⛀ ִ ֗ 💰 Arimatika ✧ Sosial ۪ ⩇ ׂ
>Aritmatika sosial merupakan salah satu cabang matematika yang sering dijumpai dalam kehidupan sehari-hari. Cabang ilmu ini erat kaitannya dengan perhitungan keuangan di ritel.
>Aritmatika sosial sama dengan mempelajari bilangan dengan operasi sederhana.
>Dalam kehidupan sehari-hari, kita tidak mungkin terlepas dari kegiatan yang terkait dengan artimetika soal. Dalam artimetika sosial ini akan dibahas tentang kegiatan yang terkait dengan dunia perekonomian, antara lain: penjualan, pembelian, keuntungan, kerugian, bunga, pajak, bruto, neto, dan tara.
>Dalam proses perdagangan bebas selalu terjadi interaksi antara penjual dan pembeli tentang kecocokan harga. Pembeli menginginkan harga yang cukup murah dan terjangkau, sedangkan penjual menginginkan untung yang sebesar-besarnya. Besar untung atau rugi biasanya dinyatakan dengan nominal uang atau persentase.
>Dalam pembahasan ini, persentase untung dan rugi selalu dihitung dari harga beli barang.
#kelas7 #Matematika #Semester2
>Aritmatika sosial merupakan salah satu cabang matematika yang sering dijumpai dalam kehidupan sehari-hari. Cabang ilmu ini erat kaitannya dengan perhitungan keuangan di ritel.
>Aritmatika sosial sama dengan mempelajari bilangan dengan operasi sederhana.
>Dalam kehidupan sehari-hari, kita tidak mungkin terlepas dari kegiatan yang terkait dengan artimetika soal. Dalam artimetika sosial ini akan dibahas tentang kegiatan yang terkait dengan dunia perekonomian, antara lain: penjualan, pembelian, keuntungan, kerugian, bunga, pajak, bruto, neto, dan tara.
>Dalam proses perdagangan bebas selalu terjadi interaksi antara penjual dan pembeli tentang kecocokan harga. Pembeli menginginkan harga yang cukup murah dan terjangkau, sedangkan penjual menginginkan untung yang sebesar-besarnya. Besar untung atau rugi biasanya dinyatakan dengan nominal uang atau persentase.
>Dalam pembahasan ini, persentase untung dan rugi selalu dihitung dari harga beli barang.
#kelas7 #Matematika #Semester2
1. Persentase Keuntungan
Persentase keuntungan digunakan untuk mengetahui persentase keuntungan dari suatu penjualan terhadap modal yang dikeluarkan.
>Misal: PU = Persentase keuntungan
HB = Harga beli (modal)
HJ = Harga jual (total pemasukan)
>Contoh:
Pak Dedi membeli suatu motor bekas dengan harga Rp4.000.000,00. Dalam waktu satu minggu motor tersebut dijual kembali dengan harga Rp. 4.200.000,00. Tentukan persentase keuntungan Pak Dedi!
>Alternatif Penyelesaian:
Sebelum menentukan persentase keuntungan, kita menentukan keuntungan (U) yang diperoleh Pak Dedi lebih dulu.
i) U = HJ − HB
= 4.200.000 − 4.000.000
= 200.000
ii) PU = U/HB x 100%
= 200.000/4.000.000 x 100%
= 5%
Jadi, persentase keuntungan yang diperoleh Pak Dedi adalah 5%.
Persentase keuntungan digunakan untuk mengetahui persentase keuntungan dari suatu penjualan terhadap modal yang dikeluarkan.
>Misal: PU = Persentase keuntungan
HB = Harga beli (modal)
HJ = Harga jual (total pemasukan)
>Contoh:
Pak Dedi membeli suatu motor bekas dengan harga Rp4.000.000,00. Dalam waktu satu minggu motor tersebut dijual kembali dengan harga Rp. 4.200.000,00. Tentukan persentase keuntungan Pak Dedi!
