Orang berubah karena memang ada motivasi. Baik, iya baik. Tapi bukan motivasi untuk eksistensi. Berlindung dengan kata "sedang memantaskan diri" padahal lagi cari sensasi untuk mendapatkan para perempuan. Akan kelihatan sama bukan? Sama2 bermotivasi. Beda nya tipis. Karena niat itu yang tau cuma hati.
Catatan Az
Catatan Az
โค13
Awalnya ku pikir dunia memang tidak memihakku, tapi setelah melihat langit, ternyata dunia seluas itu, dan pikiranku yang terlalu sempit. Karena nggak ada manusia yang tinggal di dunia hidup murni hidup tanpa 1 pembenci sekalipun, Hey manusia, memangnya dunia ini hanya berotasi memutari mu? Sampai semua harus menyukaimu, Keras kepala sekali.
Catatan Az
Catatan Az
โค15๐1
BE YOUR SELF
"Yang menyedihkan adalah ketika seseorang dihakimi karena menjadi dirinya sendiri, namun justru dipuji saat menjadi orang lain."
Setiap manusia diciptakan Allah tentu dengan keunikannya masing-masing, keistimewaannya yang berbeda-beda, kelebihan dan kekurangan yang unik, dan setiap orang itu spesial.โฃโฃ
โฃโฃ
Namun, di dunia semakin dewasa ini, ketika seseorang berusaha menjadi dirinya sendiri dengan passion dan skill yang dimiliki tak jarang menemukan pertentangan dari orang-orang di sekelilingnya. Mencemooh, menekan, dan memaksa melakukan hal yang tak disukai atau tak diminatinya.โฃโฃ
โฃโฃ
Tentu hari-hari yang dilalui dengan penekanan tidak mengenakkan, beberapa ada yang bertahan karena tidak enak dengan orang lain. Namun, sebagian yang lain tetap bertahan untuk menekuni apa yang disukainya.โฃโฃ
โฃโฃ
Saat berusaha jadi diri sendiri, dihakimi dan disalah-salahkan, saat jadi orang lain justru malah dipuji disanjung-sanjung.โฃโฃ
โฃโฃ
Ya, itulah hidup. Semakin bertambah umur akan semakin banyak menemukan perbedaan, pertentangan, penolakan, dan hal-hal yang tak mengenakkan.โฃโฃ
โฃโฃ
Tapi, itulah proses pendewasaan. Proses berubah dan bertumbuh menjadi lebih baik, dan jika saat itu tiba jadilah dirimu yang terbaik, Just be your best version!
Inspirasi dari Kak Asad
Catatan Az
"Yang menyedihkan adalah ketika seseorang dihakimi karena menjadi dirinya sendiri, namun justru dipuji saat menjadi orang lain."
Setiap manusia diciptakan Allah tentu dengan keunikannya masing-masing, keistimewaannya yang berbeda-beda, kelebihan dan kekurangan yang unik, dan setiap orang itu spesial.โฃโฃ
โฃโฃ
Namun, di dunia semakin dewasa ini, ketika seseorang berusaha menjadi dirinya sendiri dengan passion dan skill yang dimiliki tak jarang menemukan pertentangan dari orang-orang di sekelilingnya. Mencemooh, menekan, dan memaksa melakukan hal yang tak disukai atau tak diminatinya.โฃโฃ
โฃโฃ
Tentu hari-hari yang dilalui dengan penekanan tidak mengenakkan, beberapa ada yang bertahan karena tidak enak dengan orang lain. Namun, sebagian yang lain tetap bertahan untuk menekuni apa yang disukainya.โฃโฃ
โฃโฃ
Saat berusaha jadi diri sendiri, dihakimi dan disalah-salahkan, saat jadi orang lain justru malah dipuji disanjung-sanjung.โฃโฃ
โฃโฃ
Ya, itulah hidup. Semakin bertambah umur akan semakin banyak menemukan perbedaan, pertentangan, penolakan, dan hal-hal yang tak mengenakkan.โฃโฃ
โฃโฃ
Tapi, itulah proses pendewasaan. Proses berubah dan bertumbuh menjadi lebih baik, dan jika saat itu tiba jadilah dirimu yang terbaik, Just be your best version!
Inspirasi dari Kak Asad
Catatan Az
โค16
FUTURE Itu Nge-BLUR
Tak siapapun dapat melihat dirinya di masa depan. Jangankan masa depan, hari esok pun kita tak tahu apa yang terjadi.
Sering kita berpikir & berangan-angan, "Udah Besar nanti, aku jadi apa ya?" atau berencana, "Nanti kalo udah besar aku mau jadi..." atau tak jarang juga ingin menjadi seseorang yang bahagia dengan karirnya,terbilang menyenangkan jika menjadi sepertinya. Seperti jadi Dokter. Bisa membantu orang sakit, punya penghasilan besar dan segala apa yang 'wah' dipandang oleh mata.
