Kenapa tidak bersatu?
Sudah monoton.
Hati ini hampa, perlu diisi.
Kamu merasa kalau seseorang harus mengisi posisi dihatimu itu.
Kamu merasa dia orangnya. Dia pantas berada dihatimu. Kamu yakin, kalau dia akan menghilangkan kehampaan itu.
Tapi, hati kecilmu ada sedikit getaran kontra. "Sepertinya jangan" ucapmu waktu itu. Karena kamu sudah tahu, kalau dia tidak seharusnya sedekat itu denganmu. Dalam otakmu selalu terngiang-ngiang lantunan suaramu sendiri membaca Al-Quran surat Al-Isra:32.
Kamu penuntut ilmu, kamu penghafal quran. Hatimu pasti ada getaran itu. Tapi nyatanya nafsumu lebih besar. Kamu menjadikan itu semua naik ke puncaknya.
Kemarin, kamu selalu mengeluh mengapa akhir-akhir ini belajar, dan menghafal Quran selalu susah, lama, lelah. Kamu bahkan mengklaim kalau Al-quran itu susah untuk dihafalkan. Kamu selalu mengatakan belajar itu melelahkan, seperti beban. Capek aku, lirihmu.
Ku beritahu, kamu pernah sadarkah?
Selama ini kamu hanya mengutamakan dia. Kamu selalu cepat membuka notifikasi pesan darinya. Tapi tidak pernah cepat memenuhi panggilan dari Rabb Penguasa Alam dan isinya.
Jangan salahkan Al-Quran, karena Al-Quran itu suci. Pasti dia akan masuk kedalam hati yang suci. Dan akan susah masuk kedalam hati yang dipenuhi maksiat yang ternodai.
Jangan salahkan Ilmu, karena ilmu adalah cahaya. Tidak bisa dia bersatu dengan hati yang dipenuhi noda.
Maka yang salah bukan Al-Quran atau ilmu, tanyakanlah dirimu, apa yang salah? Apa yang kamu lakukan sehingga keduanya menjadi susah bersatu dengan hatimu.
Ku beritahu lagi, kamu mengatakan hatimu hampa, karena tidak ada yang mengisi, memang benar.
Tapi itu semua karena salahmu sendiri yang lebih memilih berhenti mengaji.
Dan berhenti mengaji juga karenamu sendiri, yang malah mengotori hati dengan maksiat berduri. Dan akhirnya kamu jauh dari Al-Quran dan ilmu.
Maka, bukan maksiat yang pantas mengisi kehampaan hati. Karena maksiat tidak menentramkan hati.
Catatan Az
Sudah monoton.
Hati ini hampa, perlu diisi.
Kamu merasa kalau seseorang harus mengisi posisi dihatimu itu.
Kamu merasa dia orangnya. Dia pantas berada dihatimu. Kamu yakin, kalau dia akan menghilangkan kehampaan itu.
Tapi, hati kecilmu ada sedikit getaran kontra. "Sepertinya jangan" ucapmu waktu itu. Karena kamu sudah tahu, kalau dia tidak seharusnya sedekat itu denganmu. Dalam otakmu selalu terngiang-ngiang lantunan suaramu sendiri membaca Al-Quran surat Al-Isra:32.
Kamu penuntut ilmu, kamu penghafal quran. Hatimu pasti ada getaran itu. Tapi nyatanya nafsumu lebih besar. Kamu menjadikan itu semua naik ke puncaknya.
Kemarin, kamu selalu mengeluh mengapa akhir-akhir ini belajar, dan menghafal Quran selalu susah, lama, lelah. Kamu bahkan mengklaim kalau Al-quran itu susah untuk dihafalkan. Kamu selalu mengatakan belajar itu melelahkan, seperti beban. Capek aku, lirihmu.
Ku beritahu, kamu pernah sadarkah?
Selama ini kamu hanya mengutamakan dia. Kamu selalu cepat membuka notifikasi pesan darinya. Tapi tidak pernah cepat memenuhi panggilan dari Rabb Penguasa Alam dan isinya.
Jangan salahkan Al-Quran, karena Al-Quran itu suci. Pasti dia akan masuk kedalam hati yang suci. Dan akan susah masuk kedalam hati yang dipenuhi maksiat yang ternodai.
Jangan salahkan Ilmu, karena ilmu adalah cahaya. Tidak bisa dia bersatu dengan hati yang dipenuhi noda.
Maka yang salah bukan Al-Quran atau ilmu, tanyakanlah dirimu, apa yang salah? Apa yang kamu lakukan sehingga keduanya menjadi susah bersatu dengan hatimu.
Ku beritahu lagi, kamu mengatakan hatimu hampa, karena tidak ada yang mengisi, memang benar.
Tapi itu semua karena salahmu sendiri yang lebih memilih berhenti mengaji.
