Laut. Bisakah bewarna banyak? Biru sebab dalamnya sang air, kuning sebab terpaan cahaya sang matahari, putih sebab sang pasir, dan banyak lainnya. Laut itu sama seperti diriku, aku ini hidup. Aku hidup, dan aku perlu hidupku bewarna seperti laut. Apapun warna nya. Laut itu bebas, sama seperti diriku inginnya diriku bebas. Wahai, apapun bentuk laut itu, mereka tetap memiliki warna yang khas, dengan kebebasan tiada tara.
Lyra, seorang wanita muda bertubuh ramping dengan rambut panjang berwarna coklat gelap yang agak merah marun. Bergantung pada jenis pencahayaan, rambutnya mungkin terlihat ungu juga. Dia sering menatanya dengan kepang tebal di bahu kanannya dan menyapu poni di sisi yang sama. Selain itu, dia memiliki helai di setiap sisi bagian bawah rambutnya yang melengkung ke luar. Matanya berwarna teal gelap.
Pada awalnya, Lyra diperlihatkan memiliki sikap yang sangat manis dan semacam 'wallflower' perspektif hidup. Dia ramah, menarik, membantu, cukup kaku, tidak percaya diri, teliti, menjadikannya wanita yang cukup bertanggung jawab. Dia juga cukup optimis dan berpikiran kuat, tidak mudah putus asa dan tetap teguh dalam keyakinannya, selalu memikirkan teman-temannya dahulu.
Pada awalnya, Lyra diperlihatkan memiliki sikap yang sangat manis dan semacam 'wallflower' perspektif hidup. Dia ramah, menarik, membantu, cukup kaku, tidak percaya diri, teliti, menjadikannya wanita yang cukup bertanggung jawab. Dia juga cukup optimis dan berpikiran kuat, tidak mudah putus asa dan tetap teguh dalam keyakinannya, selalu memikirkan teman-temannya dahulu.
"Wahai kau yang patah hati, jiwamu kini telah lelah...
Apakah kau berpaling pada air pasang untuk menelan airmata kesepianmu?
Semoga ombak menerima dirimu, semoga ia lembut menenangkan dirimu hingga kau terlelap...
Menghilangkan semua luka dan rasa sakit yang kau bawa selama ini...
Namun bila kau memberinya kesempatan, akankah kau melupakan masa lalumu?
Kau dan aku, bisa memulainya kembali...
Kita bisa mencinta kembali, sayangku."
Apakah kau berpaling pada air pasang untuk menelan airmata kesepianmu?
Semoga ombak menerima dirimu, semoga ia lembut menenangkan dirimu hingga kau terlelap...
Menghilangkan semua luka dan rasa sakit yang kau bawa selama ini...
Namun bila kau memberinya kesempatan, akankah kau melupakan masa lalumu?
Kau dan aku, bisa memulainya kembali...
Kita bisa mencinta kembali, sayangku."