dan melaksanakan Firman Tuhan merupakan satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan. Jika kita hanya mendengar dan memahami, maka sia-sialah pengetahuan kita. Justru kita mau berusaha dan giat dalam mempelajari firman Tuhan supaya kita dapat melaksanakannya dengan tepat.
Raja Asa dengan segenap hati mau melakukan sesudah ia mendengar Firman-Nya. Ia bukan hanya menerima Firman itu saja, tetapi juga menerapkannya dengan segenap hati tanpa menunda. Patut kita renungkan, apakah setiap Firman yang kita pahami telah kita lakukan dengan segenap hati? Mari kita belajar membaca, merenungkan, dan taat melakukan Firman Tuhan secara konsisten karena itulah yang disenangi oleh Tuhan. (CA-02)
_*Doa:* Allah Bapa kami yang ada di Surga, mampukan kami untuk secara konsisten belajar, merenungkan, dan melakukan Firman Tuhan. Dalam Nama Tuhan Yesus Kristus kami berdoa. Amin._
*_Kamis, 05 Maret 2026_*
*MELAKUKAN FIRMAN TUHAN*
_“Ia pergi menemui Asa dan berkata kepadanya: "Dengarlah kepadaku, Asa dan seluruh Yehuda dan Benyamin! TUHAN beserta dengan kamu bilamana kamu beserta dengan Dia. Bilamana kamu mencari-Nya, Ia berkenan ditemui olehmu, tetapi bilamana kamu meninggalkan-Nya, kamu akan ditinggalkan-Nya.” (2 Tawarikh 15:2)_
Azarya bin Oded dipakai Tuhan untuk menyampaikan firman-Nya kepada Raja Asa. Ia mengatakan bahwa Tuhan menyertai Asa karena Asa mau mencari Tuhan. Ia juga memperingatkan Asa agar ia terus mencari Tuhan dan hidup seturut perintah Tuhan, maka Tuhan tidak akan meninggalkan dia. Namun, jika Asa tidak setia dan meninggalkan Tuhan, maka Tuhan juga akan meninggalkan dia. Untuk itulah, Azarya menyemangati Asa untuk terus setia kepada Tuhan.
Raja Asa terdorong hatinya untuk terus makin setia kepada Tuhan karena Firman Tuhan yang sangat menguatkan dia dan perintah-Nya yang menggetarkan hatinya. Ia menyingkirkan dewa-dewa yang masih ada di daerah Yehuda dan Benyamin. Ia melakukan reformasi dan mempersembahkan begitu banyak lembu sapi dan kambing domba, serta mengajak seluruh rakyat untuk bersumpah setia kepada Tuhan. Bahkan, yang lebih ekstrim yaitu neneknya sendiri dipecat dari kedudukannya karena menyembah berhala. Inilah sebuah komitmen yang sangat kuat dari seorang Raja Asa. Dia berkomitmen untuk taat kepada Tuhan dengan segenap hatinya. Hasilnya, Tuhan memberikan keamanan pada masa pemerintahan Asa sesuai dengan yang dijanjikan oleh Tuhan. Mendengar, memahami, dan melaksanakan Firman Tuhan merupakan satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan. Jika kita hanya mendengar dan memahami, maka sia-sialah pengetahuan kita. Justru kita mau berusaha dan giat dalam mempelajari firman Tuhan supaya kita dapat melaksanakannya dengan tepat.
Raja Asa dengan segenap hati mau melakukan sesudah ia mendengar Firman-Nya. Ia bukan hanya menerima Firman itu saja, tetapi juga menerapkannya dengan segenap hati tanpa menunda. Patut kita renungkan, apakah setiap Firman yang kita pahami telah kita lakukan dengan segenap hati? Mari kita belajar membaca, merenungkan, dan taat melakukan Firman Tuhan secara konsisten karena itulah yang disenangi oleh Tuhan. (CA-02)
_*Doa:* Allah Bapa kami yang ada di Surga, mampukan kami untuk secara konsisten belajar, merenungkan, dan melakukan Firman Tuhan. Dalam Nama Tuhan Yesus Kristus kami berdoa. Amin._
YouTube
Renungan Harian Suara Alfa Omega - Kamis, 5 Maret 2026
*_Kamis, 05 Maret 2026_*
*MELAKUKAN FIRMAN TUHAN*
_“Ia pergi menemui Asa dan berkata kepadanya: "Dengarlah kepadaku, Asa dan seluruh Yehuda dan Benyamin! TUHAN beserta dengan kamu bilamana kamu beserta dengan Dia. Bilamana kamu mencari-Nya, Ia berkenan…
*MELAKUKAN FIRMAN TUHAN*
_“Ia pergi menemui Asa dan berkata kepadanya: "Dengarlah kepadaku, Asa dan seluruh Yehuda dan Benyamin! TUHAN beserta dengan kamu bilamana kamu beserta dengan Dia. Bilamana kamu mencari-Nya, Ia berkenan…
https://youtu.be/82XwTc9DEL8
*_Jumat, 06 Maret 2026_*
*TEGURAN YANG KERAS*
_“Karena mata TUHAN menjelajah seluruh bumi untuk melimpahkan kekuatan-Nya kepada mereka yang bersungguh hati terhadap Dia. Dalam hal ini engkau telah berlaku bodoh, oleh sebab itu mulai sekarang ini engkau akan mengalami peperangan.“ (2 Tawarikh 16:9)_
Teguran yang keras sering kali dianggap sebagai bentuk serangan pribadi, namun dalam perspektif iman tidaklah demikian. Teguran yang keras justru merupakan bentuk intervensi kasih Tuhan yang mendesak. Tuhan tidak akan membiarkan umat-Nya berjalan di jalan yang salah dan makin menyimpang dari rencana-Nya. Pengabaian terhadap teguran sama maknanya dengan menutup pintu terhadap kesempatan untuk memperbaiki diri dan berbalik dari kesesatan. Sebaliknya, kesediaan untuk menerima didikan yang keras adalah tanda bahwa seseorang memiliki kerendahan hati untuk mengakui kesalahan dan mau bertobat dengan sungguh-sungguh.
Bacaan renungan hari ini mengisahkan raja Asa yang ditegur sangat keras oleh Tuhan melalui perantaraan nabi Hanani. Meskipun raja Asa telah banyak melakukan hal yang baik, namun dia jatuh pada kesalahan fatal, yaitu memilih untuk mengandalkan kekuatan manusia dibandingkan Tuhan. Melalui nabi Hanani, Tuhan menyampaikan firman bahwa mata-Nya menjelajah seluruh bumi untuk melimpahkan kekuatan kepada mereka yang bersungguh hati. Teguran keras tersebut dimaksudkan untuk menggugah kesadaran raja Asa yang mulai sombong, dan mengingatkan bahwa kekuatan sejati hanya datang dari ketergantungan penuh kepada Tuhan, bukan pada strategi duniawi.
Kini kita paham bahwa tidak selalu teguran yang keras itu buruk. Utamanya, bila teguran tersebut disampaikan langsung oleh hamba Tuhan yang memiliki tanggung jawab rohani atas diri kita. Tak dapat dipungkiri bahwa acapkali, kelembutan tidak lagi cukup untuk menembus hati yang keras, sehingga Tuhan memakai lisan hamba-Nya untuk memberikan guncangan rohani yang diperlukan. Janganlah kita meniru raja Asa yang marah dan keras hati menolak teguran nabi Hanani. Mari miliki hati yang lembut dan siap dididik. Meskipun terasa menyakitkan, teguran yang keras dari hamba Tuhan adalah obat pahit yang mampu menyelamatkan kita dari kehancuran yang lebih besar. (EH-02 )
_*Doa:* Bapa, ampuni kami bilamana masih mengabaikan teguran-teguran yang disampaikan melalui perantaraan hamba-Mu. Mulai saat ini, kami mau belajar untuk menjadi rendah hati dan lemah lembut dalam merespon setiap teguran yang Engkau berikan. Dalam nama Tuhan Yesus Kristus kami berdoa. Amin._
*_Jumat, 06 Maret 2026_*
*TEGURAN YANG KERAS*
_“Karena mata TUHAN menjelajah seluruh bumi untuk melimpahkan kekuatan-Nya kepada mereka yang bersungguh hati terhadap Dia. Dalam hal ini engkau telah berlaku bodoh, oleh sebab itu mulai sekarang ini engkau akan mengalami peperangan.“ (2 Tawarikh 16:9)_
Teguran yang keras sering kali dianggap sebagai bentuk serangan pribadi, namun dalam perspektif iman tidaklah demikian. Teguran yang keras justru merupakan bentuk intervensi kasih Tuhan yang mendesak. Tuhan tidak akan membiarkan umat-Nya berjalan di jalan yang salah dan makin menyimpang dari rencana-Nya. Pengabaian terhadap teguran sama maknanya dengan menutup pintu terhadap kesempatan untuk memperbaiki diri dan berbalik dari kesesatan. Sebaliknya, kesediaan untuk menerima didikan yang keras adalah tanda bahwa seseorang memiliki kerendahan hati untuk mengakui kesalahan dan mau bertobat dengan sungguh-sungguh.