>Alternatif Penyelesaian:
Sebelum menentukan persentase keuntungan, kita menentukan keuntungan (U) yang diperoleh Pak Dedi lebih dulu.
i) U = HJ − HB
= 4.200.000 − 4.000.000
= 200.000
ii) PU = U/HB x 100%
= 200.000/4.000.000 x 100%
= 5%
Jadi, persentase keuntungan yang diperoleh Pak Dedi adalah 5%.
2. Persentase Kerugian
Persentase kerugian digunakan untuk mengetahui persentase kerugian dari suatu penjualan terhadap modal yang dikeluarkan.
>Misal: PR = Persentase kerugian
HB = Harga beli (modal)
HJ = Harga jual (total pemasukan)
>Contoh:
Pak Rudi membeli sepetak tanah dengan harga Rp. 40.000.000,00. Karena terkendala masalah keluarga, Pak Dedi terpaksa menjual tanah tersebut dengan harga Rp38.000.000,00. Tentukan persentase kerugian yang ditanggung oleh Pak Rudi!
>Alternatif Penyelsaian:
Sebelum menentukan persentase kerugian, kita menentukan kerugian (R) yang diperoleh Pak Rudi lebih dulu.
i) R = HJ − HB
= 40.000.000 − 38.000.000
= 2.000.000
ii) PR = R/HB × 100%
= 2.000.000/40.000.000 x 100%
= 5%
Jadi, persentase kerugian yang diditanggung oleh Pak Rudi adalah 5%.
Persentase kerugian digunakan untuk mengetahui persentase kerugian dari suatu penjualan terhadap modal yang dikeluarkan.
>Misal: PR = Persentase kerugian
HB = Harga beli (modal)
HJ = Harga jual (total pemasukan)
>Contoh:
Pak Rudi membeli sepetak tanah dengan harga Rp. 40.000.000,00. Karena terkendala masalah keluarga, Pak Dedi terpaksa menjual tanah tersebut dengan harga Rp38.000.000,00. Tentukan persentase kerugian yang ditanggung oleh Pak Rudi!
>Alternatif Penyelsaian:
Sebelum menentukan persentase kerugian, kita menentukan kerugian (R) yang diperoleh Pak Rudi lebih dulu.
i) R = HJ − HB
= 40.000.000 − 38.000.000
= 2.000.000
ii) PR = R/HB × 100%
= 2.000.000/40.000.000 x 100%
= 5%
Jadi, persentase kerugian yang diditanggung oleh Pak Rudi adalah 5%.
Menentukan bunga tunggal
>Contoh Kasus Bunga Tunggal:
Pak Rudi berencana membangun usaha produksi sepatu di daerahTanggulangin Sidoarjo. Untuk memenuhi kebutuhan modalnya, Pak Rudi berencana meminjam uang di Bank sebesar Rp. 200.000.000,00 (dibaca: dua ratus juta rupiah) dengan jangka waktu peminjaman selama 1 tahun (12 bulan). Ada dua bank yang menawarkan bantuan modal kepada Pak Rudi.
>Bank 1 memberikan bunga sebesar 20% per tahun.
Bank 2 memberikan bunga sebesar 2% per bulan.
Bank 3 memberikan bunga sebesar Rp23.000.000,00 pertahun untuk pinjaman sebesar Rp200.000.000,00.
Ketiga bank tersebut memberi persyaratan untuk mengangsur tiap bulan dengan nominal tetap. Jika kalian adalah Pak Rudi, maka Bank mana yang akan kalian pilih untuk meminjam modal usaha?
>Penjelasan:
Pada kasus tersebut, mari kita uraikan besarnya bunga yang harus kita tanggung dari meminjam uang tersebut.
Bunga di Bank 1 = 20% × 200.000.000 = 40.000.000 (selama 1 tahun)
Bunga di Bank 2 = 2% × 200.000.000 = 4.000.000 (selama 1 bulan)
>Ingat, besarnya persentase bunga yang diberikan oleh Bank 2 adalah dalam satuan bulan, sehingga jika langsung kita kalikan dengan besarnya modal,maka didapat nominal bunga dalam satuan bulan juga. Karena Pak Rudi berencana meminjam selama 12 bulan, maka besarnya bunga menjadi 4.000.000 × 12 = 48.000.000.
