Kelas Afirmasi Online
9.11K subscribers
1.37K photos
43 videos
21 files
1.56K links
Allah sesuai prasangka hambaNya
Download Telegram
to view and join the conversation
Untuk Anda yang Merasa Terpuruk

Pada akhirnya, meratapi diri sendiri itu sia-sia. Sama sia-sianya menunggu seseorang datang dan peduli.

Sebab orang yang kita harapkan datang, dia pun sedang sibuk dengan impiannya, dengan urusannya, atau malah dengan masalahnya.

Pada akhirnya, mengakhiri apa yang disebut sebagai penderitaan diawali dari satu niat untuk berdiri dengan kaki sendiri.

Satu langkah kaki, meskipun tidak langsung mendapatkan sesuap nasi, tapi wujud sebuah tekad, wujud sebuah doa.

Doa inilah yang sampai ke langit, meninggalkan kita yang masih tertatih melangkah di bumi, mempercepat apa yang ingin kita wujudkan.

Pertolongan Allah tidak sekasat mata yang kita harapkan, tidak selogis yang kita pikirkan. Tapi selalu hadir bersama kekuatan tekad dan doa.

Maka bangunlah! Mulailah usaha dengan harapan yang besar. Buang semua ketakutan.

Bila kita percaya Allah Maha Memberi Rezeki, cukup lakukan apa yang Allah sukai, dan percayalah DIA akan memberi hadiahNya.

Allah suka dengan orang yang selalu berharap kepadaNya, senantiasa berikhtiar dengan kekuatan yang dititipkanNya, maka bekerjalah!

Pada hakikatnya, pekerjaan kita adalah cara kita beribadah kepadaNya, cara kita menanam amal terbaik untuk akhirat kelak. Ada pun rezeki, sudah pasti datang sendiri.

Bila kita mendekati Allah dengan amal kita, dengan usaha kita, maka Allah akan mendekati kita dengan kekuatanNya.

Bila kita mendekatiNya dengan cara tertatih-tatih, maka Allah mendekati kita dengan berlari. Terpenting NIAT, TEKAD, dan DOA.

Sekali lagi, bekerjalah! Mulai dari apa yang terpikirkan, lalu kembangkan seiring datangnya gagasan baru, serta konsistenlah!

Jangan lupa, iringi dengan dzikir sambil membayangkan impian terwujud. Maka kerja jadi ringan, beban jadi hilang dan keajaiban datang!

Wallahu'alam
Ahmad Sofyan Hadi
Join Channel Telegram Kelas Afirmasi Online
t.me/KelasAfirmasiOnline
t.me/KelasAfirmasiOnline
t.me/KelasAfirmasiOnline

=======================

Ikuti Kuliah Online WhatsApp & Zoom Meeting

"Membongkar Rahasia Diri melalui Analisa Tanda Tangan"

Setiap Sabtu & Minggu
Pukul 19.30-21.00 WIB

GRATIS

Pendaftaran
www.behindsign.com
www.behindsign.com
www.behindsign.com
Untuk Anda yang Mau Menikah

Pengalaman kami melakukan terapi kepada orang yang sudah berkeluarga, banyak yang mengeluhkan sifat pasangan.

Paling "ringan" adalah kurang perhatian, paling "berat" adalah KDRT disertai perselingkuhan.

Tulisan ini bermaksud mengingatkan Anda yang masih lajang, agar pernikahan langgeng, bahagia, dan selalu saling mengisi satu sama lain.

Sebab setelah dicermati, masalah diatas diawali sejak sebelum pernikahan, sejak mereka masih gadis atau bujang.

Biar saya perjelas:

Masalah pasangan kurang perhatian, KDRT, bahkan perselingkuhan disebabkan sejak mereka belum menikah.

Yaitu berupa ketakutan, kebencian, amarah, atau kesedihan yang dipendam atas sikap orang tuanya.

Emosi negatif yang dipendam diatas, berubah menjadi fokus pikiran sehingga tak sadar justru menarik realitas sejenis.

Dengan kata lain, sikap pasangan yang dianggap bermasalah, ternyata mirip dengan sikap orang tua yang juga dulu bermasalah.

Contoh, ayahnya menikah lagi meninggalkan ibu, ternyata suami sekarang pun selingkuh dan mengabaikan istri dan anak.

Atau dulu ibunya mudah marah kepada anak, ternyata sekarang istrinya pun mudah marah kepada anak.

Kok mirip?

Sekali lagi, pikiran selalu menarik realitas sejenis dan apa yang paling sering dirasakan menjadi fokus pikiran.

Ada seorang istri yang mengadu kepada saya karena suaminya memiliki banyak selir, istilah dia untuk wanita simpanan suaminya.

