H3H3HEH3
23 subscribers
95 photos
52 videos
8 files
25 links
I
Download Telegram
This media is not supported in your browser
VIEW IN TELEGRAM
Electricity future of ammunition or force
Forwarded from Setya Inner Circle
Ada yang percaya bahwa ketidakstabilan di Timur Tengah bukan sekedar rangkaian konflik acak, melainkan bagian dari visi besar: Greater Israel.

Konsep ini sering dikaitkan dengan tafsir keagamaan tentang tanah yang disebut membentang dari Sungai Nil hingga Eufrat. Sebagian pihak meyakini bahwa visi tersebut bukan sekadar mitos politik, melainkan agenda jangka panjang yang secara ideologis mendapat dukungan dari sebagian elite di Amerika Serikat.

Jika melihat dinamika kawasan, muncul pertanyaan-pertanyaan yang bagi sebagian orang terasa janggal.

Tuduhan senjata pemusnah massal di Irak.
Keterlibatan dalam isu Druze di Suriah selatan.
Ketegangan berulang dengan Hizbullah di Lebanon.
Kontroversi soal implementasi perjanjian damai dan ekspansi di Tepi Barat.
Hingga peristiwa 7 Oktober yang memicu tanda tanya besar tentang kesiapsiagaan pertahanan Israel.

Dalam sudut pandang ini, semua dianggap bukan peristiwa terpisah, melainkan bagian dari desain strategis jangka panjang.

Lalu mengapa Iran menjadi fokus?

Iran memang tidak termasuk dalam wilayah yang sering diasosiasikan dengan Israel Raya.
Namun kekuatan militernya, terutama kemampuan rudal jarak jauh, menjadikannya ancaman strategis utama.

Iran dipandang sebagai satu-satunya kekuatan regional yang mampu menjadi penyeimbang langsung terhadap Israel.

Sebagian analis berpendapat pola yang pernah digunakan dalam isu Irak, yakni narasi ancaman senjata pemusnah massal, berpotensi terulang dalam bentuk isu nuklir Iran. Tujuannya bukan hanya pembatasan militer, tetapi kemungkinan perubahan rezim menuju pemerintahan yang lebih bersahabat dengan kepentingan Barat dan Israel.

Jika Iran melemah atau jatuh, dampaknya akan sangat besar. Keseimbangan geopolitik Timur Tengah bisa berubah total.
Jalur dukungan terhadap Palestina ikut terpengaruh. Israel berpotensi muncul sebagai kekuatan regional dominan tanpa penyeimbang signifikan.

Setelah itu, perhatian bisa bergeser ke negara-negara yang secara internal memiliki kerentanan politik dan sosial seperti Turki, Mesir, Yordania dan Arab Saudi.

Apakah ini benar strategi jangka panjang, atau sekedar pembacaan yang terlalu jauh? Waktu yang akan menjawab.
Reasonable
Forwarded from Crypto News🚨
JAPAN UNVEILS FIRST TRUST BANK-BACKED YEN STABLECOIN JPYSC AS ASIA’S CRYPTO RULES TAKE SHAPE ...
Forwarded from Market News Feed
US EMBASSY: CITIZENS MAY WISH TO CONSIDER LEAVING ISRAEL WHILE FLIGHTS AVAILABLE ...
Long gold senin
Air force yg public
Ini iran sanggup tahan fua

Lupa w namanya yg strike first
Ridnub hhh
Scary
Aku nak bertani saja
Biological
I might hire ai to be my worker
[ User ]
↓
[ Hermes (CEO) ]
↓ (tasks via API)
[ OpenClaw Orchestrator ]
↓
[ Agent 1 | Agent 2 | Agent 3 ]
↓
[ Results β†’ Hermes memory ]
This media is not supported in your browser
VIEW IN TELEGRAM