Berangan-angan? Boleh. Bahkan orang gila pun bisa.
Hanya saja, mewujudkannya menjadi kenyataan itu adalah zona yang sulit. Mau jadi pengusaha sukses katanya tapi lepas dari kasur pun masih malas-malasan. Dapat untung cuman sedikit dipermasalahkan. Mau jadi penghafal Al-Qur'an katanya, tapi memurajaahkan hafalan aja jarang.
Sudah pasti Allah mengetahui & melihat keinginan kita, cita-cita kita. Bukankah Allah 'Aliiman-Bashiran?. Sudah pasti Allah mendengar doa-doa kita. Bukankah Allah itu Samii'an?
"Jika Allah Maha Mengetahui-melihat-lagi Maha mendengar, lalu mana wujud dari harapanku!? Mana balasan dari doa-doaku selama ini!? Tak kulihat hasilnya?"
Hey, sepertinya kau lupa.
ุฅูููู ุงูููููู ููุง ููุบููููุฑู ู ูุง ุจูููููู ู ุญูุชููููฐ ููุบููููุฑููุง ู ูุง ุจูุฃูููููุณูููู ู
โSesungguhnya Allah tidak merubah keadaan suatu kaum sehingga mereka merubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri.โ
[Ar-Raโd/13:11]
Ternyata jihadmu kurang wahai Pejuang Mimpi.
"Wa mal ladz-dzatu illaa ba'dat ta'abi".
Tidak ada kelezatan tanpa merasakan lelah sebelumnya. Rela menjadi ulat demi menjadi kupu-kupu. Siap kehujanan & kepanasan demi menjadi bunga yang indah. Dan kita? Siap jatuh untuk bangkit. Siap merintis agar dapat berbaris bersama orang-orang sukses.
Karena masing-masing dari kita Allah beri kenikmatan dan kesengsaraan.
Tinggal kita yang memilih, ingin kebahagiaan dahulu atau kesengsaraan?
Korbankan masa mudamu untuk masa depanmu di Dunia & akhirat kelak.
Catatan Az
Tak siapapun dapat melihat dirinya di masa depan. Jangankan masa depan, hari esok pun kita tak tahu apa yang terjadi.
Sering kita berpikir & berangan-angan, "Udah Besar nanti, aku jadi apa ya?" atau berencana, "Nanti kalo udah besar aku mau jadi..." atau tak jarang juga ingin menjadi seseorang yang bahagia dengan karirnya,terbilang menyenangkan jika menjadi sepertinya. Seperti jadi Dokter. Bisa membantu orang sakit, punya penghasilan besar dan segala apa yang 'wah' dipandang oleh mata.
Berangan-angan? Boleh. Bahkan orang gila pun bisa.
Hanya saja, mewujudkannya menjadi kenyataan itu adalah zona yang sulit. Mau jadi pengusaha sukses katanya tapi lepas dari kasur pun masih malas-malasan. Dapat untung cuman sedikit dipermasalahkan. Mau jadi penghafal Al-Qur'an katanya, tapi memurajaahkan hafalan aja jarang.
Sudah pasti Allah mengetahui & melihat keinginan kita, cita-cita kita. Bukankah Allah 'Aliiman-Bashiran?. Sudah pasti Allah mendengar doa-doa kita. Bukankah Allah itu Samii'an?
"Jika Allah Maha Mengetahui-melihat-lagi Maha mendengar, lalu mana wujud dari harapanku!? Mana balasan dari doa-doaku selama ini!? Tak kulihat hasilnya?"
Hey, sepertinya kau lupa.
ุฅูููู ุงูููููู ููุง ููุบููููุฑู ู ูุง ุจูููููู ู ุญูุชููููฐ ููุบููููุฑููุง ู ูุง ุจูุฃูููููุณูููู ู
โSesungguhnya Allah tidak merubah keadaan suatu kaum sehingga mereka merubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri.โ
[Ar-Raโd/13:11]
Ternyata jihadmu kurang wahai Pejuang Mimpi.
"Wa mal ladz-dzatu illaa ba'dat ta'abi".
Tidak ada kelezatan tanpa merasakan lelah sebelumnya. Rela menjadi ulat demi menjadi kupu-kupu. Siap kehujanan & kepanasan demi menjadi bunga yang indah. Dan kita? Siap jatuh untuk bangkit. Siap merintis agar dapat berbaris bersama orang-orang sukses.
Karena masing-masing dari kita Allah beri kenikmatan dan kesengsaraan.
Tinggal kita yang memilih, ingin kebahagiaan dahulu atau kesengsaraan?
Korbankan masa mudamu untuk masa depanmu di Dunia & akhirat kelak.