Lalu anak-anaknya pun setelah dewasa dan kuliah di luar negeri, tak ada yang perhatian, sibuk dengan urusan masing-masing.

Dia mengatakan, "tak ada yang mencintaiku, sejak dulu tak ada yang perhatian kepadaku."

Pernyataan dia itulah yang menjadi kunci pemahaman saya, bahwa perasaan apa yang paling dirasakan sejak sebelum menikah, membawa pada realitas mengalami peristiwa yang menguatkan perasaan itu lagi.

Kenyataannya, orang yang merasa kurang dicintai, mudah terperdaya dengan perhatian sekedar pertanyaan "sudah makan belum?" Merasa itu mata air segar di gurun pasir penuh dahaga.

Padahal bisa saja sipenanya bertanya hal yang sama ke orang lain, lebih dari satu malah.

Keputusan mudah percaya inilah yang membuatnya mudah jatuh dan tertimpa tangga pada pernikahannya.

Jadi saya mengingatkan Anda yang belum menikah, sepanjang memendam emosi negatif terhadap sikap orang tua, maka justru "menarik" pasangan yang memiliki sikap itu.

Sederhananya, kebencian membuat pikiran fokus pada apa yang dibenci, akhirnya menarik realitas bertemu sosok dengan sifat yang dibenci.

Biasanya, sifat asli seseorang nampak setelah menikah terutama setelah memiliki anak. Bukan saat pacaran atau baru menikah.

Lalu solusinya bagaimana?

Bila Anda berniat menikah sekali seumur hidup alias langgeng bersama pasangan kelak.

Bila menurut Anda pernikahan itu penting, lebih penting daripada kuliah ke luar negeri, dan bila menurut Anda mendidik anak itu sangat penting, maka Anda perlu memastikan semua emosi negatif karena pola asuh orang tua sudah release.

Caranya adalah tulis semua sikap negatif orang tua yang pernah Anda terima. Sekedar Anda melihat ayah memarahi kakak waktu kecil dulu.

Semakin banyak daftarnya, semakin baik, semakin membuat sesak atau tak nyaman menulisnya, semakin baik.

Setelah ditulis, bacalah satu dulu kemudian bayangkan lagi seolah-olah sedang terjadi lalu ucapkan,

"Aku mengasihimu (papa/mama), aku menyesal, maafkan aku (papa/mama), terima kasih."

Ucapkan berulangkali.

Bila emosi memuncak, lanjutkan sampai lega ATAU ganti dengan istighfar berulang kali sampai lega.

Pertahankan imajinasi di gambaran itu, jangan diganti, sambil terus ucapkan kalimat yang saya ajarkan diatas.

Memang proses ini tidak nyaman, ada pemberontakan di hati Anda, tak apa. Ini adalah proses melepas emosi negatif itu.

Ulangi terus sampai hati Anda damai, pikiran tenang. Jadi saat membayangkan imajinasi tersebut, biasa saja, netral saja.

Lalu bacalah daftar kedua, lakukan hal yang sama sampai lega. Demikian seterusnya.
Ini adalah awal untuk melepas emosi negatif, agar pikiran memilih fokus pada hal-hal yang menyenangkan bukan fokus pada hal yang dibenci, yang membuat sedih, yang disesali, atau yang membuat marah.

Sebab, Anda tak mau salah pilih pasangan bukan?

Wallahu'alam
Ahmad Sofyan Hadi
Penulis buku Reset Hati Instal Pikiran

youtube.com/AhmadSofyanHadi

======================

Anda masih lajang dan mau menikah? Yuk ikuti kelas online pra nikah di Channel Telegram Afirmasi Nikah

t.me/KelasJodohOnline
t.me/KelasJodohOnline
t.me/KelasJodohOnline
Pagi Ini

Pagi ini, lihatlah kaca dan ucapkan

Terima kasih (sebut nama sendiri)

Kamu telah menemaniku sejauh ini.

Menemani sukaku, menemani dukaku, menemani beraniku, menemani takutku.

Terima kasih (sebut nama) telah menjadi teman terbaik, telah menjadi pelindung terkuat, telah menjadi pemandu terhebat.

Aku kagum dengan kesetiaanmu, dengan ketulusanmu, dengan kedamaian cintamu.

Terima kasih (sebut nama) aku memilih mencintaimu, memilih berterima kasih untukmu, kamu benar-benar hebat, kamu luar biasa.

Aku mencintaimu.

Lalu biarkan mata semakin hangat dan air menetes satu per satu. Biarkan mata menangis haru, biarkan.

Lalu berdzikirlah sepanjang hari, sepanjang sempat, sepanjang ingat.