>Bunga di Bank 3
Bunga diBank 3 adalah 23.000.000 pertahun untuk setiap pinjaman 200.000.000. Dengan kata lain bunga selama 2 tahun adalah 23.000.000 × 2 = 46.000.000.
Dengan memperhatikan nominal bunga yang harus kita tanggung jika kita minjam modal di Bank 1, Bank 2, dan Bank 3 tersebut tentu kita akan memilih meminjam di Bank 1, karena beban bunga yang harus kita tanggung adalah paling ringan.
>Contoh Kasus Bunga Tunggal:
Pak Rudi berencana membangun usaha produksi sepatu di daerahTanggulangin Sidoarjo. Untuk memenuhi kebutuhan modalnya, Pak Rudi berencana meminjam uang di Bank sebesar Rp. 200.000.000,00 (dibaca: dua ratus juta rupiah) dengan jangka waktu peminjaman selama 1 tahun (12 bulan). Ada dua bank yang menawarkan bantuan modal kepada Pak Rudi.
>Bank 1 memberikan bunga sebesar 20% per tahun.
Bank 2 memberikan bunga sebesar 2% per bulan.
Bank 3 memberikan bunga sebesar Rp23.000.000,00 pertahun untuk pinjaman sebesar Rp200.000.000,00.
Ketiga bank tersebut memberi persyaratan untuk mengangsur tiap bulan dengan nominal tetap. Jika kalian adalah Pak Rudi, maka Bank mana yang akan kalian pilih untuk meminjam modal usaha?
>Penjelasan:
Pada kasus tersebut, mari kita uraikan besarnya bunga yang harus kita tanggung dari meminjam uang tersebut.
Bunga di Bank 1 = 20% × 200.000.000 = 40.000.000 (selama 1 tahun)
Bunga di Bank 2 = 2% × 200.000.000 = 4.000.000 (selama 1 bulan)
>Ingat, besarnya persentase bunga yang diberikan oleh Bank 2 adalah dalam satuan bulan, sehingga jika langsung kita kalikan dengan besarnya modal,maka didapat nominal bunga dalam satuan bulan juga. Karena Pak Rudi berencana meminjam selama 12 bulan, maka besarnya bunga menjadi 4.000.000 × 12 = 48.000.000.
>Bunga di Bank 3
Bunga diBank 3 adalah 23.000.000 pertahun untuk setiap pinjaman 200.000.000. Dengan kata lain bunga selama 2 tahun adalah 23.000.000 × 2 = 46.000.000.
Dengan memperhatikan nominal bunga yang harus kita tanggung jika kita minjam modal di Bank 1, Bank 2, dan Bank 3 tersebut tentu kita akan memilih meminjam di Bank 1, karena beban bunga yang harus kita tanggung adalah paling ringan.
Diskon (Potongan)
>Secara umum, diskon merupakan potongan harga yang diberikan oleh penjual terhadap suatu barang.
>Misal suatu barang bertuliskan harga Rp200.000,00 dengan diskon 15%. Ini berarti barang tersebut mendapatkan potongan sebesar 15% × 200.000 = 30.000. Sehingga harga barang tersebut setelah dipotong adalah 200.000 − 30.000 = 170.000.
Pajak
>Jika diskon adalah potongan atau pengurangan nilai terhadap nilai atau harga awal, maka sebaliknya pajak adalah besaran nilai suatu barang atau jasa yang wajib dibayarkan oleh masyarakat kepada Pemerintah. Besarnya pajak diatur oleh peraturan perundang-undangan sesuai dengan jenis pajak. Dalam transaksi jual beli terdapat jenis pajak yang harus dibayar oleh pembeli, yaitu Pajak Pertambahan Nilai (PPN).
>Secara umum, diskon merupakan potongan harga yang diberikan oleh penjual terhadap suatu barang.