Catatan Az
โค13๐1
Kapan Sadar
"Kak bantu mama sebentar, tolong angkatkan kursi dibelakang ke dalam"
"Ma baru juga datang udah suruh-suruh kakak... Capek ma, disekolah aja kakak banyak tugas pusing, suruh aja adek"
Lelahnya kita hari ini, rasa sakit yang kita alami tak akan sepadan dengan lelah dan sakitnya perjuangan mereka membesarkan kita. Setiap hari mereka selalu berjuang, setiap hari pula mereka bertitih keringat. Sedangkan kita masih selalu mengedepankan ego.
Beli ini itu semaunya, beli baju, beli skincare, traktir temen kita bisa. Tapi hanya sekedar membeli hadiah untuk menyenangkan mereka saja, kita beralasan tak punya uang.
Rela menghabiskan waktu dengan teman dan pasangan. Rela menyibukkan diri dengan tugas, ambisi dengan pekerjaan. Namun sekedar menyapa mereka saja kita tak ada waktu.
Kapan sadar?
Jangan menunggu salah satu pergi baru sadar!
Ketika masih ada kesempatan untuk melihat mereka, berjuanglah. Selama masih bisa melihat senyum mereka bahagiakanlah.
Catatan Az
"Kak bantu mama sebentar, tolong angkatkan kursi dibelakang ke dalam"
"Ma baru juga datang udah suruh-suruh kakak... Capek ma, disekolah aja kakak banyak tugas pusing, suruh aja adek"
Lelahnya kita hari ini, rasa sakit yang kita alami tak akan sepadan dengan lelah dan sakitnya perjuangan mereka membesarkan kita. Setiap hari mereka selalu berjuang, setiap hari pula mereka bertitih keringat. Sedangkan kita masih selalu mengedepankan ego.
Beli ini itu semaunya, beli baju, beli skincare, traktir temen kita bisa. Tapi hanya sekedar membeli hadiah untuk menyenangkan mereka saja, kita beralasan tak punya uang.
Rela menghabiskan waktu dengan teman dan pasangan. Rela menyibukkan diri dengan tugas, ambisi dengan pekerjaan. Namun sekedar menyapa mereka saja kita tak ada waktu.
Kapan sadar?
Jangan menunggu salah satu pergi baru sadar!
Ketika masih ada kesempatan untuk melihat mereka, berjuanglah. Selama masih bisa melihat senyum mereka bahagiakanlah.
Catatan Az
โค19๐2
Jaga Lingkungan
"Gak apa-apa deh, nyampah satu aja sekali ini. cuma satu doang"
lalu dilemparlah sampah eskrim kemana aja.
Tapi, yang berpikiran kayak gitu ada 1000 orang. jadilah tumpukkan sampah. yang dicela orang lain, padahal diri kita pernah jadi bagiannya.
Ya akhirnya, rahmat Allah yang turun berupa air hujan jadi celaan manusia karna luapannya yang kemana-mana, tapi semoga itu bukan kita.
Iya begitulah secuil gambarannya.
kadang, kita terlalu fokus atas hal-hal besar sampai nggak sadar bahwa yang perlu dibenahi bisa dimulai dari hal kecil di sekeliling kita.
Dari saat ini, dari diri kita sendiri.
Sesederhana kita kantongin sampah sebentar di saku atau tas, terus dibuang kalau udah sampai rumah.
Catatan Az
"Gak apa-apa deh, nyampah satu aja sekali ini. cuma satu doang"
lalu dilemparlah sampah eskrim kemana aja.
Tapi, yang berpikiran kayak gitu ada 1000 orang. jadilah tumpukkan sampah. yang dicela orang lain, padahal diri kita pernah jadi bagiannya.
Ya akhirnya, rahmat Allah yang turun berupa air hujan jadi celaan manusia karna luapannya yang kemana-mana, tapi semoga itu bukan kita.
Iya begitulah secuil gambarannya.
kadang, kita terlalu fokus atas hal-hal besar sampai nggak sadar bahwa yang perlu dibenahi bisa dimulai dari hal kecil di sekeliling kita.
Dari saat ini, dari diri kita sendiri.
Sesederhana kita kantongin sampah sebentar di saku atau tas, terus dibuang kalau udah sampai rumah.
Catatan Az
๐11โค1๐1
Langkah mana lagi yang mau kamu ambil?..
Jika satu saja belum terselesaikan..
Jalan mana lagi yang mau kamu cari?
Tidakkah kau lihat yang didepan mu sudah ada jalannya..
Lantas, apa lagi yang kamu cari?
Apakah kamu tidak menyadari bahwa diri ini penuh dengan keserakahan dan ego belaka?
Catatan Az
Jika satu saja belum terselesaikan..
Jalan mana lagi yang mau kamu cari?
Tidakkah kau lihat yang didepan mu sudah ada jalannya..