Bacaan renungan hari ini mengisahkan raja Asa yang ditegur sangat keras oleh Tuhan melalui perantaraan nabi Hanani. Meskipun raja Asa telah banyak melakukan hal yang baik, namun dia jatuh pada kesalahan fatal, yaitu memilih untuk mengandalkan kekuatan manusia dibandingkan Tuhan. Melalui nabi Hanani, Tuhan menyampaikan firman bahwa mata-Nya menjelajah seluruh bumi untuk melimpahkan kekuatan kepada mereka yang bersungguh hati. Teguran keras tersebut dimaksudkan untuk menggugah kesadaran raja Asa yang mulai sombong, dan mengingatkan bahwa kekuatan sejati hanya datang dari ketergantungan penuh kepada Tuhan, bukan pada strategi duniawi.
Kini kita paham bahwa tidak selalu teguran yang keras itu buruk. Utamanya, bila teguran tersebut disampaikan langsung oleh hamba Tuhan yang memiliki tanggung jawab rohani atas diri kita. Tak dapat dipungkiri bahwa acapkali, kelembutan tidak lagi cukup untuk menembus hati yang keras, sehingga Tuhan memakai lisan hamba-Nya untuk memberikan guncangan rohani yang diperlukan. Janganlah kita meniru raja Asa yang marah dan keras hati menolak teguran nabi Hanani. Mari miliki hati yang lembut dan siap dididik. Meskipun terasa menyakitkan, teguran yang keras dari hamba Tuhan adalah obat pahit yang mampu menyelamatkan kita dari kehancuran yang lebih besar. (EH-02 )
_*Doa:* Bapa, ampuni kami bilamana masih mengabaikan teguran-teguran yang disampaikan melalui perantaraan hamba-Mu. Mulai saat ini, kami mau belajar untuk menjadi rendah hati dan lemah lembut dalam merespon setiap teguran yang Engkau berikan. Dalam nama Tuhan Yesus Kristus kami berdoa. Amin._
YouTube
Renungan Harian Suara Alfa Omega - Jumat, 6 Maret 2026
*_Jumat, 06 Maret 2026_*
*TEGURAN YANG KERAS*
_“Karena mata TUHAN menjelajah seluruh bumi untuk melimpahkan kekuatan-Nya kepada mereka yang bersungguh hati terhadap Dia. Dalam hal ini engkau telah berlaku bodoh, oleh sebab itu mulai sekarang ini engkau…
*TEGURAN YANG KERAS*
_“Karena mata TUHAN menjelajah seluruh bumi untuk melimpahkan kekuatan-Nya kepada mereka yang bersungguh hati terhadap Dia. Dalam hal ini engkau telah berlaku bodoh, oleh sebab itu mulai sekarang ini engkau…
Shalom Jemaat Tuhan,
*IBADAH PENDALAMAN ALKITAB ONLINE*
*"MENJAGA PERSATUAN"*
*Jumat 6 Maret 2026*
*jam 17.30*
*Via Youtube:*
https://youtu.be/YkwpG8phfWg
Selamat beribadah ...
Tetap semangat, jaga kesehatan dan biarlah roh kita terus menyala dalam Tuhan.
Tuhan memberkati dan melindungi kita semua. Amin
*Note* : Mohon Subscribe Channel Youtube *gbtkaosemarang* agar anda mendapatkan pemberitahuan ketika ada video-video dari kami.
*IBADAH PENDALAMAN ALKITAB ONLINE*
*"MENJAGA PERSATUAN"*
*Jumat 6 Maret 2026*
*jam 17.30*
*Via Youtube:*
https://youtu.be/YkwpG8phfWg
Selamat beribadah ...
Tetap semangat, jaga kesehatan dan biarlah roh kita terus menyala dalam Tuhan.
Tuhan memberkati dan melindungi kita semua. Amin
*Note* : Mohon Subscribe Channel Youtube *gbtkaosemarang* agar anda mendapatkan pemberitahuan ketika ada video-video dari kami.
YouTube
Pdt. Sifera Subekti - MENJAGA PERSATUAN - 06.03.2026 - IBADAH PA
link WA Channel GBT KAO
https://whatsapp.com/channel/0029Vb7G...
GBT KRISTUS ALFA OMEGA
Jl. Gajahmada 114-118 Semarang
Selamat beribadah melalui streaming..
Tuhan memberkati..!!
No.Rek.GBT KAO :
BCA Pemuda Semarang
0097 072 071.
An. Megawati dan Lie…
https://whatsapp.com/channel/0029Vb7G...
GBT KRISTUS ALFA OMEGA
Jl. Gajahmada 114-118 Semarang
Selamat beribadah melalui streaming..
Tuhan memberkati..!!
No.Rek.GBT KAO :
BCA Pemuda Semarang
0097 072 071.
An. Megawati dan Lie…
https://youtu.be/9HqRtOBDN-8
*_Sabtu, 07 Maret 2026_*
*TABAH HATI DI JALAN TUHAN*
_“Dengan tabah hati ia hidup menurut jalan yang ditunjukkan TUHAN. Pula ia menjauhkan dari Yehuda segala bukit pengorbanan dan tiang berhala.” (2 Tawarikh 17:6)_
Bayangkan seorang petani yang menyiapkan ladangnya. Ia tahu bahwa benih yang baik tidak akan bertumbuh jika tanahnya masih penuh batu dan duri. Dengan sabar dan tekun, ia membersihkan ladang itu—bukan sekali dua kali, tetapi berulang-ulang—agar benih dapat berakar dan menghasilkan panen. Proses itu melelahkan, namun ia tetap tabah karena ia percaya pada hasil akhirnya.
Ayat ini berbicara tentang Raja Yosafat yang memiliki ketabahan hati untuk hidup menurut jalan Tuhan. Tabah hati bukan sekadar semangat sesaat, melainkan keteguhan batin yang konsisten. Yosafat tidak hanya mengaku percaya kepada Tuhan, tetapi juga mengambil langkah nyata: ia menyingkirkan bukit pengorbanan dan tiang berhala dari Yehuda. Artinya, ia membersihkan “ladang rohani” bangsanya dari hal-hal yang mencemari iman. Seringkali kita ingin mengikuti Tuhan, tetapi masih menyimpan “berhala” dalam hidup: kebiasaan yang salah, kompromi kecil, ambisi pribadi, atau ketergantungan selain Tuhan. Kita mungkin berkata percaya, namun enggan membersihkan area-area tertentu yang terasa nyaman. Padahal, pertumbuhan rohani menuntut keberanian untuk melepaskan apapun yang tidak sejalan dengan kehendak Tuhan.
Tabah hati berarti tetap setia meski ada tekanan, kritik, atau rasa lelah. Yosafat hidup di tengah budaya yang tidak sepenuhnya taat, namun ia memilih berdiri teguh. Ia tidak menunggu semua orang setuju; ia memulai dengan ketaatan. Hari ini, Tuhan juga memanggil kita untuk hidup dengan tabah hati. Mari bertanya pada diri sendiri: apa “bukit pengorbanan” dalam hidupku yang perlu disingkirkan? Ketika kita berani membersihkannya, Tuhan memberi damai sejahtera dan pertumbuhan yang sejati—seperti ladang yang siap menerima benih dan menghasilkan buah pada waktunya. (WP-02)
_*Doa:* Tuhan Yesus, terima kasih untuk firman-Mu hari ini yang mengajarkan untuk bersikap tabah dalam menjalani hidup. Kami percaya lewat proses yang berat hasilnya pasti yang terbaik. Dalam nama Tuhan Yesus Kristus kami berdoa. Amin._
*_Sabtu, 07 Maret 2026_*
*TABAH HATI DI JALAN TUHAN*
_“Dengan tabah hati ia hidup menurut jalan yang ditunjukkan TUHAN. Pula ia menjauhkan dari Yehuda segala bukit pengorbanan dan tiang berhala.” (2 Tawarikh 17:6)_
Bayangkan seorang petani yang menyiapkan ladangnya. Ia tahu bahwa benih yang baik tidak akan bertumbuh jika tanahnya masih penuh batu dan duri. Dengan sabar dan tekun, ia membersihkan ladang itu—bukan sekali dua kali, tetapi berulang-ulang—agar benih dapat berakar dan menghasilkan panen. Proses itu melelahkan, namun ia tetap tabah karena ia percaya pada hasil akhirnya.