Wallahu'alam
Ahmad Sofyan Hadi
Penulis buku Reset Hati Instal Pikiran
https://t.me/AudioKAO/39

Saya merekam sebuah audio dengan mic terbaik.

Bela-belain beli penyambung dari colokan USB ke type C agar bisa pakai mic itu.

Maka pagi-pagi kemarin saya rekam, Alhamdulillah pembawaan santai jadi -menurut saya- kualitas story tellingnya bagus.

Lalu setelah selesai, saya dengarkan ulang.

Lho kok suaranya begini?

Lalu cari aplikasi edit audio tapi belum nemu yang memuaskan.

Akhirnya audio ini saya posting aslinya sekarang, saya soalnya kalau dihapus.

Kalau teman-teman tahu aplikasi buat edit audio diatas, kasih tahu ya.

Terima kasih πŸ˜ŠπŸ™
Teman-teman, apa menariknya bila hidup penuh KEAJAIBAN?

Apa untungnya bila mendapatkan rizki dari sumber yang tak disangka?

Ternyata itu semua bisa DIPELAJARI dan DITIRU!

Silahkan klik Channel Telegram

t.me/KelasAfirmasiOnline

yang membahas tentang AFIRMASI dan KEKUATAN PRASANGKA.

Bahasannya sederhana, mudah dipahami, serta terpenting mengaitkan Law of Attraction dengan TAUHID.

Sudah banyak member yang mempraktekkan dan BERHASIL.

Bila hidup bisa lebih mudah, kenapa bertahan dengan cara yang sulit?

Silahkan invite Channel
πŸ‘‡πŸ‘‡πŸ‘‡πŸ‘‡πŸ‘‡πŸ‘‡πŸ‘‡πŸ‘‡πŸ‘‡
t.me/KelasAfirmasiOnline
t.me/KelasAfirmasiOnline
t.me/KelasAfirmasiOnline
Silahkan share ya agar semakin banyak yang mendapatkan manfaatnya.
Teman-teman, tulisan berikut ini jangan dishare kecuali BERMANFAAT.

πŸ‘‡πŸ‘‡πŸ‘‡πŸ‘‡πŸ‘‡πŸ‘‡πŸ‘‡πŸ‘‡πŸ‘‡πŸ‘‡πŸ‘‡πŸ‘‡
Dibalik Curhat

Pernah gak sih kamu merasa nyaman setelah curhat? Lega aja rasanya. Apalagi yang dengerin curhatan kamu bersikap empati bahkan membela kamu.

Tapi hati-hati lho, bisa jadi masalah yang kamu curhatin gak ada ujungnya alias terjadi lagi, terjadi lagi.

Pastinya kamu gak mau kan?

Tapi kok bisa ya curhat membuat masalah terjadi lagi? Baca sampai beres ya tulisan ini.

Tanpa disadari, kita semua memiliki ketergantungan terhadap sesuatu yang disebut "enak" atau "nikmat".

Ada banyak orang yang ketagihan baca Al Quran dan artinya karena merasa tenaaaaang banget setelah baca. Kayak bisa ngobrol sama Sang Pencipta.

Ada lagi orang-orang yang ketagihan merokok atau main game karena dianggap seru dan menantang.

Intinya badan tuh kayak "nagih" kalau gak melakukan apa yang dianggap enak atau nikmat tadi.

Nah saat curhat, tak sadar nih, saat seseorang menjawab dengan jawaban empati, atau menunjukkan dukungan, hati tuh seneng banget.

Berasa dapat kekuatan.

Coba, pernah gak?

Nah perasaan senang ini dikodekan sebagai "kenikmatan" oleh pikiran. Sehingga tak sadar pikiran memprogram mendapat kenikmatan atau kesenangan dengan cara mendapatkan empati.

Alias menceritakan penderitaan dulu, baru mendapatkan empati. Alias mesti menderita dulu. Semakin menderita, semakin seru diceritain, semakin asik saat mendapatkan respon, "sabar ya sayang" dari teman.

Coba aja rasain, bagaimana perasaan kamu saat setelah curhat, seseorang mengatakan, "gila kamu sabar banget!" Atau "sabar ya sayang, sini aku peluk."

Kamu tuh jadi nyaman, tenang, bahkan kayak dapet air minum sejuk ditengah haus saat panas terik.

Benar kan?

Nah disaat kamu merasa nyaman, maka pikiran mengatakan, "Ooh ini yang bikin aku enak? Ini lho yang bikin aku nyaman? Baiklah, nanti bikin kayak gini lagi!"

Maka tak sadar pikiran mengarahkan kamu ke penderitaan berikutnya, biar bisa curhat, biar bisa mendapatkan kesenangan, kenikmatan kayak kemarin lagi!