Lantas, apa lagi yang kamu cari?
Apakah kamu tidak menyadari bahwa diri ini penuh dengan keserakahan dan ego belaka?
Catatan Az
๐ฏ13โค1
Hidup harus terus berjalan
Seperti yang sering banyak orang katakan, hidup adalah sebuah fase.
Maka ketika sedang berada di fase yang sulit, kita hanya akan dihadapkan dengan 2 pilihan yakni tetap terjatuh atau bangkit dari keterpurukan. Toh dunia bakal tetap berjalan, bumi juga ga bakal berhenti berputar, ga akan peduli keadaan kita sedih, senang, terpuruk, sengsara. Dunia bakal tetep baik-baik aja. Waktu pun akan terus berulang-ulang 24 jam, ga berkurang dan ga bertambah. Masa juga ada jatah habisnya. Ga peduliin mood kita, masalah hidup kita, kalau udah waktunya habis, ya habis. (Makanya nanti bakal ada LPJ, masa kita di dunia dihabiskan untuk apa?)
Jadi pilihannya itu cuma ada di diri masing-masing. Kita yang pegang kendali mau tetap terluka apa bangkit meski harus terseok sembari menghapus darah-darahnya?
Dahlah, jalan aja terus. Hajar. Kalau keliru ya nanti Gusti Allah yang tegur. Sembuh itu sebuah keniscayaan untuk orang yang memilih bangkit. Begitu juga yang tetap berusaha meski sebelumnya dipaksa-paksa dan dikuat-kuat o.
Jangan mau hidup gitu-gitu aja. Merasa tinggi dengan mengerdilkan orang lain. Merasa pintar dengan membodohi orang lain. Makanya ilmu leadership yang utamanya adalah solve problem, itu penting bukan hanya untuk memimpin sebuah komunitas atau organisasi, tapi justru yang lebih dari itu untuk digunakan dalam melakoni hidupmu sendiri itu loohh!
Biar ndak gampang rapuh jadi hambaNya. Ga gampang gepeng imanmu. Wes, ojok letoy (udah, jangan lemes) ! Hidup Harus Terus Berjalan, Paham? ๐
@tth_aisy
Catatan Az
Seperti yang sering banyak orang katakan, hidup adalah sebuah fase.
Maka ketika sedang berada di fase yang sulit, kita hanya akan dihadapkan dengan 2 pilihan yakni tetap terjatuh atau bangkit dari keterpurukan. Toh dunia bakal tetap berjalan, bumi juga ga bakal berhenti berputar, ga akan peduli keadaan kita sedih, senang, terpuruk, sengsara. Dunia bakal tetep baik-baik aja. Waktu pun akan terus berulang-ulang 24 jam, ga berkurang dan ga bertambah. Masa juga ada jatah habisnya. Ga peduliin mood kita, masalah hidup kita, kalau udah waktunya habis, ya habis. (Makanya nanti bakal ada LPJ, masa kita di dunia dihabiskan untuk apa?)
Jadi pilihannya itu cuma ada di diri masing-masing. Kita yang pegang kendali mau tetap terluka apa bangkit meski harus terseok sembari menghapus darah-darahnya?
Dahlah, jalan aja terus. Hajar. Kalau keliru ya nanti Gusti Allah yang tegur. Sembuh itu sebuah keniscayaan untuk orang yang memilih bangkit. Begitu juga yang tetap berusaha meski sebelumnya dipaksa-paksa dan dikuat-kuat o.
Jangan mau hidup gitu-gitu aja. Merasa tinggi dengan mengerdilkan orang lain. Merasa pintar dengan membodohi orang lain. Makanya ilmu leadership yang utamanya adalah solve problem, itu penting bukan hanya untuk memimpin sebuah komunitas atau organisasi, tapi justru yang lebih dari itu untuk digunakan dalam melakoni hidupmu sendiri itu loohh!
Biar ndak gampang rapuh jadi hambaNya. Ga gampang gepeng imanmu. Wes, ojok letoy (udah, jangan lemes) ! Hidup Harus Terus Berjalan, Paham? ๐
@tth_aisy
Catatan Az
๐ฏ14๐3โค1
Terlalu sering kita terikat dengan angka.
Padahal banyak hal-hal yang tidak bisa dihitung atau dinilai dengan angka.
Senyum yang menyenangkan itu tak bisa dihitung dengan angka.
Semangat yang membuat semuanya semakin mudah juga tak bisa dibandingkan dengan angka.
Bahkan sedih yang menularkan kegalauan itupun tak bisa dinilai hanya dengan angka.
Angka hanya semakin membatasi kita, padahal banyak hal-hal di dunia ini yang diluar batas kita.