Ayat ini berbicara tentang Raja Yosafat yang memiliki ketabahan hati untuk hidup menurut jalan Tuhan. Tabah hati bukan sekadar semangat sesaat, melainkan keteguhan batin yang konsisten. Yosafat tidak hanya mengaku percaya kepada Tuhan, tetapi juga mengambil langkah nyata: ia menyingkirkan bukit pengorbanan dan tiang berhala dari Yehuda. Artinya, ia membersihkan “ladang rohani” bangsanya dari hal-hal yang mencemari iman. Seringkali kita ingin mengikuti Tuhan, tetapi masih menyimpan “berhala” dalam hidup: kebiasaan yang salah, kompromi kecil, ambisi pribadi, atau ketergantungan selain Tuhan. Kita mungkin berkata percaya, namun enggan membersihkan area-area tertentu yang terasa nyaman. Padahal, pertumbuhan rohani menuntut keberanian untuk melepaskan apapun yang tidak sejalan dengan kehendak Tuhan.
Tabah hati berarti tetap setia meski ada tekanan, kritik, atau rasa lelah. Yosafat hidup di tengah budaya yang tidak sepenuhnya taat, namun ia memilih berdiri teguh. Ia tidak menunggu semua orang setuju; ia memulai dengan ketaatan. Hari ini, Tuhan juga memanggil kita untuk hidup dengan tabah hati. Mari bertanya pada diri sendiri: apa “bukit pengorbanan” dalam hidupku yang perlu disingkirkan? Ketika kita berani membersihkannya, Tuhan memberi damai sejahtera dan pertumbuhan yang sejati—seperti ladang yang siap menerima benih dan menghasilkan buah pada waktunya. (WP-02)
_*Doa:* Tuhan Yesus, terima kasih untuk firman-Mu hari ini yang mengajarkan untuk bersikap tabah dalam menjalani hidup. Kami percaya lewat proses yang berat hasilnya pasti yang terbaik. Dalam nama Tuhan Yesus Kristus kami berdoa. Amin._
YouTube
Renungan Harian Suara Alfa Omega - Sabtu, 7 Maret 2026
*_Sabtu, 07 Maret 2026_*
*TABAH HATI DI JALAN TUHAN*
_“Dengan tabah hati ia hidup menurut jalan yang ditunjukkan TUHAN. Pula ia menjauhkan dari Yehuda segala bukit pengorbanan dan tiang berhala.” (2 Tawarikh 17:6)_
Bayangkan seorang petani yang menyiapkan…
*TABAH HATI DI JALAN TUHAN*
_“Dengan tabah hati ia hidup menurut jalan yang ditunjukkan TUHAN. Pula ia menjauhkan dari Yehuda segala bukit pengorbanan dan tiang berhala.” (2 Tawarikh 17:6)_
Bayangkan seorang petani yang menyiapkan…
Shalom Jemaat Tuhan,
*" DOA MALAM SABTU "*
*Sabtu, 7 Maret 2026* jam 18.00 - 19.00
*Via Youtube :*
https://www.youtube.com/live/dq8B4V7Ma-Y?si=GJIopwOWSaD_oRna
Selamat beribadah, tetap semangat, jaga kesehatan dan biarlah roh kita terus menyala dalam Tuhan.
Tuhan memberkati dan melindungi kita semua. Amin
*Note* : Mohon Subscribe Channel Youtube *gbtkaosemarang* agar anda mendapatkan pemberitahuan ketika ada video-video dari kami
*" DOA MALAM SABTU "*
*Sabtu, 7 Maret 2026* jam 18.00 - 19.00
*Via Youtube :*
https://www.youtube.com/live/dq8B4V7Ma-Y?si=GJIopwOWSaD_oRna
Selamat beribadah, tetap semangat, jaga kesehatan dan biarlah roh kita terus menyala dalam Tuhan.
Tuhan memberkati dan melindungi kita semua. Amin
*Note* : Mohon Subscribe Channel Youtube *gbtkaosemarang* agar anda mendapatkan pemberitahuan ketika ada video-video dari kami
YouTube
Pdt. Soendoro Jahja - DOA MALAM SABTU - GBTKAO - 07.03.2026
GBT KRISTUS ALFA OMEGA
Jl. Gajahmada 114-118 Semarang
Selamat beribadah melalui streaming..
Tuhan memberkati..!!
No.Rek.GBT KAO :
BCA Pemuda Semarang
0097 072 071.
An. Megawati dan Lie Irwan D
Jl. Gajahmada 114-118 Semarang
Selamat beribadah melalui streaming..
Tuhan memberkati..!!
No.Rek.GBT KAO :
BCA Pemuda Semarang
0097 072 071.
An. Megawati dan Lie Irwan D
https://youtu.be/4OgH6wgUBYY
*_Minggu, 08 Maret 2026_*
*MAUMU ATAU MAUNYA TUHAN*
_“Jawab raja Israel kepada Yosafat: "Masih ada seorang lagi yang dengan perantaraannya dapat diminta petunjuk TUHAN. Tetapi aku membenci dia, sebab tidak pernah ia menubuatkan yang baik tentang aku, melainkan selalu malapetaka. Orang itu ialah Mikha bin Yimla." Kata Yosafat: "Janganlah raja berkata demikian." (2 Tawarikh 18:7)_
Setiap kita cenderung menyukai hal-hal yang baik dan yang enak didengar di telinga saja. Kita senang jika ada seorang nabi Tuhan yang menyampaikan kepada kita firman yang menghibur, memberkati, dan menjanjikan keberhasilan. Sebaliknya, kita sering menolak firman Tuhan yang disampaikan nabi Tuhan yang menegur, memperingatkan, atau terasa “keras” ditelinga. Padahal, justru firman yang menegur dengan keras, itulah yang sering kali menyelamatkan kita dari pelanggaran dan hukuman. Teguran Tuhan bukan untuk menjatuhkan, tetapi untuk meluruskan. Peringatan Tuhan bukan untuk melukai, tetapi untuk melindungi kita.
Nabi Tuhan yang benar kadangkala harus berdiri sendirian seperti Mikha bin Yimla. Ia harus mengatakan apa yang Tuhan mau katakan, bukan apa yang mau didengar orang. Walaupun resikonya cukup berat. Mungkin akan dibenci bahkan dikucilkan. Dan resiko terberatnya dibunuh secara fisik atau secara karakter. Kebenaran sejati tidak bisa diukur dari banyaknya pendukung, tetapi sesuai tidak dengan Firman Tuhan. Karena itu, firman Tuhan mengingatkan kita dalam 1 Yohanes 4:1 _“Saudara-saudaraku yang kekasih, janganlah percaya akan setiap roh, tetapi ujilah roh-roh itu, apakah mereka berasal dari Allah; sebab banyak nabi-nabi palsu yang telah muncul dan pergi ke seluruh dunia.”_
Umat Tuhan dipanggil untuk memiliki kepekaan rohani. Ujilah setiap pengajaran, nubuat, dan nasihat, apakah itu membawa kita makin taat kepada Tuhan atau hanya membuat kita merasa nyaman tanpa pertobatan sejati. Karena itu, miliki hati yang rendah untuk menerima setiap kebenaran-Nya. Sekalipun itu keras dan menegur. Lebih baik ditegur Tuhan sekarang daripada dihukum nanti. Ikuti apa yang Tuhan mau daripada disesatkan oleh kata-kata manis yang menjauhkan kita dari kehendak-Nya.(AT-02)
_*Doa :* Tuhan Yesus tolong kepada kami untuk memiliki hati yang rendah dan terbuka untuk setiap Firman yang kami terima. Walau kadang Firman itu keras dan menegur. Tolong kami Tuhan. Dalam nama Tuhan Yesus Kristus, Amin._
*_Minggu, 08 Maret 2026_*
*MAUMU ATAU MAUNYA TUHAN*
_“Jawab raja Israel kepada Yosafat: "Masih ada seorang lagi yang dengan perantaraannya dapat diminta petunjuk TUHAN. Tetapi aku membenci dia, sebab tidak pernah ia menubuatkan yang baik tentang aku, melainkan selalu malapetaka. Orang itu ialah Mikha bin Yimla." Kata Yosafat: "Janganlah raja berkata demikian." (2 Tawarikh 18:7)_
Setiap kita cenderung menyukai hal-hal yang baik dan yang enak didengar di telinga saja. Kita senang jika ada seorang nabi Tuhan yang menyampaikan kepada kita firman yang menghibur, memberkati, dan menjanjikan keberhasilan. Sebaliknya, kita sering menolak firman Tuhan yang disampaikan nabi Tuhan yang menegur, memperingatkan, atau terasa “keras” ditelinga. Padahal, justru firman yang menegur dengan keras, itulah yang sering kali menyelamatkan kita dari pelanggaran dan hukuman. Teguran Tuhan bukan untuk menjatuhkan, tetapi untuk meluruskan. Peringatan Tuhan bukan untuk melukai, tetapi untuk melindungi kita.