Dan berhenti mengaji juga karenamu sendiri, yang malah mengotori hati dengan maksiat berduri. Dan akhirnya kamu jauh dari Al-Quran dan ilmu.
Maka, bukan maksiat yang pantas mengisi kehampaan hati. Karena maksiat tidak menentramkan hati.
Catatan Az
โค10
Komponen terbatas
Hidup itu kaya ngisi teka teki.
Harus teliti untuk jalaninnya.
Kalau salah satu huruf, salah semua jawabannya.
Kaya main ular tangga.
Harus balance tujuan berapa langkah dan angka dadunya.
Kalau ada ular harus turun, kalau ada tangga harus naik.
Kaya main puzzle.
Harus tahu posisi puzzle yang sesuai.
Harus paham kalau ketemu satu puzzle maka yang dilakukan adalah mencari puzzle lain sebagai solusi.
Dari situ kita paham, bahwa memang kehidupan itu terbatas, semuanya ada ketentuan. Semuanya sudah diatur, bagaimana cara menghadapi masalah satu dan yang lainnya.
Kata syeikh Taqiyuddin dalam kitabnya Nidzom Al-Islam. Memang benar, manusia itu terbatas, karena dia nggak pernah tau apa yang akan terjadi selanjutnya. Kehidupan pun sama, terbatas. Karena semua ada sekat aturan jalaninnya. Dan aturan itu dari Allah Subhanahu Wata'aalaa.
Apalagi alam semesta, dia adalah gabungan dari komponen makhluk Allah yang sudah dipastikan Keterbatasannya. Maka alam semesta juga terbatas. Semuanya Allah yang ngatur. Sedemikian rupa tatanannya, sedemikian rupa alurnya, sedemikian indahnya semua itu.
Maka apakah kita pantas untuk berharap kepada yang terbatas? Sedangkan Allah Maha Pemilik manusia, Kehidupan dan alam semesta?
Allah punya solusi.
Allah berkehendak atas usainya masalah seseorang, Allah berkehendak atas sembuhnya seseorang, Allah berkehendak atas hidup dan matinya seseorang.
Walau bagaimanapun hujan akan turun atas izin Allah. Dan akan reda atas izin Allah.
Catatan Az
Hidup itu kaya ngisi teka teki.
Harus teliti untuk jalaninnya.
Kalau salah satu huruf, salah semua jawabannya.
Kaya main ular tangga.
Harus balance tujuan berapa langkah dan angka dadunya.
Kalau ada ular harus turun, kalau ada tangga harus naik.
Kaya main puzzle.
Harus tahu posisi puzzle yang sesuai.
Harus paham kalau ketemu satu puzzle maka yang dilakukan adalah mencari puzzle lain sebagai solusi.
Dari situ kita paham, bahwa memang kehidupan itu terbatas, semuanya ada ketentuan. Semuanya sudah diatur, bagaimana cara menghadapi masalah satu dan yang lainnya.
Kata syeikh Taqiyuddin dalam kitabnya Nidzom Al-Islam. Memang benar, manusia itu terbatas, karena dia nggak pernah tau apa yang akan terjadi selanjutnya. Kehidupan pun sama, terbatas. Karena semua ada sekat aturan jalaninnya. Dan aturan itu dari Allah Subhanahu Wata'aalaa.
Apalagi alam semesta, dia adalah gabungan dari komponen makhluk Allah yang sudah dipastikan Keterbatasannya. Maka alam semesta juga terbatas. Semuanya Allah yang ngatur. Sedemikian rupa tatanannya, sedemikian rupa alurnya, sedemikian indahnya semua itu.
Maka apakah kita pantas untuk berharap kepada yang terbatas? Sedangkan Allah Maha Pemilik manusia, Kehidupan dan alam semesta?
Allah punya solusi.
Allah berkehendak atas usainya masalah seseorang, Allah berkehendak atas sembuhnya seseorang, Allah berkehendak atas hidup dan matinya seseorang.
Walau bagaimanapun hujan akan turun atas izin Allah. Dan akan reda atas izin Allah.
Catatan Az
โค16
Antara hitam dan putih
Di media sosial seakan semuanya indah. Banyak sekali orang yang mengikrarkan diri dan menjadikan sosmed nya sebagai orang Alim.
Berikrar anti maksiat, tapi chat lawan jenis selalu terasa nikmat. Berikrar mau hijrah, tapi foto selfi masih bertebaran di setiap arah.
Memberi motivasi agar terlihat paling bijak. Padahal dalam kehidupan nyata hidupnya ambyar tak berjarak.
Berpenampilan modis menawan semua orang, padahal dalam kehidupan nyata, tak sedikit orang tuanya dikekang.
Sholat terlihat khusyuk, seperti terakhir kalinya. Tapi dalam kesendirian selalu tergesa-gesa.
Indah dan cantik sekali jika dipandang. Seperti mutiara didepan manusia. Tapi dihadapan Allah, tidak ada nilainya.