Maka jangan lupa untuk menyadari arti hidup yang akan kita pilih, dan jangan lupa diri bahwa kita hanya makhluk Tuhan yang selalu butuh kepada-Nyaโจ๐ป๐๏ธ
Catatan Az
Padahal banyak hal-hal yang tidak bisa dihitung atau dinilai dengan angka.
Senyum yang menyenangkan itu tak bisa dihitung dengan angka.
Semangat yang membuat semuanya semakin mudah juga tak bisa dibandingkan dengan angka.
Bahkan sedih yang menularkan kegalauan itupun tak bisa dinilai hanya dengan angka.
Angka hanya semakin membatasi kita, padahal banyak hal-hal di dunia ini yang diluar batas kita.
Maka jangan lupa untuk menyadari arti hidup yang akan kita pilih, dan jangan lupa diri bahwa kita hanya makhluk Tuhan yang selalu butuh kepada-Nyaโจ๐ป๐๏ธ
Catatan Az
โค11
Terlalu banyak harapan yang dilangitkan.
Terlalu banyak angan yang dihembuskan.
Namun usaha jarang sekali sejalan.
Begitulah manusia, sering kali lupa.
Catatan Az
Terlalu banyak angan yang dihembuskan.
Namun usaha jarang sekali sejalan.
Begitulah manusia, sering kali lupa.
Catatan Az
โค10
Apakah aku masih engkau anggap sebagai hambaMu? Sedang sering kali yang aku ikuti bukan arahanMu? :(
Catatan Az
Catatan Az
โค13
Bagaimana bisa ada orang yang lebih mencintai,memilih dan mementingkan orang yang belum lama dia kenal lalu membiarkan orang tua yang sudah merawat ia dari bayi.
"Mah, mau pinjam uang dulu, mau ada yang dibeli, penting"
Eh padahal buat pacar, kok bisa ya nggak mikirin orang tua lagi susah atau nggak?
Catatan Az
"Mah, mau pinjam uang dulu, mau ada yang dibeli, penting"
Eh padahal buat pacar, kok bisa ya nggak mikirin orang tua lagi susah atau nggak?
Catatan Az
๐ข10๐1๐1
Self Reminder
Hidup kita itu bukan untuk mendapat gelar atau dikenal banyak orang sampai kita rela melakukan apa saja tanpa memikirkan perbuatan kita itu keluar dari syariat atau nggak.
Catatan Az
Hidup kita itu bukan untuk mendapat gelar atau dikenal banyak orang sampai kita rela melakukan apa saja tanpa memikirkan perbuatan kita itu keluar dari syariat atau nggak.
Catatan Az
๐4โค1
โค13
Di dunia ini, para orang tua bercerita. Entah tentang hidup mereka, atau tentang kutukan untuk membuat setiap badan kecil takut. Atau untuk membuat mereka bersikap baik, atau tertidur pulas tanpa teriakan.
Semakin beranjak tumbuh menjadi remaja, cerita-cerita itu sudah jarang didengar dan dipercaya. Namun tangisan masih tersisa. Kali ini tanpa teriakan seperti dahulu kala, hanya bantal yang mendengar.
Entah masalah apa yang silih berganti terjadi, yang pasti hidup ini memang tak semudah bermain boneka atau bola seperti dulu kala, atau bermain air hujan hingga Mama marah.
Yang paling memberatkan dan membuat jantung berdebar, selain telat pulang ke rumah sehabis bermain atau berbuat salah, juga saat selesai ujian di Sekolah.
Angka, angka, dan angka. Terkadang memang lelah mengejar yang bahkan sering kita abaikan. Atau berjuang demi suatu yang fana bentuknya. Tapi, katanya itu untuk masa depan yang akan datang, dan semoga akan baik-baik saja tak seperti yang dikhawatirkan.
Pasti lelah mengejar semua itu, terlebih jika kau sudah bersungguh-sungguh tapi hasilnya tetap tak membuat mereka bangga padamu.
Kau tau apa, mereka hanya tak mau masa depanmu seperti mereka. Entah soal kegagalan, atau ketidakpastian menjalani kehidupan.
Meski kadang hasilnya membuatmu tersenyum senang, tetap tak ada kata selamat atau bangga dari mereka. Tapi percayalah, setiap manusia punya berbagai cara mengutarakan rasa sayang. Entah lewat mata yang kau tak tau bahasanya, atau lewat suara yang langsung kau kenali maknanya.
Mereka bangga padamu yang sudah berjuang, tapi dengan ucapan yang berbeda. Mereka juga lelah berjuang, demi membuatmu tak makan tanpa lauk atau jalan tanpa alas kaki. Itulah kehidupan, sebuah perjalanan tentang berjuang. Bukan hanya leha-leha hingga kau dewasa dan bahagia.
Terima kasih sudah berjuang. Terima kasih sudah banyak berbagi senyuman dan membahagiakan banyak orang. Kau hebat dengan caramu, kau kuat dengan banyak rintangan di hidupmu, terima kasih sudah lahir ke dunia yang fana dan banyak tanya.