Nabi Tuhan yang benar kadangkala harus berdiri sendirian seperti Mikha bin Yimla. Ia harus mengatakan apa yang Tuhan mau katakan, bukan apa yang mau didengar orang. Walaupun resikonya cukup berat. Mungkin akan dibenci bahkan dikucilkan. Dan resiko terberatnya dibunuh secara fisik atau secara karakter. Kebenaran sejati tidak bisa diukur dari banyaknya pendukung, tetapi sesuai tidak dengan Firman Tuhan. Karena itu, firman Tuhan mengingatkan kita dalam 1 Yohanes 4:1 _“Saudara-saudaraku yang kekasih, janganlah percaya akan setiap roh, tetapi ujilah roh-roh itu, apakah mereka berasal dari Allah; sebab banyak nabi-nabi palsu yang telah muncul dan pergi ke seluruh dunia.”_
Umat Tuhan dipanggil untuk memiliki kepekaan rohani. Ujilah setiap pengajaran, nubuat, dan nasihat, apakah itu membawa kita makin taat kepada Tuhan atau hanya membuat kita merasa nyaman tanpa pertobatan sejati. Karena itu, miliki hati yang rendah untuk menerima setiap kebenaran-Nya. Sekalipun itu keras dan menegur. Lebih baik ditegur Tuhan sekarang daripada dihukum nanti. Ikuti apa yang Tuhan mau daripada disesatkan oleh kata-kata manis yang menjauhkan kita dari kehendak-Nya.(AT-02)
_*Doa :* Tuhan Yesus tolong kepada kami untuk memiliki hati yang rendah dan terbuka untuk setiap Firman yang kami terima. Walau kadang Firman itu keras dan menegur. Tolong kami Tuhan. Dalam nama Tuhan Yesus Kristus, Amin._
YouTube
Renungan Harian Suara Alfa Omega - Minggu, 8 Maret 2026
Enjoy the videos and music you love, upload original content, and share it all with friends, family, and the world on YouTube.
Shalom Jemaat Tuhan,
*IBADAH ONLINE GAJAHMADA 2*
*Minggu, 8 Maret 2026* *jam 08.30*
*" MENUAI HIDUP KEKAL "*
*Via Youtube :*
https://www.youtube.com/live/5pavo-DQpQ4?si=Rw4yafsBsmCdLHN4
*Via Radio :*
GoodNewsFM 94,9 mulai jam *17.00*
Selamat beribadah, tetap semangat, jaga kesehatan dan biarlah roh kita terus menyala dalam Tuhan.
Tuhan memberkati dan melindungi kita semua. Amin
*Note* : Mohon Subscribe Channel Youtube *gbtkaosemarang* agar anda mendapatkan pemberitahuan ketika ada video-video dari kami
*IBADAH ONLINE GAJAHMADA 2*
*Minggu, 8 Maret 2026* *jam 08.30*
*" MENUAI HIDUP KEKAL "*
*Via Youtube :*
https://www.youtube.com/live/5pavo-DQpQ4?si=Rw4yafsBsmCdLHN4
*Via Radio :*
GoodNewsFM 94,9 mulai jam *17.00*
Selamat beribadah, tetap semangat, jaga kesehatan dan biarlah roh kita terus menyala dalam Tuhan.
Tuhan memberkati dan melindungi kita semua. Amin
*Note* : Mohon Subscribe Channel Youtube *gbtkaosemarang* agar anda mendapatkan pemberitahuan ketika ada video-video dari kami
YouTube
Pdt. Soendoro Jahja - MENUAI HIDUP KEKAL - 08.03.2026 - IBADAH ONLINE GAJAHMADA 2
GBT KRISTUS ALFA OMEGA
Jl. Gajahmada 114-118 Semarang
Selamat beribadah melalui streaming..
Tuhan memberkati..!!
No.Rek.GBT KAO :
BCA Pemuda Semarang
0097 072 071.
An. Megawati dan Lie Irwan D
Jl. Gajahmada 114-118 Semarang
Selamat beribadah melalui streaming..
Tuhan memberkati..!!
No.Rek.GBT KAO :
BCA Pemuda Semarang
0097 072 071.
An. Megawati dan Lie Irwan D
Shalom Jemaat Tuhan,
*IBADAH ONLINE GAJAHMADA 3*
*Minggu, 8 Maret 2026* *jam 17.00*
*" MENABUR DALAM ROH "*
*Via Youtube :*
https://www.youtube.com/live/0EzKmCBVHwo?si=yQXiKAN1xkW6c9e6
Selamat beribadah, tetap semangat, jaga kesehatan dan biarlah roh kita terus menyala dalam Tuhan.
Tuhan memberkati dan melindungi kita semua. Amin
*Note* : Mohon Subscribe Channel Youtube *gbtkaosemarang* agar anda mendapatkan pemberitahuan ketika ada video-video dari kami
*IBADAH ONLINE GAJAHMADA 3*
*Minggu, 8 Maret 2026* *jam 17.00*
*" MENABUR DALAM ROH "*
*Via Youtube :*
https://www.youtube.com/live/0EzKmCBVHwo?si=yQXiKAN1xkW6c9e6
Selamat beribadah, tetap semangat, jaga kesehatan dan biarlah roh kita terus menyala dalam Tuhan.
Tuhan memberkati dan melindungi kita semua. Amin
*Note* : Mohon Subscribe Channel Youtube *gbtkaosemarang* agar anda mendapatkan pemberitahuan ketika ada video-video dari kami
YouTube
Pdm. Gregorius Suwito - MENABUR DALAM ROH - 08.03.2026 - IBADAH ONLINE GAJAHMADA 3
GBT KRISTUS ALFA OMEGA
Jl. Gajahmada 114-118 Semarang
Selamat beribadah melalui streaming..
Tuhan memberkati..!!
No.Rek.GBT KAO :
BCA Pemuda Semarang
0097 072 071.
An. Megawati dan Lie Irwan D
Jl. Gajahmada 114-118 Semarang
Selamat beribadah melalui streaming..
Tuhan memberkati..!!
No.Rek.GBT KAO :
BCA Pemuda Semarang
0097 072 071.
An. Megawati dan Lie Irwan D
https://youtu.be/4iOXljNg97M
*_Senin, 09 Maret 2026_*
*KEHIDUPAN YOSAFAT*
_“Ketika itu Yehu bin Hanani pelihat itu, pergi menemuinya dan berkata kepada raja Yosafat: “Sewajarnyakah engkau menolong orang fasik dan bersahabat dengan mereka yang membenci TUHAN ? Karena hal itu TUHAN murka terhadap engkau” (2 Tawarikh 19:2)_
Yosafat adalah raja ke-4 Kerajaan Israel Selatan (Kerajaan Yehuda). Yosafat raja yang takut Tuhan, kuat dalam doa, rendah hati saat ditegur. Yosafat menjauhkan Yehuda dari bukit pengorbanan dan tiang berhala (2 Taw 17:6), menunjuk guru-guru untuk mengajarkan Taurat (2 Taw 17:9), mengangkat hakim-hakim untuk menegakkan keadilan (2 Taw 19:5). Ia menerima penyertaan Tuhan, bangsa-bangsa memberi upeti kepadanya (2 Taw 17:5;11), bahkan Yosafat berhasil menang perang tanpa berperang (2 Taw 20)
Namun ada cerita menarik tentang Yosafat, Yosafat mengunjungi Ahab di Samaria dan setuju membantu menyerang Ramot-Gilead, padahal Mikha memperingatkan bahwa itu tidak sesuai dengan kehendak Allah. Yosafat selamat berkat pertolongan Tuhan setelah berteriak minta tolong, sementara Ahab tewas (2 Taw 18). Bahkan ia ditegur lagi oleh Yehu (2 Taw 19:2). Namun setelah itu pun pola yang sama berulang, Yosafat bersekutu dengan Ahazia anak Ahab untuk membuat kapal-kapal yang berlayar ke Tarsis. Meskipun Eliezer memperingatkan bahwa itu tidak sesuai dengan kehendak Allah, Yosafat tetap membuat kapal-kapal itu. Namun kapal-kapal itu hancur di Ezion Geber. (2 Taw 20:36-37)
Sedih melihat *kehidupan Yosafat,* ia taat kepada Tuhan, namun ternyata dia membuat keputusan-keputusan yang keliru. Keputusan keliru lainnya, Yosafat menikahkan anaknya Yoram dengan Atalya (putri dari Ahab) yang dampaknya hampir memusnahkan keturunan Daud.