Pujian menjadi tujuan, likers menjadi pantauan, dan comment menjadi rujukan.
Sampai pada akhirnya, sang diri mengeluh pada Allah. Ibadah mulai berantakan, kenikmatannya mulai hilang, sedangkan jarak dengan maksiat setiap hari semakin dekat berkembang.
Ya Allah... sesulit itu ya istiqomah? Aku berdosa banget, aku salah..
Apa yang salah? Justru itu tanda kalau kamu ingin memperbaiki diri dan mencari jawaban atas keluhan yang bertubi-tubi.
Setiap maksiat pasti meninggalkan jejak. Setiap kesesakan itu ada, karena maksiat. Tidaklah salat malam, tilawah harian, dzikir pagi dan petang itu hilang, kecuali karena maksiat.
Tutup handphone mu, bukalah qur'anmu, jangan biarkan dirimu cepat membuka notifikasi, tapi ajaklah dia untuk cepat memenuhi panggilan sholat dari sang ilahi. Karena maksiat sebenarnya perlahan menggrogoti kebaikan.
Sebenarnya kita tahu, bahwa kenikmatan bukan pada game, atau stalking masa lalu. Karena ketika kita melakukannya berulang kali, itu hanya membuat kita semakin memikirkannya dan semakin gelisah. Tak terasa berjam-jam. Berhari-hari, kita hanya menghabiskan waktu dengan sia-sia.
Istirahatlah, jangan jadikan sosmed, likers, followers dan comment netizen sebagai prioritas. Ketenanganmu bukan disana, tapi ada di Allah.
Sholat, temuin Allah. Nangis, luapin semuanya. Walaupun udah nggak bisa berkata-kata lagi. Seromantis itu Allah sama hamba-Nya.
Inspirasi dari buku "Maaf Tuhan, aku hampir menyerah" Karya Alfi Alghazi.
Catatan Az
Di media sosial seakan semuanya indah. Banyak sekali orang yang mengikrarkan diri dan menjadikan sosmed nya sebagai orang Alim.
Berikrar anti maksiat, tapi chat lawan jenis selalu terasa nikmat. Berikrar mau hijrah, tapi foto selfi masih bertebaran di setiap arah.
Memberi motivasi agar terlihat paling bijak. Padahal dalam kehidupan nyata hidupnya ambyar tak berjarak.
Berpenampilan modis menawan semua orang, padahal dalam kehidupan nyata, tak sedikit orang tuanya dikekang.
Sholat terlihat khusyuk, seperti terakhir kalinya. Tapi dalam kesendirian selalu tergesa-gesa.
Indah dan cantik sekali jika dipandang. Seperti mutiara didepan manusia. Tapi dihadapan Allah, tidak ada nilainya.
Pujian menjadi tujuan, likers menjadi pantauan, dan comment menjadi rujukan.
Sampai pada akhirnya, sang diri mengeluh pada Allah. Ibadah mulai berantakan, kenikmatannya mulai hilang, sedangkan jarak dengan maksiat setiap hari semakin dekat berkembang.
Ya Allah... sesulit itu ya istiqomah? Aku berdosa banget, aku salah..
Apa yang salah? Justru itu tanda kalau kamu ingin memperbaiki diri dan mencari jawaban atas keluhan yang bertubi-tubi.
Setiap maksiat pasti meninggalkan jejak. Setiap kesesakan itu ada, karena maksiat. Tidaklah salat malam, tilawah harian, dzikir pagi dan petang itu hilang, kecuali karena maksiat.
Tutup handphone mu, bukalah qur'anmu, jangan biarkan dirimu cepat membuka notifikasi, tapi ajaklah dia untuk cepat memenuhi panggilan sholat dari sang ilahi. Karena maksiat sebenarnya perlahan menggrogoti kebaikan.
Sebenarnya kita tahu, bahwa kenikmatan bukan pada game, atau stalking masa lalu. Karena ketika kita melakukannya berulang kali, itu hanya membuat kita semakin memikirkannya dan semakin gelisah. Tak terasa berjam-jam. Berhari-hari, kita hanya menghabiskan waktu dengan sia-sia.
Istirahatlah, jangan jadikan sosmed, likers, followers dan comment netizen sebagai prioritas. Ketenanganmu bukan disana, tapi ada di Allah.
Sholat, temuin Allah. Nangis, luapin semuanya. Walaupun udah nggak bisa berkata-kata lagi. Seromantis itu Allah sama hamba-Nya.
Inspirasi dari buku "Maaf Tuhan, aku hampir menyerah" Karya Alfi Alghazi.
Catatan Az
โค17๐1
Ambisius
Kebanyakan orang mengatakan, Aku ini ambisius. Berawal dari Mimpi, hal itu ada. Dan aku percaya, dengan Ambisi-ku, Allah akan mengabulkan do'a dan Mimpi yang sering ku lantunkan dalam sujud ku.