Kau manusia yang punya perasaan, itu sebabnya kau sering menangis kala malam. Terima kasih masih memiliki hati yang lembut, bawalah hati itu ke tempat gelap, agar kau bisa menjadi cahaya untuk orang banyak. Dan jagalah hati itu agar selalu lembut, agar kau senantiasa menjadi orang baik.
Aku harap kamu bukan orang yang patah semangat, karena terus berusaha menggambarkan kamu manusia yang masih ingin melanjutkan kehidupan dan melihat alasan kamu terlahir di dunia.
Terima kasih manusia hebat dan kuat. Tetap jaga kesehatan, ya!
Catatan Az
Semakin beranjak tumbuh menjadi remaja, cerita-cerita itu sudah jarang didengar dan dipercaya. Namun tangisan masih tersisa. Kali ini tanpa teriakan seperti dahulu kala, hanya bantal yang mendengar.
Entah masalah apa yang silih berganti terjadi, yang pasti hidup ini memang tak semudah bermain boneka atau bola seperti dulu kala, atau bermain air hujan hingga Mama marah.
Yang paling memberatkan dan membuat jantung berdebar, selain telat pulang ke rumah sehabis bermain atau berbuat salah, juga saat selesai ujian di Sekolah.
Angka, angka, dan angka. Terkadang memang lelah mengejar yang bahkan sering kita abaikan. Atau berjuang demi suatu yang fana bentuknya. Tapi, katanya itu untuk masa depan yang akan datang, dan semoga akan baik-baik saja tak seperti yang dikhawatirkan.
Pasti lelah mengejar semua itu, terlebih jika kau sudah bersungguh-sungguh tapi hasilnya tetap tak membuat mereka bangga padamu.
Kau tau apa, mereka hanya tak mau masa depanmu seperti mereka. Entah soal kegagalan, atau ketidakpastian menjalani kehidupan.
Meski kadang hasilnya membuatmu tersenyum senang, tetap tak ada kata selamat atau bangga dari mereka. Tapi percayalah, setiap manusia punya berbagai cara mengutarakan rasa sayang. Entah lewat mata yang kau tak tau bahasanya, atau lewat suara yang langsung kau kenali maknanya.
Mereka bangga padamu yang sudah berjuang, tapi dengan ucapan yang berbeda. Mereka juga lelah berjuang, demi membuatmu tak makan tanpa lauk atau jalan tanpa alas kaki. Itulah kehidupan, sebuah perjalanan tentang berjuang. Bukan hanya leha-leha hingga kau dewasa dan bahagia.
Terima kasih sudah berjuang. Terima kasih sudah banyak berbagi senyuman dan membahagiakan banyak orang. Kau hebat dengan caramu, kau kuat dengan banyak rintangan di hidupmu, terima kasih sudah lahir ke dunia yang fana dan banyak tanya.
Kau manusia yang punya perasaan, itu sebabnya kau sering menangis kala malam. Terima kasih masih memiliki hati yang lembut, bawalah hati itu ke tempat gelap, agar kau bisa menjadi cahaya untuk orang banyak. Dan jagalah hati itu agar selalu lembut, agar kau senantiasa menjadi orang baik.
Aku harap kamu bukan orang yang patah semangat, karena terus berusaha menggambarkan kamu manusia yang masih ingin melanjutkan kehidupan dan melihat alasan kamu terlahir di dunia.
Terima kasih manusia hebat dan kuat. Tetap jaga kesehatan, ya!
Catatan Az
โค11๐2
Dia lelah, dia ingin menyerah. Dia ingin berkata sudah. Tapi mimpinya tak ingin punah. Merasa masih dapat digenggamnya. Hatinya penuh luka, bekas kata-kata. Pikirannya penuh rasa marah, bekas ditanya; tak bisakah kamu sepertinya?. Matanya penuh dengan rasa iri ingin menjadi seperti raga lain. Apa yang harus ia tukar untuk dapat bahagia? Jika jawabannya semestanya, mungkin ia akan rela. Tapi mana ada yang mau menukar bahagia dengan semesta yang penuh sengsara.
Sudah cukup bersedihnya. Bukan hanya mereka, kamu juga berhak bahagia. Memangnya salah kamu tertawa bahagia? Tidak, dan tidak akan pernah. Kalau sedang berada di titik terendah atau sedang bersedih, nikmati saja. Itu bagian dari proses, hidup adalah kumpulan cerita-cerita kecil. Bisa saja kamu akan berterima kasih atas apa yang terjadi nantinya.
Jangan terlalu larut bersedih, jangan terlalu larut kecewa. Sewajarnya saja. Semuanya.. sewajarnya saja. Agar tidak perlu merasa sakit yang berlebih nantinya.
