E—ND PATH: OPEN via @PsstRobot
Rwanda @Shibliu. read the whisper
@Shibliu the reason we broke up cause we loved each other so much that somewhere along the way, we started hating each other too. Kita saling mencintai, tapi juga tahu persis bagaimana cara paling menyakitkan untuk menghancurkan satu sama lain. Setiap bertengkar, kita selalu tau harus berkata apa untuk membuat yang lain terluka. “Aku benci kamu.” “Kalau begitu pergi.” “Aku harap kita engga pernah bertemu sama sekali.” Lalu beberapa jam kemudian kita kembali berpelukan seolah tidak pernah terjadi apa-apa. Kita saling menyakiti, saling meminta maaf, lalu mengulanginya lagi. Kamu sengaja membuatku cemburu, aku sengaja bersikap dingin hanya untuk melihat seberapa jauh kamu akan mengejarku. Kita sama-sama tau hubungan ini sudah toxic, tapi terlalu takut kehilangan untuk benar-benar pergi. Sampai akhirnya aku sadar, kita bukan lagi dua orang yang sedang mempertahankan hubungan. Kita cuma dua orang yang terlalu takut berpisah, tapi terlalu sakit untuk terus bersama. Jadi kali ini, aku benar-benar pergi. Aku masih mencintaimu, mungkin kamu juga masih mencintaiku. Tapi kalau cinta kita selalu berakhir dengan keinginan untuk saling menghancurkan, mungkin membencimu dari kejauhan jauh lebih baik daripada terus mencintaimu seperti ini.
❤1🔥1
E—ND PATH: OPEN via @PsstRobot
Eugenia @hyyunryu; read the whisper
@hyyunryu the reason we broke up cause kita saling mencintai, tapi cinta kita datang di waktu yang salah. Kita bertemu ketika hidup kita sedang membawa kita ke arah yang berbeda. Saat aku ingin menetap, kamu justru harus pergi. Saat kamu akhirnya siap untuk mencintai, aku sudah terlalu lelah untuk memulai semuanya dari awal. Lucunya, kalau saja kita bertemu beberapa tahun lebih awal, atau mungkin beberapa tahun lebih lambat, mungkin cerita kita akan berakhir dengan cara yang berbeda. Tapi kita tidak bisa mengubah waktu, kan? Aku tidak pernah berhenti mencintaimu, dan mungkin sebagian dari dirimu juga masih menyimpan rasa yang sama. Hanya saja, cinta kita tidak cukup untuk membuat keadaan berpihak kepada kita. Jadi daripada terus memaksakan sesuatu yang sejak awal tidak pernah punya waktu yang tepat, mungkin lebih baik kita berhenti di sini. Aku akan tetap mengingatmu sebagai seseorang yang pernah membuatku percaya bahwa aku bisa mencintai seseorang sedalam itu. Dan kalau suatu hari nanti kita bertemu lagi, semoga saat itu hidup sudah tidak lagi membawa kita ke arah yang berbeda.
❤1
E—ND PATH: OPEN via @PsstRobot
Southern. read the whisper
Siapa ini ga bisa di tap
E—ND PATH: OPEN via @PsstRobot
Southern. read the whisper
@OIldestDream the reason we broke up cause kamu sakit, dan kamu memilih pergi dariku sebelum aku sempat tahu seberapa parah keadaanmu. Kamu bilang sudah tidak mencintaiku lagi, menyuruhku berhenti menunggumu dan mencari seseorang yang bisa memberiku kehidupan yang lebih baik dan layak. Bahkan kamu menyuruhku mencari penggantimu, seolah aku bisa semudah itu menggantikan seseorang yang sudah menjadi bagian dari hidupku. Aku marah. Bukan karena kamu memilih pergi, tapi karena kamu tidak memberiku kesempatan untuk memilih tetap tinggal. Kalau saja aku tahu keadaanmu separah itu, mungkin aku akan tetap memelukmu dan bilang bahwa aku tidak peduli berapa lama harus menunggu. Tapi kamu sudah terlanjur pergi, meninggalkanku dengan satu pertanyaan yang tidak pernah bisa kujawab. Sebelum kamu pergi, apa kamu benar-benar ingin meninggalkanku, atau kamu hanya terlalu takut melihatku hancur ketika suatu hari nanti kamu tidak bisa lagi berada di sisiku? Kalau aku boleh memilih lagi, aku tidak akan membiarkanmu pergi sendirian.
❤1
E—ND PATH: OPEN via @PsstRobot
Aurora's serotonin boost, Brigita. read the whisper
@eTsukuyomi the reason we broke up cause ternyata kita lebih cocok sebagai sahabat daripada sepasang kekasih. Awalnya aku pikir rasa nyaman yang kurasakan saat bersamamu adalah cinta. Kita selalu bisa tertawa bersama, saling memahami tanpa perlu banyak bicara, dan kamu selalu menjadi orang pertama yang ingin kucari setiap kali ada sesuatu terjadi dalam hidupku. Bukankah itu seharusnya cinta? Tapi semakin lama kita bersama, semakin aku sadar ada sesuatu yang terasa kurang. Aku menyayangimu, tentu saja. Aku bahkan tidak bisa membayangkan hidupku tanpa kehadiranmu. Hanya saja, mungkin aku tidak mencintaimu dengan cara yang seharusnya seorang kekasih mencintai pasangannya. Dan mungkin kamu juga merasakan hal yang sama. Jadi kita memilih untuk berhenti menjadi sepasang kekasih, sebelum hubungan ini menghancurkan persahabatan yang sebenarnya begitu berarti bagi kita. Mungkin kita memang tidak ditakdirkan untuk saling memiliki sebagai kekasih. Tapi kalau boleh memilih, aku tetap ingin memilikimu dalam hidupku, meskipun hanya sebagai sahabat yang akan selalu bisa kucari ketika dunia sedang terasa terlalu berat. Karena ternyata, tidak semua orang yang kita sayangi harus kita cintai secara romantis untuk tetap menjadi seseorang yang berarti.
❤1