Disabilitas Indonesia
58 subscribers
239 photos
2 files
408 links
Saluran resmi Komunitas Kartunet. Pusat literasi, opini kritis, advokasi, dan informasi aksesibilitas digital inklusif di Indonesia, mitra komunitas dari Disabilitas.com
Download Telegram
**Halo Kartuneters!** Minggu ini, Kartunet kembali menorehkan prestasi luar biasa! 81 Sahabat Inklusif baru bergabung dengan kita, membawa semangat inklusi yang semakin membara. Saya bangga melihat komunitas kita terus tumbuh dan berkembang!

**Puncak Papan Peringkat: Kak Celine!** Selamat, Kak Celine, atas kesuksesanmu di puncak leaderboard 'Game Si Paling Inklusif'! Kamu adalah contoh inspiratif bagi kita semua, menunjukkan bahwa inklusi dan keberanian dapat mencapai puncak kesuksesan!

**Survei Penting untuk Aksesibilitas!** Saya ingin meminta bantuanmu, Kartuneters, dalam dua survei penting yang dapat membantu meningkatkan aksesibilitas di Kartunet. Silakan ikuti tautan berikut untuk berpartisipasi dan berkontribusi pada perubahan positif!

**Mari kita terus berjuang untuk inklusi dan aksesibilitas bersama!**

Baca Selengkapnya di Sini
Hubungan Erat Teman Netra dengan Iklan Aplikasi

Iklan digital yang berlebihan dan tidak aksesibel menyulitkan penyandang disabilitas netra, memicu masalah navigasi, risiko keamanan, dan beban finansial. Solusi inklusi digital sangat dibutuhkan.

Baca Selengkapnya
Desember kelabu

Bagaimana rasanya saat hari paling istimewa justru terasa paling hampa? Kisah Vanela di 'Desember Kelabu' adalah cerminan pilu kerinduan akan kehangatan yang tak terucap.

Baca Selengkapnya
Pertemuan di Ujung Peluru: Merangkai Asa Menuju Inklusivitas Sejati

Jelajahi makna 'pertemuan di ujung peluru' dalam konteks disabilitas dan inklusivitas. Artikel ini membahas tantangan, solusi, dan inspirasi untuk masa depan yang lebih aksesibel.

Baca Selengkapnya
**Pertemuan di Ujung Peluru: Merangkai Asa Menuju Inklusivitas Sejati**

Halo, Kak! Pernahkah Anda merenungkan tentang momen-momen krusial dalam hidup, titik balik yang menuntut keputusan cepat, atau tantangan mendesak yang seolah berada di "ujung peluru"? Mari kita selami lebih dalam makna 'pertemuan di ujung peluru' ini dan bagaimana ia membentuk perjalanan kita menuju masyarakat yang lebih inklusif dan berdaya. **Mari kita bangkit dan mencari jalan keluar!** #Inklusivitas #Disabilitas #Kartunet

Baca Selengkapnya di Sini
Arti Di balik Mandiri Nggak Harus Sendirian: Mengapa Meminta Tolong Itu Bentuk Keberanian

Mengapa meminta tolong adalah bentuk keberanian? Psikologi menunjukkan bahwa meminta bantuan tidak mengurangi nilai kita sebagai pribadi yang mandiri, melainkan menunjukkan keberanian dan kesadaran diri.

Baca Selengkapnya
Final Fantasy, game klasik yang kini bisa dimainkan tunanetra

Keterbatasan bukan lagi penghalang! Final Fantasy, game legendaris yang memikat, kini bisa dimainkan oleh teman tunanetra. Penasaran bagaimana?

Baca Selengkapnya
**Kartuneters!**

Era digital membuka peluang karier luas bagi penyandang disabilitas netra! Namun, untuk menembus industri teknologi, tunanetra harus memiliki keterampilan praktis, kemampuan memecahkan masalah, dan personal branding yang kuat.

**2 Cara Membangun Karier yang Sukses:**

1. **Bergeser dari Ijazah Menuju Portofolio Karya**: Rekam jejak atau portofolio menjadi tolok ukur utama dalam rekrutmen perusahaan teknologi. Tunanetra dapat memamerkan hasil karyanya di platform profesional seperti LinkedIn atau repositori kode seperti GitHub.
2. **Membangun Personal Branding**: Menunjukkan kepada publik apa yang mampu kita buat. Alih-alih mencantumkan kemampuan menggunakan komputer di CV, tunanetra dapat membangun portofolio yang menunjukkan keterampilan dan kemampuan yang dimiliki.