Mungkin karena itulah, kebanyakan orang mengatakan kalau aku ini ambisius. Aku, tak pernah malu, malah aku meng-iyakan.
Modalnya, cuma satu Yakin. Simple kan? Yakin Kalau Allah akan memudahkan caranya. Tentunya dibarengi ikhtiar dan tawakal. Karena sehebat apapun manusia. Sejago apapun manusia, kalau dalam dirinya nggak ada rasa tawakal, semua nya nggak berarti apa-apa. Ingat!! Kita hidup di dunia, bukan siapa-siapa dan bukan apa-apa. Tapi, setidaknya kita bisa berusaha untuk menjadi orang yang sukses dan bermanfaat, karena tawakal.
Allah yang menentukan, kita? Hanya berencana. Kalau kita mau mewujudkan mimpi kita, sekarang pilih. Deketin Allah atau sebaliknya? Toh, Allah nggak butuh kita, tapi kita yang butuh Allah.
Dekatin Allah, kalau mau minjem sesuatu. Kalau mau minta sesuatu, deketin yang punya. Kalau mau dapetin Cinta, deketin yang Maha Pemilik Cinta. Kalau mau dapetin si dia, deketin yang punya si dia. Kalau mau mimpinya terwujud deketin yang Maha Mewujudkan.
Kalau deketin sesuatunya. Kita bakal sakit kalau sesuatu itu nggak terwujud.
Catatan Az
Kebanyakan orang mengatakan, Aku ini ambisius. Berawal dari Mimpi, hal itu ada. Dan aku percaya, dengan Ambisi-ku, Allah akan mengabulkan do'a dan Mimpi yang sering ku lantunkan dalam sujud ku.
Mungkin karena itulah, kebanyakan orang mengatakan kalau aku ini ambisius. Aku, tak pernah malu, malah aku meng-iyakan.
Modalnya, cuma satu Yakin. Simple kan? Yakin Kalau Allah akan memudahkan caranya. Tentunya dibarengi ikhtiar dan tawakal. Karena sehebat apapun manusia. Sejago apapun manusia, kalau dalam dirinya nggak ada rasa tawakal, semua nya nggak berarti apa-apa. Ingat!! Kita hidup di dunia, bukan siapa-siapa dan bukan apa-apa. Tapi, setidaknya kita bisa berusaha untuk menjadi orang yang sukses dan bermanfaat, karena tawakal.
Allah yang menentukan, kita? Hanya berencana. Kalau kita mau mewujudkan mimpi kita, sekarang pilih. Deketin Allah atau sebaliknya? Toh, Allah nggak butuh kita, tapi kita yang butuh Allah.
Dekatin Allah, kalau mau minjem sesuatu. Kalau mau minta sesuatu, deketin yang punya. Kalau mau dapetin Cinta, deketin yang Maha Pemilik Cinta. Kalau mau dapetin si dia, deketin yang punya si dia. Kalau mau mimpinya terwujud deketin yang Maha Mewujudkan.
Kalau deketin sesuatunya. Kita bakal sakit kalau sesuatu itu nggak terwujud.
Catatan Az
โค16๐คฉ6
Reminder
Cantik...
Boleh aku ceritakan sedikit tentang bagaimana sebagian mata lelaki bekerja? Ok, baiklah. Sepertinya kamu mengizinkan, hehe, senyum :)
Jadi begini, Disaat kamu menggunakan hijab, namun kamu lupa tidak menutup dada mu. Maka mata lelaki sadar tak sadar akan melihat dada mu, hingga mengkhayal kan sesuatu di dada mu
itu.
Dan di saat lelaki tersebut melihat lekuk tubuh, mu, maka ia akan berandai jika dia bisa, merasakan tubuh itu. Bahkan senyum mu saja, terkadang bisa meluluhkan nafsu nya.
Mungkin begitulah mata lelaki. Dia mampu mengkhayal kan sesuatu melebihi yang dilihatnya. Liar & Kotor itulah imajinasi lelaki saat melihat wanita.
Tak semua lelaki seperti itu. Namun kau sebagai wanita setidaknya berjaga2 lah, tutup aurat mu //QS An-Nur// Dan jika kamu lelaki. Kamu telah diperintahkan menjaga pandangan. Maka jagalah pandangan mu //QS An-Nur//
Agak miris memang melihat perempuan2 jaman sekarang banyak yang komen di postingan laki-laki bahkan menanyakan sesuatu yang gak pantas untuk ditanyakan, dan juga gak nyambung sama konten yang di upload, sebenarnya.
Kamu sebagai wanita. Bersikaplah sewajarnya, semua itu ada batasannya, karena berlebihan juga nggak baik.
Apalagi, wanita itu yang di highlight ya rasa malunya. Kalau rasa malu nya hilang, tunggu saja kehancuran peradabannya.
Catatan Az
Cantik...