Mari kita renungkan dan refleksi, seringkali kita menjumpai situasi bimbang untuk melangkah ke kiri ataupun ke kanan. Dari Yosafat kita belajar, siapapun kita meskipun kita taat dan terbiasa mendapat kemurahan Tuhan, tidak menandakan keputusan kita selalu benar. Keputusan yang kelihatan benar, belum tentu benar. Bisa jadi kita merasa keputusan kita benar dan tidak melanggar perintah Tuhan, tapi ternyata Tuhan punya kehendak lain yang seharusnya kita ikuti. ( KG-02 )
_*Doa :* Tuhan, kami mau belajar menahan diri dalam membuat keputusan yang terburu-buru, tolong latih kami peka dengan arahan-Mu dalam setiap hidup kami. Dalam nama Tuhan Yesus Kristus kami berdoa. Amin._
*_Senin, 09 Maret 2026_*
*KEHIDUPAN YOSAFAT*
_“Ketika itu Yehu bin Hanani pelihat itu, pergi menemuinya dan berkata kepada raja Yosafat: “Sewajarnyakah engkau menolong orang fasik dan bersahabat dengan mereka yang membenci TUHAN ? Karena hal itu TUHAN murka terhadap engkau” (2 Tawarikh 19:2)_
Yosafat adalah raja ke-4 Kerajaan Israel Selatan (Kerajaan Yehuda). Yosafat raja yang takut Tuhan, kuat dalam doa, rendah hati saat ditegur. Yosafat menjauhkan Yehuda dari bukit pengorbanan dan tiang berhala (2 Taw 17:6), menunjuk guru-guru untuk mengajarkan Taurat (2 Taw 17:9), mengangkat hakim-hakim untuk menegakkan keadilan (2 Taw 19:5). Ia menerima penyertaan Tuhan, bangsa-bangsa memberi upeti kepadanya (2 Taw 17:5;11), bahkan Yosafat berhasil menang perang tanpa berperang (2 Taw 20)
Namun ada cerita menarik tentang Yosafat, Yosafat mengunjungi Ahab di Samaria dan setuju membantu menyerang Ramot-Gilead, padahal Mikha memperingatkan bahwa itu tidak sesuai dengan kehendak Allah. Yosafat selamat berkat pertolongan Tuhan setelah berteriak minta tolong, sementara Ahab tewas (2 Taw 18). Bahkan ia ditegur lagi oleh Yehu (2 Taw 19:2). Namun setelah itu pun pola yang sama berulang, Yosafat bersekutu dengan Ahazia anak Ahab untuk membuat kapal-kapal yang berlayar ke Tarsis. Meskipun Eliezer memperingatkan bahwa itu tidak sesuai dengan kehendak Allah, Yosafat tetap membuat kapal-kapal itu. Namun kapal-kapal itu hancur di Ezion Geber. (2 Taw 20:36-37)
Sedih melihat *kehidupan Yosafat,* ia taat kepada Tuhan, namun ternyata dia membuat keputusan-keputusan yang keliru. Keputusan keliru lainnya, Yosafat menikahkan anaknya Yoram dengan Atalya (putri dari Ahab) yang dampaknya hampir memusnahkan keturunan Daud.
Mari kita renungkan dan refleksi, seringkali kita menjumpai situasi bimbang untuk melangkah ke kiri ataupun ke kanan. Dari Yosafat kita belajar, siapapun kita meskipun kita taat dan terbiasa mendapat kemurahan Tuhan, tidak menandakan keputusan kita selalu benar. Keputusan yang kelihatan benar, belum tentu benar. Bisa jadi kita merasa keputusan kita benar dan tidak melanggar perintah Tuhan, tapi ternyata Tuhan punya kehendak lain yang seharusnya kita ikuti. ( KG-02 )
_*Doa :* Tuhan, kami mau belajar menahan diri dalam membuat keputusan yang terburu-buru, tolong latih kami peka dengan arahan-Mu dalam setiap hidup kami. Dalam nama Tuhan Yesus Kristus kami berdoa. Amin._
YouTube
Renungan Harian Suara Alfa Omega - Senin, 9 Maret 2026
Enjoy the videos and music you love, upload original content, and share it all with friends, family, and the world on YouTube.
*Khotbah Minggu Pagi (Ibadah Online GM-2)*
Pdt. Soendoro Jahja
Tanggal 8 Maret 2026
*MENUAI HIDUP KEKAL*
Tema Bulan Maret: Gunakan Waktu Menabur
Tujuan:
Menabur dalam Roh
Eksposisi:
*Galatia 6:7-10; Hosea 10:12-13*
*Hukum Tabur Tuai adalah Mutlak*
• Galatia 6:7
Tuhan tidak pernah membiarkan dirinya dipermainkan, walaupun keadaan dunia ini tidak adil.
• Ketika kita menabur ketidakbenaran, maka kita akan menuai atau menerima konsekuensi dari perbuatan kita.
*Jangan sesat! Kebinasaan atau Hidup Kekal*
• Galatia 6:8
Hidup di dunia ini adalah kehidupan saat kita menabur, karena hasilnya akan dinyatakan setelah kematian.
• Pilihan ada di tangan anda. Hidup yang sesungguhnya bukan saat kita berada di dunia, namun justru setelah mati, yaitu hidup yang kekal (abadi).
*Menabur dalam Daging (Galatia 5:18-21)*
• DOSA SEKSUAL: Percabulan, kecemaran, hawa nafsu, mabuk, pesat pora.
• OCULTISME: Penyembahan berhala, sihir.
• EGOISME: Iri hati, amarah, percideraan, roh pemecah, dengki.
*Sakit Hati - Kedagingan*
• Awas! Umpan Iblis.
• Matius 6:14-15
Untuk mendapatkan pengampunan dari Tuhan, maka kita harus mengampuni orang lain.
*Menabur dalam Roh (Galatia 5:22-23)*
• Kasih, kesabaran, kelemahlembutan.
• Sukacita, damai sejahtera.
• Kemurahan, kebaikan.
• Kesetiaan, penguasaan diri.
*Hidup mengandalkan Tuhan - dengan penuh Roh Kudus*
• Efesus 5:18; Hosea 10:12-13
• Teruslah belajar berbuat baik (Gal. 6:9-10). Kalahkan kejahatan dengan kebaikan, kita perlu meminta tuntunann Roh Kudus.
• Setiap tuaian dimulai dengan satu benih. Mulailah dengan kebaikan kecil yang kita bisa lakukan.
*Tuhan Yesus memberkati*
Pdt. Soendoro Jahja
Tanggal 8 Maret 2026
*MENUAI HIDUP KEKAL*
Tema Bulan Maret: Gunakan Waktu Menabur
Tujuan:
Menabur dalam Roh
Eksposisi:
*Galatia 6:7-10; Hosea 10:12-13*
*Hukum Tabur Tuai adalah Mutlak*
• Galatia 6:7
Tuhan tidak pernah membiarkan dirinya dipermainkan, walaupun keadaan dunia ini tidak adil.
• Ketika kita menabur ketidakbenaran, maka kita akan menuai atau menerima konsekuensi dari perbuatan kita.
*Jangan sesat! Kebinasaan atau Hidup Kekal*
• Galatia 6:8
Hidup di dunia ini adalah kehidupan saat kita menabur, karena hasilnya akan dinyatakan setelah kematian.
• Pilihan ada di tangan anda. Hidup yang sesungguhnya bukan saat kita berada di dunia, namun justru setelah mati, yaitu hidup yang kekal (abadi).
*Menabur dalam Daging (Galatia 5:18-21)*
• DOSA SEKSUAL: Percabulan, kecemaran, hawa nafsu, mabuk, pesat pora.