**Jangan ragu untuk mulai membangun kariermu!**

Baca Selengkapnya di Sini
Menjadi Kirito dan Asuna di Dunia Nyata

Bayangkan jika mata tunanetra bisa melihat, kaki lumpuh bisa berlari. Mungkinkah teknologi VR ala Sword Art Online jadi gerbang kesetaraan impian kita?

Baca Selengkapnya
Romantisnya Cinta Antara Tangan dan Mata

Cinta yang tak terhambat oleh disabilitas, inspirasi Riyan dan Viona

Baca Selengkapnya
Merawat diri tanpa batas, panduan skin care mandiri untuk sahabat tunanetra.

Merawat kulit tanpa batas: Panduan skincare mandiri untuk tunanetra.

Baca Selengkapnya
Siapa Sahabat Terbaik Kita? Gemini atau ChatGPT?

Siapa sangka, di tengah gempuran AI, ada pertanyaan personal: siapa sahabat terbaik bagi Tunanetra, Gemini atau ChatGPT? Kisah Riyan akan menyentuh hatimu.

Baca Selengkapnya
Apa Semua Difabel dapat Memiliki Kartu Penyandang Disabilitas (KPD)? Ini Aturan Desil dan Syarat Terbaru PP No 31 Tahun 2026

Banyak yang salah paham, benarkah Kartu Penyandang Disabilitas (KPD) hanya untuk warga miskin? Simak aturan lengkap PP No 31 Tahun 2026 tentang pembagian desil, syarat penerima KPD, serta perbedaannya dengan Bansos agar hak konsesi Anda terpenuhi.

Baca Selengkapnya
**Kartuneters, perlu tahu!**
Google Gemini membantu tunanetra hidup lebih mandiri dengan fitur Live yang memungkinkan percakapan dua arah seperti menelepon asisten pribadi. Dengan input suara, tidak perlu mengetik lagi! Selain itu, pintasan keyboard juga menghapus kebutuhan mouse. Ingin tahu lebih lanjut? Mari kita bahas 10 fitur Gemini yang wajib diketahui untuk kemandirian yang lebih baik!

Baca Selengkapnya di Sini
**Perlu Perubahan!** Desain UI/UX Aplikasi Lokal Belum Inklusif untuk Gen Z Disabilitas

Bagi Kartuneters penyandang disabilitas, menggunakan aplikasi lokal seperti membuka labirin hambatan. Masalahnya ada pada desain UI/UX aplikasi itu sendiri. Berikut beberapa dosa besarnya:

* **Aesthetics Over Accessibility**: Fokus pada tampilan estetik mengorbankan aksesibilitas
* **Teks Kontras Rendah**: Tidak mudah dibaca bagi pengguna low vision
* **Tombol Tanpa Label**: Sulit dibaca oleh screen reader
* **Ukuran Elemen Terlalu Kecil**: Sulit diakses oleh pengguna dengan disabilitas motorik
* **Tidak Ada Fitur Aksesibilitas Bawaan**: Sedikit aplikasi lokal menyediakan opsi aksesibilitas

Marilah kita bersama-sama memperbaiki desain UI/UX aplikasi lokal untuk membuatnya lebih inklusif bagi Gen Z disabilitas!

Baca Selengkapnya di Sini
📬 Kartunet: Kisah Inspiratif dan Hak-Hak Penyandang Disabilitas

Buletin mingguan edisi terbaru telah terbit! Mari membaca kumpulan artikel inklusif pekan ini.

📖 Istilah Pekan Ini: Difabel

Buka Buletin
**A Space for the Unbound: Menyelami Emosi Kehilangan, Perjuangan, dan Penerimaan**

Kartuneters, ingin tahu game apa yang dapat membuatmu menyelami emosi kehilangan, perjuangan, dan penerimaan? **A Space for the Unbound** adalah game petualangan yang tidak hanya menawarkan pengalaman nostalgia, tetapi juga menyimpan kedalaman emosional yang luar biasa.

Dengan perjalanan dua remaja SMA, Atma dan Raya, game ini membawa pemain menyusuri lorong memori tentang isu kesehatan mental, trauma masa kecil, dan proses pendewasaan yang sering kali menyakitkan. **Tiga fase krusial** yang dialami oleh setiap manusia dalam siklus kehidupannya: kehilangan, perjuangan, dan penerimaan, dijabarkan dengan indah dalam game ini.