Boleh aku ceritakan sedikit tentang bagaimana sebagian mata lelaki bekerja? Ok, baiklah. Sepertinya kamu mengizinkan, hehe, senyum :)
Jadi begini, Disaat kamu menggunakan hijab, namun kamu lupa tidak menutup dada mu. Maka mata lelaki sadar tak sadar akan melihat dada mu, hingga mengkhayal kan sesuatu di dada mu
itu.
Dan di saat lelaki tersebut melihat lekuk tubuh, mu, maka ia akan berandai jika dia bisa, merasakan tubuh itu. Bahkan senyum mu saja, terkadang bisa meluluhkan nafsu nya.
Mungkin begitulah mata lelaki. Dia mampu mengkhayal kan sesuatu melebihi yang dilihatnya. Liar & Kotor itulah imajinasi lelaki saat melihat wanita.
Tak semua lelaki seperti itu. Namun kau sebagai wanita setidaknya berjaga2 lah, tutup aurat mu //QS An-Nur// Dan jika kamu lelaki. Kamu telah diperintahkan menjaga pandangan. Maka jagalah pandangan mu //QS An-Nur//
Agak miris memang melihat perempuan2 jaman sekarang banyak yang komen di postingan laki-laki bahkan menanyakan sesuatu yang gak pantas untuk ditanyakan, dan juga gak nyambung sama konten yang di upload, sebenarnya.
Kamu sebagai wanita. Bersikaplah sewajarnya, semua itu ada batasannya, karena berlebihan juga nggak baik.
Apalagi, wanita itu yang di highlight ya rasa malunya. Kalau rasa malu nya hilang, tunggu saja kehancuran peradabannya.
Catatan Az
๐ข17โค2๐1๐1
Kata siapa sih close friend itu aman?
Mau dunia maya atau dunia nyata, kalau kita bertingkah yang salah, sama aja.
Walaupun awalnya hanya sepasang mata yang melihat, sepasang telinga yang mendengar, pasti nggak lama, seribu mulut akan berbicara.
Hati hati akhir zaman.
Catatan Az
Please open Telegram to view this post
VIEW IN TELEGRAM
โค12
Menenggelamkan Diri
"Tanpa tropi, tanpa jabatan, tanpa dikenali, tanpa tepuk tangan, tanpa panggung, tanpa pujian, tanpa decak kagum manusia."
Apakah menjadi hebat sebab hingar bingar itu?
Apakah menjadi keren karena bisingnya pujian dari manusia-manusia berisik itu?
Mengaktualisasikan diri bukan hanya dengan tropi dan banyaknya piagam serta memasifkan relasi agar terkenal di mata manusia. Namun bertambahnya taqwa kepada Allah justru merupakan prestasi hakiki yang tak ternilai.
Mencoba menjauh dari validasi dunia, untuk sejenak menenggelamkan diri dalam pencapaian-pencapaian akhirat justru menjadi 'prestasi' yang sering terlupakan dan tak banyak diinginkan orang.
Semua orang punya kemampuan. Semua orang punya prestasi. Semua orang punya pencapaian. Jangan memandang rendah orang lain hanya karena piagamnya tak sama dengan piagammu. Jumlah tropinya tidak sebanyak tropimu.
Catatan Az
"Tanpa tropi, tanpa jabatan, tanpa dikenali, tanpa tepuk tangan, tanpa panggung, tanpa pujian, tanpa decak kagum manusia."
Apakah menjadi hebat sebab hingar bingar itu?
Apakah menjadi keren karena bisingnya pujian dari manusia-manusia berisik itu?
Mengaktualisasikan diri bukan hanya dengan tropi dan banyaknya piagam serta memasifkan relasi agar terkenal di mata manusia. Namun bertambahnya taqwa kepada Allah justru merupakan prestasi hakiki yang tak ternilai.
Mencoba menjauh dari validasi dunia, untuk sejenak menenggelamkan diri dalam pencapaian-pencapaian akhirat justru menjadi 'prestasi' yang sering terlupakan dan tak banyak diinginkan orang.
Semua orang punya kemampuan. Semua orang punya prestasi. Semua orang punya pencapaian. Jangan memandang rendah orang lain hanya karena piagamnya tak sama dengan piagammu. Jumlah tropinya tidak sebanyak tropimu.
Catatan Az
โค12
Hal Terbaik Yang Tersulit
Kita akan selalu menginginkan hal-hal yang lebih baik. Kita pasti menginginkan kehidupan yang lebih baik,karir yang lebih baik, prestasi, hubungan, keluarga, apa pun itu, kita juga selalu menginginkan dan kita selalu membutuhkan sesuatu yang lebih baik. Karena keinginan- keinginan inilah kita pasti pernah menjumpai hal terbaik yang tersulit. Entah sulit untuk dijalani, sulit untuk dipilih, bahkan bisa saja sulit untuk digapai.
Teruslah berkembang, buat kemajuan, maka hidup akan bermakna. Tidak apa-apa mundur sejenak untuk maju yang bukan main.