• OCULTISME: Penyembahan berhala, sihir.
• EGOISME: Iri hati, amarah, percideraan, roh pemecah, dengki.
*Sakit Hati - Kedagingan*
• Awas! Umpan Iblis.
• Matius 6:14-15
Untuk mendapatkan pengampunan dari Tuhan, maka kita harus mengampuni orang lain.
*Menabur dalam Roh (Galatia 5:22-23)*
• Kasih, kesabaran, kelemahlembutan.
• Sukacita, damai sejahtera.
• Kemurahan, kebaikan.
• Kesetiaan, penguasaan diri.
*Hidup mengandalkan Tuhan - dengan penuh Roh Kudus*
• Efesus 5:18; Hosea 10:12-13
• Teruslah belajar berbuat baik (Gal. 6:9-10). Kalahkan kejahatan dengan kebaikan, kita perlu meminta tuntunann Roh Kudus.
• Setiap tuaian dimulai dengan satu benih. Mulailah dengan kebaikan kecil yang kita bisa lakukan.
*Tuhan Yesus memberkati*
*Khotbah Minggu Sore (Ibadah BSB 2)*
Pdt. Ir. Timotius Subekti
Tanggal 8 Maret 2026
*ROH APA YANG MEMOTIVASIMU?*
Tema bulan Maret 2026:
*Gunakan Waktu untuk Menabur*
*Efesus 5:15-17*
"Karena itu, perhatikanlah dengan saksama, bagaimana kamu hidup, janganlah seperti orang bebal, tetapi seperti orang arif, dan pergunakanlah waktu yang ada, karena hari-hari ini adalah jahat. Sebab itu janganlah kamu bodoh, tetapi usahakanlah supaya kamu mengerti kehendak Tuhan."
Dua hal penting orang yang arif dan bijaksana yaitu:
1. Memakai waktu dgn baik.
2. Mengerti kehendak Tuhan.
*Kejadian 8:22*
"Selama bumi masih ada, takkan berhenti-henti musim menabur dan menuai, dingin dan panas, kemarau dan hujan, siang dan malam."
Kata 'dingin dan panas' menunjukan bahwa, saat menabur, ada waktu perubahan.
Saat kita menabur tentu kita akan mengalami waktu-waktu yang sulit. Kita tidak boleh berhenti untuk menabur, karena suatu saat kita pasti akan menuai.
Tuhan tidak pernah berhutang. Dia pasti akan membalas semua taburan yang sudah kita berikan dengan hati yang tulus dan mengasihi Dia.
Sebelum bumi dibakar dan manusia akan dipindahkan ke bumi dan langit yang baru, kita diberi kesempatan oleh Tuhan untuk menabur. Oleh sebab itu, selama masih ada kesempatan mari kita belajar untuk menabur, karena suatu saat kita pasti akan menuai.
Segala sesuatu yang kita lakukan, tentu ada motivasi tersembunyi mengapa kita melakukannya.
Jika kita memberi/menabur, roh apa yang memotivasi kita untuk melakukannya? Ada 2 roh yang memotivasi kita untuk menabur, yaitu:
1. Roh Kebenaran (Allah)
2. Roh Setan
Roh Kebenaran (Spirit of Grace - Roh Belas kasihan) dicurahkan oleh Tuhan. Kita berkorban karena Yesus sudah berkorban bagi kita, bukan karena disuruh orang.
Tujuan:
Menabur dalam Roh.
Eksposisi:
*Galatia 6:7-10; Hosea 10:12-13.*
*1. KEPADA SIAPAKAH TABURANMU KAU TUNJUKAN (Gal.6:8)*
• Peringatan Bahaya “Menabur kepada dagingnya” (Menunjuk pada sikap memperluas atau menghambur-hamburkankan sesuatu utk kesenangan dagingnya (waktu, uang, kekuatan masa muda).
Hal ini pernah terjadi dlm hidup Simson dan raja Salomo. Akan menuai dari kedagingannya: “Kebinasaan (Corruption: phthora= pembusukan, kehancuran bahkan kematian).
• Menabur kepada Roh. Menunjuk pada sikap memperluas atau menghambur-hamburkan lebih banyak (waktu, tenaga, harta) utk ibadah, pelayanan dgn tujuan Roh Tuhan lebih berkuasa. Akan menuai dari Roh Kudus: Kehidupan kekal = Life everlasting.
*2. KONSISTEN DALAM BERBUAT BAIK. (Gal.6:9)*
• Orang bisa berhasil kalau melakukan sesuatu yg baik secara konsisten. Contoh jika mau Jadi hamba Tuhan yang berhasil, harus konsisten baca Alkitab, menyelidiki Alkitab. Ini kunci keberhasilan seorang hamba Tuhan. Demikian juga dengan semua orang percaya. Jika mau berhasil dalam segala sesuatu yang dikerjakan, kita harus melakukan hal-hal yang baik secara konsisten.
• Ada satu syarat lagi yang penting yaitu jangan lemah.
Menjadi lemah (sikap bersantai-santai, karena merasa nyaman dan berkecukupan.
• Waktu kita menderita, di situ konsistensi itu kelihatan. Jika kita mencintai Tuhan Yesus, kita tidak boleh lemah karena Tuhan Yesus sudah melakukan yang TERBAIK bagi kita.
• Tuhan Yesus sudah jadi contoh dalam melakukan yang TERBAIK tapi malah dihina, dicaci maki bahkan dibunuh.
• Yesus tidak berhenti untuk melakukan kebaikan, sampai Yesus mati. Ini yang namanya konsisten.
Dua hal penting dalam hal konsisten, yaitu:
1. Konsisten berbuat baik saat melawan dosa, bila mata tertuju pd Yesus yg rela menderita utk manusia.
2. Konsisten berbuat baik walaupun mengalami hajaran Tuhan karena didisiplin. Sebab hal tersebut demi kebaikan kita => Kekudusan-Nya
*3. PAKAI KESEMPATAN BERBUAT BAIK. (Gal.6:10)*
• Kesempatan bagi kita semua yang mempunyai kelebihan (waktu, uang, tenaga) untuk dapat membantu/membimbing orang kepada jalan Kebenaran akan mempunyai pahala yg besar yang sudah Tuhan sediakan.
*Tuhan Yesus memberkati*
Pdt. Ir. Timotius Subekti
Tanggal 8 Maret 2026
*ROH APA YANG MEMOTIVASIMU?*
Tema bulan Maret 2026:
*Gunakan Waktu untuk Menabur*
*Efesus 5:15-17*
"Karena itu, perhatikanlah dengan saksama, bagaimana kamu hidup, janganlah seperti orang bebal, tetapi seperti orang arif, dan pergunakanlah waktu yang ada, karena hari-hari ini adalah jahat. Sebab itu janganlah kamu bodoh, tetapi usahakanlah supaya kamu mengerti kehendak Tuhan."
Dua hal penting orang yang arif dan bijaksana yaitu:
1. Memakai waktu dgn baik.
2. Mengerti kehendak Tuhan.
*Kejadian 8:22*
"Selama bumi masih ada, takkan berhenti-henti musim menabur dan menuai, dingin dan panas, kemarau dan hujan, siang dan malam."
Kata 'dingin dan panas' menunjukan bahwa, saat menabur, ada waktu perubahan.
Saat kita menabur tentu kita akan mengalami waktu-waktu yang sulit. Kita tidak boleh berhenti untuk menabur, karena suatu saat kita pasti akan menuai.
Tuhan tidak pernah berhutang. Dia pasti akan membalas semua taburan yang sudah kita berikan dengan hati yang tulus dan mengasihi Dia.
Sebelum bumi dibakar dan manusia akan dipindahkan ke bumi dan langit yang baru, kita diberi kesempatan oleh Tuhan untuk menabur. Oleh sebab itu, selama masih ada kesempatan mari kita belajar untuk menabur, karena suatu saat kita pasti akan menuai.
Segala sesuatu yang kita lakukan, tentu ada motivasi tersembunyi mengapa kita melakukannya.
Jika kita memberi/menabur, roh apa yang memotivasi kita untuk melakukannya? Ada 2 roh yang memotivasi kita untuk menabur, yaitu:
1. Roh Kebenaran (Allah)
2. Roh Setan
Roh Kebenaran (Spirit of Grace - Roh Belas kasihan) dicurahkan oleh Tuhan. Kita berkorban karena Yesus sudah berkorban bagi kita, bukan karena disuruh orang.
Tujuan:
Menabur dalam Roh.