Jadi, siapkah kamu untuk menyelami emosi yang dalam dan menenangkan hati dengan **A Space for the Unbound**?

Baca Selengkapnya di Sini
**Cara Membuat Kartu Penyandang Disabilitas (KPD) Virtual di Aplikasi Cek Bansos**

Pemerintah RI telah memberlakukan aturan baru untuk mempermudah hidup penyandang disabilitas! Sekarang, mereka berhak mendapatkan potongan biaya atau diskon paling sedikit 20% pada 9 sektor pelayanan publik strategis.

Untuk mengakses hak ini, Anda perlu memiliki Kartu Penyandang Disabilitas (KPD) Virtual. Berikut adalah panduan cara mendaftar, melengkapi data, dan mengunduh KPD Virtual:

**Siapa Saja yang Berhak Memiliki KPD Virtual?**

- Penyandang disabilitas yang datanya telah terverifikasi dan divalidasi ke dalam Data Nasional Penyandang Disabilitas (DNPD)
- Kriteria kepemilikan kartu ini mencakup empat ragam disabilitas utama, yaitu:

* Disabilitas Fisik
* Disabilitas Sensorik
* Disabilitas Intelektual
* Disabilitas Mental

Cari tahu lebih lanjut tentang KPD Virtual dan bagaimana cara mendapatkannya di aplikasi Cek Bansos!

Baca Selengkapnya di Sini
**Kak, sedang merasakan Quarter-Life Crisis?**

Kamu tidak sendirian! Di usia 20-an, kita sering terasa dilempar ke tengah lautan tanpa peta. Tapi, jangan khawatir, ini bukan tanda kegagalan, melainkan fase transisi besar menuju kedewasaan.

**Apa itu Quarter-Life Crisis?**

Quarter-Life Crisis adalah kondisi normal yang terjadi di usia 20 hingga 30 tahun, sinyal bahwa kamu sedang bertumbuh menuju kedewasaan.

**Mengapa Quarter-Life Crisis terasa membingungkan?**

Beberapa alasan:

*_Illusion of Speed_* (Tekanan Waktu): Media sosial menciptakan standar tidak realistis bahwa sukses harus datang di usia muda.
*_Overwhelming Options_* (Terlalu Banyak Pilihan): Gen Z punya akses ke ribuan pilihan karier dan gaya hidup.

**Cara menemukan arah hidup tanpa sibuk membandingkan diri:**

- Fokus pada proses, bukan hasil.
- Pilihlah yang sesuai dengan nilai dan tujuanmu.
- Jangan takut untuk membuat kesalahan dan belajar dari pengalaman.

**Jangan ragu untuk berbicara dengan kami, Kak!**

Baca Selengkapnya di Sini
**Pajak Waktu: Biaya Tersembunyi di Balik Aplikasi yang Makin Rumit**

Kak, apakah kamu pernah merasa kesal karena harus menunggu lama untuk melakukan sesuatu di aplikasi? Padahal, itu karena "sampah digital" yang ada di aplikasi?

**Apa itu Pajak Waktu?**
Pajak waktu adalah selisih durasi yang harus dihabiskan oleh tunanetra untuk melakukan hal yang sama dengan pengguna awas, akibat adanya "sampah digital" dalam aplikasi.

**Mengapa Pajak Waktu Banyak Dialami Tunanetra?**
Karena aplikasi kita sangat berisik dan sulit digunakan oleh tunanetra, seperti harus membaca urutan elemen dari atas ke bawah dengan *screen reader*.

**Solusi**
Kita perlu memikirkan tentang inklusivitas digital yang lebih mendalam, seperti mengurangi "sampah digital" dalam aplikasi dan membuatnya lebih mudah digunakan oleh semua orang, termasuk tunanetra.

#InklusivitasDigital #PajakWaktu #Tunanetra #Aksesibilitas

Baca Selengkapnya di Sini
*_Penting untuk Diketahui oleh Kartuneters_*

Tunanetra tidak hanya bergantung pada indra penglihatan, tapi juga memiliki cara lain untuk mendeteksi kehadiran serangga seperti kecoa, lalat, tawon, dan lain-lain. Indra penciuman dan pendengaran mereka menjadi radar utama untuk mendeteksi bahaya tersebut. **Jadi, jangan salah sangka jika mereka tidak bereaksi terhadap kehadiran serangga!**

Baca Selengkapnya di Sini