Kita butuh jeda untuk menata hati dan mengatur ritme langkah kaki. Sudah saatnya kita menarik diri untuk bermuhasabah dan merevisi mindset. Ya, ternyata ada banyak kejadian yang kita lewati dalam hidup ini, namun belum bisa kita nikmati.
Kita pasti menginginkan suatu hal yang lebih baik. Dan kebaikan harus selalu diperjuangkan.
Catatan Az
Kita akan selalu menginginkan hal-hal yang lebih baik. Kita pasti menginginkan kehidupan yang lebih baik,karir yang lebih baik, prestasi, hubungan, keluarga, apa pun itu, kita juga selalu menginginkan dan kita selalu membutuhkan sesuatu yang lebih baik. Karena keinginan- keinginan inilah kita pasti pernah menjumpai hal terbaik yang tersulit. Entah sulit untuk dijalani, sulit untuk dipilih, bahkan bisa saja sulit untuk digapai.
Teruslah berkembang, buat kemajuan, maka hidup akan bermakna. Tidak apa-apa mundur sejenak untuk maju yang bukan main.
Kita butuh jeda untuk menata hati dan mengatur ritme langkah kaki. Sudah saatnya kita menarik diri untuk bermuhasabah dan merevisi mindset. Ya, ternyata ada banyak kejadian yang kita lewati dalam hidup ini, namun belum bisa kita nikmati.
Kita pasti menginginkan suatu hal yang lebih baik. Dan kebaikan harus selalu diperjuangkan.
Catatan Az
โค13
Pundak Berkarat
Dari semua hal yang pernah terjadi, pasti ada kesesakan yang pernah menghampiri.
Ada cambukan musibah yang tak kunjung menepi, ada ribuan kekhawatiran yang menyelinap dalam diri, dan yang paling pasti, ada kesedihan yang menjadi pelengkap dari ke 3 tadi.
Akan tetapi, untuk seorang muslim, dunia bukanlah tempat yang tepat untuk istirahat. Karena dunia itu terbatas, bahagianya sesaat, kenyangnya sesaat, liburannya sesaat.
Lelahmu, akan Allah gantikan dengan sesuatu yang lebih indah, bahkan belum pernah ada seseorangpun didunia ini yang melihat dan mendengar langsung keindahannya. Kenikmatan yang tidak terbatas seluas langit dan bumi.
Lelah dunia hanya sesaat, karena dunia terbatas. Ada batasan waktu yang sudah Allah tentukan. Hanya saja, Allah sedang menempamu untuk menjadi lebih kuat. Mengokohkan pundakmu yang mulai berkarat.
Gapapa capek didunia, karena sejatinya dunia adalah tempatnya capek. Nanti istirahatnya kalau sudah pulang.
Catatan Az
Dari semua hal yang pernah terjadi, pasti ada kesesakan yang pernah menghampiri.
Ada cambukan musibah yang tak kunjung menepi, ada ribuan kekhawatiran yang menyelinap dalam diri, dan yang paling pasti, ada kesedihan yang menjadi pelengkap dari ke 3 tadi.
Akan tetapi, untuk seorang muslim, dunia bukanlah tempat yang tepat untuk istirahat. Karena dunia itu terbatas, bahagianya sesaat, kenyangnya sesaat, liburannya sesaat.
Lelahmu, akan Allah gantikan dengan sesuatu yang lebih indah, bahkan belum pernah ada seseorangpun didunia ini yang melihat dan mendengar langsung keindahannya. Kenikmatan yang tidak terbatas seluas langit dan bumi.
Lelah dunia hanya sesaat, karena dunia terbatas. Ada batasan waktu yang sudah Allah tentukan. Hanya saja, Allah sedang menempamu untuk menjadi lebih kuat. Mengokohkan pundakmu yang mulai berkarat.
Gapapa capek didunia, karena sejatinya dunia adalah tempatnya capek. Nanti istirahatnya kalau sudah pulang.
Catatan Az
โค13
GIBAH
Kamu tahu apa itu gibah?
Ya, gibah adalah menyebutkan dari diri seseorang apa-apa yang ia benci. Ini diambil dari hadits yang diriwayatkan oleh Imam Muslim dan Imam At-Tirmidzi berikut,
Dari Abu Hurairah RA: Bahwa Rasulullah SAW bertanya: "Apakah kalian tahu apa itu gibah?" Para sahabat menjawab: "Allah dan Rasul-Nya yang lebih tahu." Rasulullah pun bersabda: "Yaitu ketika engkau menyebut dari saudaramu apa-apa yang ia benci." Kemudian ada yang bertanya: "Bagaimana jika yang kusebutkan ada pada dirinya?" Rasulullah menjawab: "Jika yang kau sebut ada pada dirinya maka engkau telah menggibah dirinya, tapi jika tidak maka engkau telah menuduhnya dengan kebohongan." (HR. Muslim dan Tirmidzi).