Gak percaya? Coba aja inget-inget, kamu dapat masalah lagi kan setelah curhat? Dapat penderitaan lagi kan?

Kok seperti gak berujung ya?

Iyalah, soalnya kamu perpanjang sih lewat curhat.

Masih mau curhat?

Wallahu'alam
Ahmad Sofyan Hadi
Penulis Buku Reset Hati Instal Pikiran

Join Channel Telegram Kelas Afirmasi Online:

t.me/kelasafirmasionline

=======================

Ikuti Kuliah Online Membongkar Rahasia (Prasangka) Diri melalui Analisa Tanda Tangan

Sabtu & Minggu, 4-5 Desember 2021

Pukul 19.30-21.00 WIB

Group WhatsApp & Zoom Meeting

Daftar GRATIS:
(undangan dikirim hari Jumat melalui email)

www.behindsign.com
www.behindsign.com
www.behindsign.com
Untuk teman-teman yang baru bergabung, saya ucapkan selamat datang.

Diatas saya posting video favorit saya, sebab berisi sugesti positif ke diri sendiri.

Bagi yang sering menonton, tidak ada salahnya menonton lagi.

Anda adalah orang hebat 😊
Untuk teman-teman yang sudah membeli buku Reset Hati Instal Pikiran, pastikan gabung ke group khusus RHIP sebab malam ini ada zoom meeting Tiga Bahasa Pikiran
Bagi teman-teman yang sudah beli buku RHIP & belum masuk group, silahkan cek WA-nya atau japri langsung ke saya via telegram ya.
Hasil Akhir

Saya sudah mengetik tulisan untuk dikirim ke seluruh kontak email BehinDsign, berisi info KulWapZoom malam ini.

Tapi admin memberi tahu bahwa server penyedia kirim email ikut terbakar di Gedung Cyber Jakarta.

Artinya dalam beberapa hari ke depan tidak ada email yang bisa saya kirim, otomatis hanya mengandalkan komunikasi di telegram Kelas Afirmasi Online.

Apakah akan berpengaruh ke jumlah peserta KulWapZoom nanti malam dan malam besok? Wallahu'alam.

Kadang proses tidak mesti selurus hasil. Contohnya begini:

Saya menggelar dagangan di sebuah pasar kaget, ternyata hujan turun dan barang dagangan bahkan basah.

Apakah saya tidak mendapat laba?

Dari usaha dagang, jelas iya. Bahkan barang yang rusak mesti saya tanggung. Tapi beberapa waktu kemudian, saya mendapatkan kiriman uang dari seseorang, rutin setiap bulan selama setahun. Lebih besar daripada laba dagang.

Itu kisah dulu waktu mahasiswa.

Atau pengalaman kemarin.

Saya membuat rekaman video yang menurut saya sangat bagus untuk konten di YouTube sebab materinya berkorelasi dengan materi telegram sebelumnya.

Kurang lebih 20 menit saya menjelaskan dengan antusias. Lalu saat diputar ulang, ternyata terdengar suara air dari kamar mandi.

Ya sudah, tidak bisa diposting.

Saya lupa kalau microphone ini ternyata masih merekam suara sekeliling.

Lain waktu saya merekam menggunakan soundcard, wah ini sudah keren sekali. Bahkan saya putar lagu layaknya penyiar radio.

Jelas saya sangat antusias menjelaskan konten materi dengan gaya berbeda. Saya sudah yakin konten ini disukai member kelas afirmasi online.

Setelah selesai dan saya putar ulang, ternyata hanya suara lagu yang terdengar. Sementara suara saya hilang ditelan kabel panjang entah yang mana.

Intinya salah nyolokin kabel.

Allahu Akbar.

Jujur, setelah itu rasanya ingin ngemut microphone-nya. Saking gemesnya.

Tapi saya memutuskan proses tidak selurus hasil. Saya memilih hasil akhirnya tetap baik, peserta kelas afirmasi online tetap dapat pencerahan, tetap dapat ilmu.

Maka jadilah audio yang direkam apa adanya. Diantaranya tentang curhat & menyalahakan.

Jadi ketika proses tidak berjalan baik, atau ada masalah. Saya memilih fokus pada hasil, berdoa kepada Allah agar hasilnya tetap baik.

Meskipun saya tidak bisa mengirim email ke seluruh member BehinDsign, tapi mudah-mudahan tetap bisa mengirim pesan kebaikan ke lebih banyak orang dengan berbagai cara yang Allah tentukan. Aaamiin.

Ahmad Sofyan Hadi
Penulis Buku Reset Hati Instal Pikiran