Eksposisi:
*Galatia 6:7-10; Hosea 10:12-13.*
*1. KEPADA SIAPAKAH TABURANMU KAU TUNJUKAN (Gal.6:8)*
• Peringatan Bahaya “Menabur kepada dagingnya” (Menunjuk pada sikap memperluas atau menghambur-hamburkankan sesuatu utk kesenangan dagingnya (waktu, uang, kekuatan masa muda).
Hal ini pernah terjadi dlm hidup Simson dan raja Salomo. Akan menuai dari kedagingannya: “Kebinasaan (Corruption: phthora= pembusukan, kehancuran bahkan kematian).
• Menabur kepada Roh. Menunjuk pada sikap memperluas atau menghambur-hamburkan lebih banyak (waktu, tenaga, harta) utk ibadah, pelayanan dgn tujuan Roh Tuhan lebih berkuasa. Akan menuai dari Roh Kudus: Kehidupan kekal = Life everlasting.
*2. KONSISTEN DALAM BERBUAT BAIK. (Gal.6:9)*
• Orang bisa berhasil kalau melakukan sesuatu yg baik secara konsisten. Contoh jika mau Jadi hamba Tuhan yang berhasil, harus konsisten baca Alkitab, menyelidiki Alkitab. Ini kunci keberhasilan seorang hamba Tuhan. Demikian juga dengan semua orang percaya. Jika mau berhasil dalam segala sesuatu yang dikerjakan, kita harus melakukan hal-hal yang baik secara konsisten.
• Ada satu syarat lagi yang penting yaitu jangan lemah.
Menjadi lemah (sikap bersantai-santai, karena merasa nyaman dan berkecukupan.
• Waktu kita menderita, di situ konsistensi itu kelihatan. Jika kita mencintai Tuhan Yesus, kita tidak boleh lemah karena Tuhan Yesus sudah melakukan yang TERBAIK bagi kita.
• Tuhan Yesus sudah jadi contoh dalam melakukan yang TERBAIK tapi malah dihina, dicaci maki bahkan dibunuh.
• Yesus tidak berhenti untuk melakukan kebaikan, sampai Yesus mati. Ini yang namanya konsisten.
Dua hal penting dalam hal konsisten, yaitu:
1. Konsisten berbuat baik saat melawan dosa, bila mata tertuju pd Yesus yg rela menderita utk manusia.
2. Konsisten berbuat baik walaupun mengalami hajaran Tuhan karena didisiplin. Sebab hal tersebut demi kebaikan kita => Kekudusan-Nya
*3. PAKAI KESEMPATAN BERBUAT BAIK. (Gal.6:10)*
• Kesempatan bagi kita semua yang mempunyai kelebihan (waktu, uang, tenaga) untuk dapat membantu/membimbing orang kepada jalan Kebenaran akan mempunyai pahala yg besar yang sudah Tuhan sediakan.
*Tuhan Yesus memberkati*
*Berita duka*:
Telah berpulang ke Rumah Bapa di Sorga:
Alm. *Sarwan Soemitha* - 63th; kakak dari dr. Hasan Soemitha
Wafat: Senin, 09 Maret 2026 pk.15:20
Rumah dk: Jl. Malangsari no.43 Semarang
*Ibadah Pemberangkatan*:
Selasa, 10 Maret 2026 pk.08:30
Berangkat pk.09:00 ke Kedungmundu.
Seluruh ibadah dilayani oleh GBT Tirtoyoso.
Telah berpulang ke Rumah Bapa di Sorga:
Alm. *Sarwan Soemitha* - 63th; kakak dari dr. Hasan Soemitha
Wafat: Senin, 09 Maret 2026 pk.15:20
Rumah dk: Jl. Malangsari no.43 Semarang
*Ibadah Pemberangkatan*:
Selasa, 10 Maret 2026 pk.08:30
Berangkat pk.09:00 ke Kedungmundu.
Seluruh ibadah dilayani oleh GBT Tirtoyoso.
https://youtu.be/h3fGS-hCCnk
*_Selasa, 10 Maret 2026_*
*PUJI-PUJIAN PEMBAWA KEMENANGAN*
_“Ketika mereka mulai bersorak-sorai dan menyanyikan nyanyian pujian, dibuat TUHANlah penghadangan terhadap bani Amon dan Moab, dan orang-orang dari pegunungan Seir, yang hendak menyerang Yehuda, sehingga mereka terpukul kalah.” (2 Tawarikh 20:22)_
Seorang anak kecil pernah berjalan di lorong gelap sambil bernyanyi keras-keras. Ketika ditanya mengapa ia bernyanyi, ia menjawab, “Supaya aku tidak takut.” Nyanyiannya tidak menghilangkan gelap, tetapi menguatkan hatinya untuk terus melangkah. Demikian juga puji-pujian: bukan selalu mengubah keadaan dalam seketika, tetapi menguatkan iman untuk menghadapi keadaan itu bersama Tuhan.
Bangsa Yehuda berada dalam kondisi genting. Mereka dikepung musuh yang jauh lebih kuat, dan secara manusia tidak ada jalan keluar. Namun Raja Yosafat melakukan sesuatu yang tampak tidak masuk akal: ia menempatkan para penyanyi di barisan depan. Bukan prajurit bersenjata, melainkan orang-orang yang memuji Tuhan. Saat puji-pujian dinaikkan, Tuhan sendiri yang bertindak. Musuh dikacaukan, mereka saling menyerang, dan Yehuda memperoleh kemenangan tanpa mengayunkan pedang. Firman Tuhan menegaskan bahwa kemenangan itu dimulai ketika mereka memuji Tuhan.
Puji-pujian bukan sekadar respon setelah masalah selesai, tetapi sebuah tindakan iman di tengah masalah. Saat kita memuji Tuhan, kita mengalihkan fokus dari besarnya persoalan kepada kebesaran Allah. Penulis pernah mengalami penyertaan Tuhan, yaitu luput dari pembunuhan berencana dalam peristiwa kerusuhan Poso tahun 2000. Saat itu penulis memuji Tuhan dengan sungguh, dan seketika hati mereka yang jahat dan ingin membunuh kami sekeluarga berubah jadi baik. Pujian sanggup mengubahkan hati manusia. Puji-pujian mengingatkan kita bahwa Tuhan berdaulat, setia, dan sanggup melakukan hal yang melampaui logika manusia. Hari ini, mungkin kita sedang menghadapi tekanan, ketidakpastian, atau pergumulan yang berat. Mari belajar dari Yehuda: naikkan puji-pujian, bukan keluhan. Biarlah mulut kita penuh ucapan syukur dan penyembahan. Saat puji-pujian dinaikkan, Tuhan bekerja dengan dahsyat dan membuka jalan kemenangan. (WP-02)
_*Doa:* Tuhan Yesus, kami percaya bahwa Engkau berkuasa di atas puji-pujian. Biarlah setiap hati kami percaya dan setiap mulut kami juga menaikkan pujian kepada-Mu. Kuasa-Mu sungguh tidak terbatas. Dalam nama Tuhan Yesus Kristus kami berdoa. Amin._
*_Selasa, 10 Maret 2026_*
*PUJI-PUJIAN PEMBAWA KEMENANGAN*
_“Ketika mereka mulai bersorak-sorai dan menyanyikan nyanyian pujian, dibuat TUHANlah penghadangan terhadap bani Amon dan Moab, dan orang-orang dari pegunungan Seir, yang hendak menyerang Yehuda, sehingga mereka terpukul kalah.” (2 Tawarikh 20:22)_
Seorang anak kecil pernah berjalan di lorong gelap sambil bernyanyi keras-keras. Ketika ditanya mengapa ia bernyanyi, ia menjawab, “Supaya aku tidak takut.” Nyanyiannya tidak menghilangkan gelap, tetapi menguatkan hatinya untuk terus melangkah. Demikian juga puji-pujian: bukan selalu mengubah keadaan dalam seketika, tetapi menguatkan iman untuk menghadapi keadaan itu bersama Tuhan.
Bangsa Yehuda berada dalam kondisi genting. Mereka dikepung musuh yang jauh lebih kuat, dan secara manusia tidak ada jalan keluar. Namun Raja Yosafat melakukan sesuatu yang tampak tidak masuk akal: ia menempatkan para penyanyi di barisan depan. Bukan prajurit bersenjata, melainkan orang-orang yang memuji Tuhan. Saat puji-pujian dinaikkan, Tuhan sendiri yang bertindak. Musuh dikacaukan, mereka saling menyerang, dan Yehuda memperoleh kemenangan tanpa mengayunkan pedang. Firman Tuhan menegaskan bahwa kemenangan itu dimulai ketika mereka memuji Tuhan.