Gibah tidak terbatas pada ucapan saja, tapi mencakup semua yang merendahkan seseorang. Entah itu dengan perkataan, tulisan, kode, isyarat. Mau isyarat itu pake mata, tangan, kepala, atau bahkan mengikuti gerakan atau pose orang tersebut juga disebut gibah, selama itu merendahkan.
Semua itu hukumnya haram tanpa ada perbedaan...astagfirullah...
Namun ada beberapa kondisi yang diperbolehkan untuk gibah
1. Pegaduan kezaliman ke pihak berwenang.
2. Permintaan tolong (terhadap kemungkaran dan maksiat) kepada yang mampu.
3. Terang-terangan melakukan keburukan.
Catatan Az
Kamu tahu apa itu gibah?
Ya, gibah adalah menyebutkan dari diri seseorang apa-apa yang ia benci. Ini diambil dari hadits yang diriwayatkan oleh Imam Muslim dan Imam At-Tirmidzi berikut,
Dari Abu Hurairah RA: Bahwa Rasulullah SAW bertanya: "Apakah kalian tahu apa itu gibah?" Para sahabat menjawab: "Allah dan Rasul-Nya yang lebih tahu." Rasulullah pun bersabda: "Yaitu ketika engkau menyebut dari saudaramu apa-apa yang ia benci." Kemudian ada yang bertanya: "Bagaimana jika yang kusebutkan ada pada dirinya?" Rasulullah menjawab: "Jika yang kau sebut ada pada dirinya maka engkau telah menggibah dirinya, tapi jika tidak maka engkau telah menuduhnya dengan kebohongan." (HR. Muslim dan Tirmidzi).
Gibah tidak terbatas pada ucapan saja, tapi mencakup semua yang merendahkan seseorang. Entah itu dengan perkataan, tulisan, kode, isyarat. Mau isyarat itu pake mata, tangan, kepala, atau bahkan mengikuti gerakan atau pose orang tersebut juga disebut gibah, selama itu merendahkan.
Semua itu hukumnya haram tanpa ada perbedaan...astagfirullah...
Namun ada beberapa kondisi yang diperbolehkan untuk gibah
1. Pegaduan kezaliman ke pihak berwenang.
2. Permintaan tolong (terhadap kemungkaran dan maksiat) kepada yang mampu.
3. Terang-terangan melakukan keburukan.
Catatan Az
โค12
SUDUT
Kita mungkin memandang menjalankan ibadah begitu sulit dan berat.
Mau bangun sholat tahajud aja mata nggak mau diajak melek. Mau sholat dhuha aja nunda-nunda sampai dzuhur. Mau puasa sunnah kok ya takut capek dan menderita. Yang wajib aja belum kelar, gimana mau ngerjain yang sunnah-sunnah.
Tapi ada orang lain yang ibadahnya udah mantep. Sunnahnya aja disikat habis, apalagi wajibnya. Mereka anggap kewajiban sebagai sesuatu yang indah dan mudah.
Sementara perkara sunnah dianggap sebagai penguat untuk bisa istiqomah menjalankan yang wajib. Mereka lakukan dengan penuh cinta dan kerinduan pada keridhoan Allah.
Kita yang insecure sama orang model begitu mungkin pernah bertanya-tanya sama orang yang sholeh dan 'alim', kenapa kamu kok bisa kuat menjalankan ibadah?
Kenapa kamu bisa sabar di tengah musibah parah yang menimpa? Kenapa kamu bisa teguh memegang keyakinan nggak mau pacaran? Kenapa kamu kok kuat belajar tanpa henti tanpa refreshing nonton drakor?
Intinya menanyakan bagaimana cara mereka bisa memandang sesuatu yang kita anggap buruk dan berat menjadi sesuatu yang baik dan mudah.
Catatan Az
Kita mungkin memandang menjalankan ibadah begitu sulit dan berat.
Mau bangun sholat tahajud aja mata nggak mau diajak melek. Mau sholat dhuha aja nunda-nunda sampai dzuhur. Mau puasa sunnah kok ya takut capek dan menderita. Yang wajib aja belum kelar, gimana mau ngerjain yang sunnah-sunnah.
Tapi ada orang lain yang ibadahnya udah mantep. Sunnahnya aja disikat habis, apalagi wajibnya. Mereka anggap kewajiban sebagai sesuatu yang indah dan mudah.
Sementara perkara sunnah dianggap sebagai penguat untuk bisa istiqomah menjalankan yang wajib. Mereka lakukan dengan penuh cinta dan kerinduan pada keridhoan Allah.
Kita yang insecure sama orang model begitu mungkin pernah bertanya-tanya sama orang yang sholeh dan 'alim', kenapa kamu kok bisa kuat menjalankan ibadah?
Kenapa kamu bisa sabar di tengah musibah parah yang menimpa? Kenapa kamu bisa teguh memegang keyakinan nggak mau pacaran? Kenapa kamu kok kuat belajar tanpa henti tanpa refreshing nonton drakor?