Catatan Az
Sudah cukup bersedihnya. Bukan hanya mereka, kamu juga berhak bahagia. Memangnya salah kamu tertawa bahagia? Tidak, dan tidak akan pernah. Kalau sedang berada di titik terendah atau sedang bersedih, nikmati saja. Itu bagian dari proses, hidup adalah kumpulan cerita-cerita kecil. Bisa saja kamu akan berterima kasih atas apa yang terjadi nantinya.
Jangan terlalu larut bersedih, jangan terlalu larut kecewa. Sewajarnya saja. Semuanya.. sewajarnya saja. Agar tidak perlu merasa sakit yang berlebih nantinya.
Catatan Az
โค8
This media is not supported in your browser
VIEW IN TELEGRAM
๐4โค2๐ฏ1
ใ
คใ
คใ
คใ
คใ
คAnd you are beautiful
ใ คใ คใ คใ คใ คEveryone was shouting it
ใ คใ คใ คใ คใ คYou carry golden light
ใ คใ คใ คใ คใ คIt's too much and I like it
Cahaya itu bertebaran kemana pun sesuka hatinya. Ia menari-nari di langit gelap dengan nyanyian yang riuh dari para penonton heboh setiap malamnya. Bagaimana ia tetap bisa menari sedangkan irama saja tidak ada? Dan para penonton senantiasa menyaksikannya, seperti itu merupakan sebuah pertunjukan yang gemilang dan mewah yang sayang untuk dilewatkan.
Kita berdiri di antara kerumunan, menyaksikan tarian klasik tidak jelas tetapi menarik pandangan mata setiap detik peluncurannya tiba, yang setelah itu memecah dan menyebar kemana-mana serpihannya. Yang itulah yang aku sebut menariโkarena setelah aku lihat-lihat kembali selama beberapa waktu, ternyata itu tidak buruk untuk disaksikan, terlebih lagi ini penghujung hari yang melelahkan, tidak ada salahnya untuk membuang-buang uang hanya demi sebuah ledakan cahaya seperti ini. Terlebih lagi bersama kamu, maka semua yang ada di sekitarku kapanpun itu, mau aku suka atau tidak, jika kamu bertanya kepadaku dengan mata hitam pekat yang indah itu perihal aku menyukainya atau tidak, maka aku akan menjawab; bahwasanya, "Aku menyukai hal tersebut walaupun tidak sebanyak aku yang menyukaimu lebih dari apapun itu."
~Azzam
Catatan Az
ใ คใ คใ คใ คใ คEveryone was shouting it
ใ คใ คใ คใ คใ คYou carry golden light
ใ คใ คใ คใ คใ คIt's too much and I like it
Cahaya itu bertebaran kemana pun sesuka hatinya. Ia menari-nari di langit gelap dengan nyanyian yang riuh dari para penonton heboh setiap malamnya. Bagaimana ia tetap bisa menari sedangkan irama saja tidak ada? Dan para penonton senantiasa menyaksikannya, seperti itu merupakan sebuah pertunjukan yang gemilang dan mewah yang sayang untuk dilewatkan.
Kita berdiri di antara kerumunan, menyaksikan tarian klasik tidak jelas tetapi menarik pandangan mata setiap detik peluncurannya tiba, yang setelah itu memecah dan menyebar kemana-mana serpihannya. Yang itulah yang aku sebut menariโkarena setelah aku lihat-lihat kembali selama beberapa waktu, ternyata itu tidak buruk untuk disaksikan, terlebih lagi ini penghujung hari yang melelahkan, tidak ada salahnya untuk membuang-buang uang hanya demi sebuah ledakan cahaya seperti ini. Terlebih lagi bersama kamu, maka semua yang ada di sekitarku kapanpun itu, mau aku suka atau tidak, jika kamu bertanya kepadaku dengan mata hitam pekat yang indah itu perihal aku menyukainya atau tidak, maka aku akan menjawab; bahwasanya, "Aku menyukai hal tersebut walaupun tidak sebanyak aku yang menyukaimu lebih dari apapun itu."
~Azzam
Catatan Az
Trend Bunuh Diri
Trend bunuh diri, terdengar kejam, tapi itulah kenyataannya, banyak yang memilih mengakhiri hidup, lalu banyak pula yang mendukungnya.
Dalam jarak yang dekat, kasus bunuh diri terjadi menampar, menyentak kesadaran. Anak muda dan manusia saat ini mulai menjadikan bunuh diri sebagai daftar pilihan teratas untuk menyelesaikan masalah. Lebih miris lagi komentarnya ada yang meminta untuk diajak bunuh diri karena lelahnya kehidupan. Ada yang mendukung, ada yang meminta ditunggu, ada yang berucap "sebentar lagi kayaknya aku bakal nyusul kak".