Puji-pujian bukan sekadar respon setelah masalah selesai, tetapi sebuah tindakan iman di tengah masalah. Saat kita memuji Tuhan, kita mengalihkan fokus dari besarnya persoalan kepada kebesaran Allah. Penulis pernah mengalami penyertaan Tuhan, yaitu luput dari pembunuhan berencana dalam peristiwa kerusuhan Poso tahun 2000. Saat itu penulis memuji Tuhan dengan sungguh, dan seketika hati mereka yang jahat dan ingin membunuh kami sekeluarga berubah jadi baik. Pujian sanggup mengubahkan hati manusia. Puji-pujian mengingatkan kita bahwa Tuhan berdaulat, setia, dan sanggup melakukan hal yang melampaui logika manusia. Hari ini, mungkin kita sedang menghadapi tekanan, ketidakpastian, atau pergumulan yang berat. Mari belajar dari Yehuda: naikkan puji-pujian, bukan keluhan. Biarlah mulut kita penuh ucapan syukur dan penyembahan. Saat puji-pujian dinaikkan, Tuhan bekerja dengan dahsyat dan membuka jalan kemenangan. (WP-02)
_*Doa:* Tuhan Yesus, kami percaya bahwa Engkau berkuasa di atas puji-pujian. Biarlah setiap hati kami percaya dan setiap mulut kami juga menaikkan pujian kepada-Mu. Kuasa-Mu sungguh tidak terbatas. Dalam nama Tuhan Yesus Kristus kami berdoa. Amin._
YouTube
Renungan Harian Suara Alfa Omega - Selasa, 10 Maret 2026
*_Selasa, 10 Maret 2026_*
*PUJI-PUJIAN PEMBAWA KEMENANGAN*
_“Ketika mereka mulai bersorak-sorai dan menyanyikan nyanyian pujian, dibuat TUHANlah penghadangan terhadap bani Amon dan Moab, dan orang-orang dari pegunungan Seir, yang hendak menyerang Yehuda…
*PUJI-PUJIAN PEMBAWA KEMENANGAN*
_“Ketika mereka mulai bersorak-sorai dan menyanyikan nyanyian pujian, dibuat TUHANlah penghadangan terhadap bani Amon dan Moab, dan orang-orang dari pegunungan Seir, yang hendak menyerang Yehuda…
https://youtu.be/6Z_G7ggMl3A
_*Rabu, 11 Maret 2026*_
*MERASA KUAT*
_“Sesudah Yoram memegang pemerintahan atas kerajaan ayahnya dan merasa dirinya kuat, ia membunuh dengan pedang semua saudaranya dan juga beberapa pembesar Israel.” (2 Tawarikh 21:4)_
Menjalani hidup dengan bijak adalah hal yang penting baik bagi semua orang. Tidak peduli tua atau muda, semua harus belajar untuk bertindak bijaksana terhadap orang lain dan diri sendiri. Salah satu nasihat Tuhan yang penting diingat ada dalam 1 Korintus 10:12 yang berbunyi : _“ Sebab itu siapa yang menyangka, bahwa ia teguh berdiri, hati-hatilah supaya ia jangan jatuh!”_
Raja Yoram menerima tongkat estafet dari ayahnya, tahta kerajaan beralih ke tangannya. Di usia 32 tahun ia menjadi raja. Saat itu Ia merasa dirinya kuat dan memiliki otoritas sehingga untuk menunjukkan kekuasaan maka ia membunuh semua saudaranya dan beberapa pembesar Israel. Merasa kuat belum tentu kuat. Merasa kuat menyiratkan kesombongan diri. Merasa tidak membutuhkan orang lain, merasa bisa melakukan semuanya dengan kekuatan sendiri. Raja Yoram tidak hidup takut akan Tuhan, melakukan apa yang jahat di mata Tuhan. Bahkan mengarahkan rakyatnya untuk menyembah berhala. Nasihat dan teguran melalui surat dari Nabi Elia tak membuatnya bertobat. Tuhan pun bertindak atas Yoram. Ia berakhir dalam kondisi sakit, lemah, rapuh, tidak cintai oleh rakyatnya. Masa pemerintahannya hanya 8 tahun, ia meninggal dalam usia muda.
Pelajaran berharga bagi kita saat ini, bahwa Tuhanlah yang kuat dan berkuasa atas apapun. Kesadaran akan Tuhan hendaklah membuat kita rendah hati. Semua kesuksesan, kekayaan, jabatan, kesehatan, kepintaran, kemampuan diri asalnya dari Tuhan. Tak perlu _‘unjuk gigi’_ supaya orang tahu siapa kita dan apa yang kita kerjakan. Jangan merasa diri kuat supaya tidak jatuh seperti Yoram. Hiduplah takut akan Tuhan lakukan yang benar, maka Tuhan ada dipihak kita. Ia yang berkuasa membalikkan keadaan dan membawa kita pada akhir yang mulia. (YP-02)
_*Doa:* Bapa, ampuni kami jika dalam hidup ini ada saat-saat kami mengandalkan diri sendiri dan merasa kuat karena skill yang kami miliki. Luruskan hati kami dengan Roh-Mu ya Tuhan. Biarlah kami selalu sadar bahwa Engkau adalah sumber dari kekuatan hidup kami. Dalam nama Tuhan Yesus Kristus kami berdoa. Amin._
_*Rabu, 11 Maret 2026*_
*MERASA KUAT*
_“Sesudah Yoram memegang pemerintahan atas kerajaan ayahnya dan merasa dirinya kuat, ia membunuh dengan pedang semua saudaranya dan juga beberapa pembesar Israel.” (2 Tawarikh 21:4)_
Menjalani hidup dengan bijak adalah hal yang penting baik bagi semua orang. Tidak peduli tua atau muda, semua harus belajar untuk bertindak bijaksana terhadap orang lain dan diri sendiri. Salah satu nasihat Tuhan yang penting diingat ada dalam 1 Korintus 10:12 yang berbunyi : _“ Sebab itu siapa yang menyangka, bahwa ia teguh berdiri, hati-hatilah supaya ia jangan jatuh!”_
Raja Yoram menerima tongkat estafet dari ayahnya, tahta kerajaan beralih ke tangannya. Di usia 32 tahun ia menjadi raja. Saat itu Ia merasa dirinya kuat dan memiliki otoritas sehingga untuk menunjukkan kekuasaan maka ia membunuh semua saudaranya dan beberapa pembesar Israel. Merasa kuat belum tentu kuat. Merasa kuat menyiratkan kesombongan diri. Merasa tidak membutuhkan orang lain, merasa bisa melakukan semuanya dengan kekuatan sendiri. Raja Yoram tidak hidup takut akan Tuhan, melakukan apa yang jahat di mata Tuhan. Bahkan mengarahkan rakyatnya untuk menyembah berhala. Nasihat dan teguran melalui surat dari Nabi Elia tak membuatnya bertobat. Tuhan pun bertindak atas Yoram. Ia berakhir dalam kondisi sakit, lemah, rapuh, tidak cintai oleh rakyatnya. Masa pemerintahannya hanya 8 tahun, ia meninggal dalam usia muda.
Pelajaran berharga bagi kita saat ini, bahwa Tuhanlah yang kuat dan berkuasa atas apapun. Kesadaran akan Tuhan hendaklah membuat kita rendah hati. Semua kesuksesan, kekayaan, jabatan, kesehatan, kepintaran, kemampuan diri asalnya dari Tuhan. Tak perlu _‘unjuk gigi’_ supaya orang tahu siapa kita dan apa yang kita kerjakan. Jangan merasa diri kuat supaya tidak jatuh seperti Yoram. Hiduplah takut akan Tuhan lakukan yang benar, maka Tuhan ada dipihak kita. Ia yang berkuasa membalikkan keadaan dan membawa kita pada akhir yang mulia. (YP-02)
_*Doa:* Bapa, ampuni kami jika dalam hidup ini ada saat-saat kami mengandalkan diri sendiri dan merasa kuat karena skill yang kami miliki. Luruskan hati kami dengan Roh-Mu ya Tuhan. Biarlah kami selalu sadar bahwa Engkau adalah sumber dari kekuatan hidup kami. Dalam nama Tuhan Yesus Kristus kami berdoa. Amin._
YouTube
Renungan Harian Suara Alfa Omega - Rabu, 11 Maret 2026
Enjoy the videos and music you love, upload original content, and share it all with friends, family, and the world on YouTube.