>Misal suatu barang bertuliskan harga Rp200.000,00 dengan diskon 15%. Ini berarti barang tersebut mendapatkan potongan sebesar 15% × 200.000 = 30.000. Sehingga harga barang tersebut setelah dipotong adalah 200.000 − 30.000 = 170.000.
Pajak
>Jika diskon adalah potongan atau pengurangan nilai terhadap nilai atau harga awal, maka sebaliknya pajak adalah besaran nilai suatu barang atau jasa yang wajib dibayarkan oleh masyarakat kepada Pemerintah. Besarnya pajak diatur oleh peraturan perundang-undangan sesuai dengan jenis pajak. Dalam transaksi jual beli terdapat jenis pajak yang harus dibayar oleh pembeli, yaitu Pajak Pertambahan Nilai (PPN).
Bruto, Neto, dan Tara
>Istilah Neto diartikan sebagai berat dari suatu benda tanpa pembungkus benda tersebut. Neto juga dikenal dengan istilah berat bersih.
>Istilah Bruto diartikan sebagai berat darisuatu benda bersama pembungkusnya. Bruto juga dikenal dengan istilah berat kotor.
>Istilah Tara diartikan sebagai selisih antara bruto dengan neto.
Persentase Neto dan Tara:
Misal diketahui Neto = N, Tara = T, dan Bruto = B
Persentase Neto = %N, Persentase Tara = %T
Persentase neto dapat dirumuskan:
%N = N/B x 100%
Persentase tara dapat dirumuskan:
%T = T/B x 100%
>Istilah Neto diartikan sebagai berat dari suatu benda tanpa pembungkus benda tersebut. Neto juga dikenal dengan istilah berat bersih.
>Istilah Bruto diartikan sebagai berat darisuatu benda bersama pembungkusnya. Bruto juga dikenal dengan istilah berat kotor.
>Istilah Tara diartikan sebagai selisih antara bruto dengan neto.
Persentase Neto dan Tara:
Misal diketahui Neto = N, Tara = T, dan Bruto = B
Persentase Neto = %N, Persentase Tara = %T
Persentase neto dapat dirumuskan:
%N = N/B x 100%
Persentase tara dapat dirumuskan:
%T = T/B x 100%
ㅤ:¨·.·¨: Tenses - Simple Present 🦋 ! ㅤㅤ
─────────────────ㅤ
Simple Present tersebut dapat kita artikan sebagai bentuk kata kerja yang paling sederhana dari jenis tense lainnya. Kata Kerja ini digunakan untuk menyatakan kegiatan sehari-hari, berulang seperti rutinitas atau kebiasaan. Ini menjadi salah satu tenses yang paling sering dipakai dalam bahasa Inggris.
─────────────────ㅤ
Simple Present tersebut dapat kita artikan sebagai bentuk kata kerja yang paling sederhana dari jenis tense lainnya. Kata Kerja ini digunakan untuk menyatakan kegiatan sehari-hari, berulang seperti rutinitas atau kebiasaan. Ini menjadi salah satu tenses yang paling sering dipakai dalam bahasa Inggris.
🌊 Rumus Simple Present ₎ა
🏷 1. Nominal Simple Present
(+) S + to be (am/is/are) + adjective/adverb
(-) Subject + to be (am/is/are) + not + adverb
(?) To be (am/is/are) + S + adjective/adverb?
💭 ᵕ ᵔ˶ Contoh Kalimat
(+) He is very patience
(-) He is not/isn’t very patience
(?) Is he patience?
🏷 1. Nominal Simple Present
(+) S + to be (am/is/are) + adjective/adverb
(-) Subject + to be (am/is/are) + not + adverb
(?) To be (am/is/are) + S + adjective/adverb?
💭 ᵕ ᵔ˶ Contoh Kalimat
(+) He is very patience
(-) He is not/isn’t very patience
(?) Is he patience?
🏷 2. Verbal Simple Present
(+) S + verb 1 (+ s/es) + O
(-) S + do/doesn’t + V 1 + O
(?) Does/Do+ S + V 1 + O?