Bahkan yang bunuh diri menitipkan pesan-pesannya. Saya bergetar menulis ini tapi dengarkanlah barangkali itu dapat menenangkan yang gaduh, menyurutkan yang hampir punah. Kita tak bisa meraba masalah setiap orang. Sedalam dan serumit apa, setiapnya punya titik terendah. Hidup itu indah, jika hari kita sedang senang, tapi jika ada banyak masalah, hal sepele pun dapat membuat perang.
Seringkali diri ini ku nasehati, saya juga pernah depresi, lelah, bahkan kacau, tandanya masih manusia. Apalagi anak muda sedang dalam masa ujian terkuatnya. Maka dekatkanlah dirimu kepada Allah. Bertakwalah, kita boleh hancur, tapi hubungan kita dengan allah harus baik. Dunia ini memang kejam, anak muda sekarang butuh Allah sebagai tempat bersandar, berharap, bisa gila hidup tanpa Tuhan.
Seberat apapun masalah, pahami, maka akan berakhir juga seperti yang telah berlalu, menangis silahkan, ambil sajadah, menangislah, baca Alquran, kadang kita ragu dengan healing agama, tapi itu membawa hal positif dalam diri kita, percayalah, bahkan sentuhan wudhu saja sudah bisa membuat tenang.
Selepas itu, ceritakanlah masalahnmu pada orang yang kau percayai, jika tak ada, tuliskan saja entah di twitter, story WA/IG, threads, atau lainnya. Agar sesakmu itu bisa tumpah. Baca motivasi, ikut kajian dan dengarkanlah ceramah. Hiduplah lebih lama, karena bunuh diri bukanlah solusi, itu adalah awal penderitaan baru dan lebih lama di akhirat nanti.
Catatan Az
Trend bunuh diri, terdengar kejam, tapi itulah kenyataannya, banyak yang memilih mengakhiri hidup, lalu banyak pula yang mendukungnya.
Dalam jarak yang dekat, kasus bunuh diri terjadi menampar, menyentak kesadaran. Anak muda dan manusia saat ini mulai menjadikan bunuh diri sebagai daftar pilihan teratas untuk menyelesaikan masalah. Lebih miris lagi komentarnya ada yang meminta untuk diajak bunuh diri karena lelahnya kehidupan. Ada yang mendukung, ada yang meminta ditunggu, ada yang berucap "sebentar lagi kayaknya aku bakal nyusul kak".
Bahkan yang bunuh diri menitipkan pesan-pesannya. Saya bergetar menulis ini tapi dengarkanlah barangkali itu dapat menenangkan yang gaduh, menyurutkan yang hampir punah. Kita tak bisa meraba masalah setiap orang. Sedalam dan serumit apa, setiapnya punya titik terendah. Hidup itu indah, jika hari kita sedang senang, tapi jika ada banyak masalah, hal sepele pun dapat membuat perang.
Seringkali diri ini ku nasehati, saya juga pernah depresi, lelah, bahkan kacau, tandanya masih manusia. Apalagi anak muda sedang dalam masa ujian terkuatnya. Maka dekatkanlah dirimu kepada Allah. Bertakwalah, kita boleh hancur, tapi hubungan kita dengan allah harus baik. Dunia ini memang kejam, anak muda sekarang butuh Allah sebagai tempat bersandar, berharap, bisa gila hidup tanpa Tuhan.
Seberat apapun masalah, pahami, maka akan berakhir juga seperti yang telah berlalu, menangis silahkan, ambil sajadah, menangislah, baca Alquran, kadang kita ragu dengan healing agama, tapi itu membawa hal positif dalam diri kita, percayalah, bahkan sentuhan wudhu saja sudah bisa membuat tenang.
Selepas itu, ceritakanlah masalahnmu pada orang yang kau percayai, jika tak ada, tuliskan saja entah di twitter, story WA/IG, threads, atau lainnya. Agar sesakmu itu bisa tumpah. Baca motivasi, ikut kajian dan dengarkanlah ceramah. Hiduplah lebih lama, karena bunuh diri bukanlah solusi, itu adalah awal penderitaan baru dan lebih lama di akhirat nanti.
Catatan Az
Barangkali ada yang ingin mengetahui update/kabar mengenai Palestina bisa kunjungi channel @risalahamar dan juga @jeninalkadra1 ya. Boleh juga di share ke teman-teman kalian.
@eyeonpal
Bagi yang belum bergabung silahkan bergabung ke channel eye on Palestine. Untuk mengetahui kabar terbaru mengenai palestine. Jika ada channel lainnya boleh di share disini agar teman-teman yang lain tahu mengenai Palestine.
Bagi yang belum bergabung silahkan bergabung ke channel eye on Palestine. Untuk mengetahui kabar terbaru mengenai palestine. Jika ada channel lainnya boleh di share disini agar teman-teman yang lain tahu mengenai Palestine.