💭 ᵕ ᵔ˶ Contoh Kalimat
(+) She goes to school
(-) She doesn’t go to school
(?) Does she go to school?
(+) S + verb 1 (+ s/es) + O
(-) S + do/doesn’t + V 1 + O
(?) Does/Do+ S + V 1 + O?
💭 ᵕ ᵔ˶ Contoh Kalimat
(+) She goes to school
(-) She doesn’t go to school
(?) Does she go to school?
📜 › ˖ N O T E . Ꞌ ࣪𓂃
— Subjek he / she / it menggunakan does / doesn’t
— Subjek they / we / i /you menggunakan do
— Subjek he / she / it menggunakan does / doesn’t
— Subjek they / we / i /you menggunakan do
🏷 Fungsi Simple Present Tenses ✨
O1. Menyatakan Kegiatan Sehari-Hari (Daily Activity)
Aktivitas setiap hari mulai dari bangun tidur sampai tidur lagi.
contoh :
— I go to school everyday
(Aku pergi ke sekolah setiap hari)
O2. Menyatakan Peristiwa yang Umum Terjadi dan Tidak Bisa Dibantah
Bisa juga menyatakan kebenaran umum atau general truth.
contoh :
— The sun rises from the east
(Matahari terbit dari arah timur.)
O3. Menyatakan Permintaan atau Perintah Pada Lawan Bicara
contoh :
— Please, open the door, Adit!
(tolong buka pintunya, adit!)
O4. Menyatakan Peristiwa yang Sudah Dapat Dipastikan Akan Terjadi atau Dijadwalkan
contoh:
— I will be visiting Grandpa’s house every weekend
(Aku akan berkunjung ke rumah kakek setiap akhir pekan)
— My father will go home once a month
(Ayahku akan pulang sebulan sekali).
O5. Menunjukkan Kemampuan, Watak dan Sifat Seseorang
contoh :
— Ana and Ani speak English fluently
— (Ana dan Ani berbicara Bahasa Inggris dengan lancar)
Sumber : https://visitpare.com/pojok-bahasa/bahasa-inggris/
┏━━━━━━━━ ★ ━━━━━━━━┓
✎📚 🅒🅡: @learningwm
✎📚 🅗🅐🅢🅣🅐🅖: #English
┗━━━━━━━━ ★ ━━━━━━━━┛
O1. Menyatakan Kegiatan Sehari-Hari (Daily Activity)
Aktivitas setiap hari mulai dari bangun tidur sampai tidur lagi.
contoh :
— I go to school everyday
(Aku pergi ke sekolah setiap hari)
O2. Menyatakan Peristiwa yang Umum Terjadi dan Tidak Bisa Dibantah
Bisa juga menyatakan kebenaran umum atau general truth.
contoh :
— The sun rises from the east
(Matahari terbit dari arah timur.)
O3. Menyatakan Permintaan atau Perintah Pada Lawan Bicara
contoh :
— Please, open the door, Adit!
(tolong buka pintunya, adit!)
O4. Menyatakan Peristiwa yang Sudah Dapat Dipastikan Akan Terjadi atau Dijadwalkan
contoh:
— I will be visiting Grandpa’s house every weekend
(Aku akan berkunjung ke rumah kakek setiap akhir pekan)
— My father will go home once a month
(Ayahku akan pulang sebulan sekali).
O5. Menunjukkan Kemampuan, Watak dan Sifat Seseorang
contoh :
— Ana and Ani speak English fluently
— (Ana dan Ani berbicara Bahasa Inggris dengan lancar)
Sumber : https://visitpare.com/pojok-bahasa/bahasa-inggris/
┏━━━━━━━━ ★ ━━━━━━━━┓
✎📚 🅒🅡: @learningwm
✎📚 🅗🅐🅢🅣🅐🅖: #English
┗━━━━━━━━ ★ ━━━━━━━━┛
This media is not supported in your browser
VIEW IN TELEGRAM