Intinya menanyakan bagaimana cara mereka bisa memandang sesuatu yang kita anggap buruk dan berat menjadi sesuatu yang baik dan mudah.
Catatan Az
โค12
Tunda Aja Terus
Jangan percaya dengan kata "nanti deh aku kerjain tugasnya, nonton dulu 10 menit". Maunya bisa memanagement waktu tapi kerjaannya suka nunda-nunda. "10 menit lah, nonton dulu" bohong!
10 menit terlalu berharga untuk ditukar dengan hal yang tidak bermanfaat. Bilangnya 10 menit, akhirnya tidak terasa berjam-jam waktu berlalu, sedangkan kita tidak mendapat apa-apa.
Teruntuk yang baca ini, katanya mau berubah! Kok masih diam di tempat. Menjadi lebih baik itu butuh proses yang panjang, kadang juga rumit. Apakah bisa hal yang butuh proses bersanding atau berjalan beriringan dengan kata nanti?
Catatan Az
Jangan percaya dengan kata "nanti deh aku kerjain tugasnya, nonton dulu 10 menit". Maunya bisa memanagement waktu tapi kerjaannya suka nunda-nunda. "10 menit lah, nonton dulu" bohong!
10 menit terlalu berharga untuk ditukar dengan hal yang tidak bermanfaat. Bilangnya 10 menit, akhirnya tidak terasa berjam-jam waktu berlalu, sedangkan kita tidak mendapat apa-apa.
Teruntuk yang baca ini, katanya mau berubah! Kok masih diam di tempat. Menjadi lebih baik itu butuh proses yang panjang, kadang juga rumit. Apakah bisa hal yang butuh proses bersanding atau berjalan beriringan dengan kata nanti?
Catatan Az
โค18
November
Jika segala kisah bersumber dari kasih, maka November dan Desember adalah pasangan serasi.
Jaraknya tak pernah jauh seperti langit dan bumi, ia dekat seperti Desember ke Januari.
Bulan baru untuk Thalibul 'Ilmi , juga jadi reminder bagi setiap remember untuk memperoleh hasil terbaik dari sebuah number, meski sesekali harus jadi narasumber.
Setiap member berhak memfiber, agar kesedihan tak lagi terbeber. Semoga 1443 H bakal ada bukber untuk kehangatan masakan ibu yang begitu lumer. Hehehe
Catatan Az
Jika segala kisah bersumber dari kasih, maka November dan Desember adalah pasangan serasi.
Jaraknya tak pernah jauh seperti langit dan bumi, ia dekat seperti Desember ke Januari.
Bulan baru untuk Thalibul 'Ilmi , juga jadi reminder bagi setiap remember untuk memperoleh hasil terbaik dari sebuah number, meski sesekali harus jadi narasumber.
Setiap member berhak memfiber, agar kesedihan tak lagi terbeber. Semoga 1443 H bakal ada bukber untuk kehangatan masakan ibu yang begitu lumer. Hehehe
Catatan Az
โค15
Orang berubah karena memang ada motivasi. Baik, iya baik. Tapi bukan motivasi untuk eksistensi. Berlindung dengan kata "sedang memantaskan diri" padahal lagi cari sensasi untuk mendapatkan para perempuan. Akan kelihatan sama bukan? Sama2 bermotivasi. Beda nya tipis. Karena niat itu yang tau cuma hati.
Catatan Az
Catatan Az
โค13
Awalnya ku pikir dunia memang tidak memihakku, tapi setelah melihat langit, ternyata dunia seluas itu, dan pikiranku yang terlalu sempit. Karena nggak ada manusia yang tinggal di dunia hidup murni hidup tanpa 1 pembenci sekalipun, Hey manusia, memangnya dunia ini hanya berotasi memutari mu? Sampai semua harus menyukaimu, Keras kepala sekali.
Catatan Az
Catatan Az
โค15๐1
BE YOUR SELF
"Yang menyedihkan adalah ketika seseorang dihakimi karena menjadi dirinya sendiri, namun justru dipuji saat menjadi orang lain."
Setiap manusia diciptakan Allah tentu dengan keunikannya masing-masing, keistimewaannya yang berbeda-beda, kelebihan dan kekurangan yang unik, dan setiap orang itu spesial.โฃโฃ
โฃโฃ
Namun, di dunia semakin dewasa ini, ketika seseorang berusaha menjadi dirinya sendiri dengan passion dan skill yang dimiliki tak jarang menemukan pertentangan dari orang-orang di sekelilingnya. Mencemooh, menekan, dan memaksa melakukan hal yang tak disukai atau tak diminatinya.โฃโฃ
โฃโฃ
Tentu hari-hari yang dilalui dengan penekanan tidak mengenakkan, beberapa ada yang bertahan karena tidak enak dengan orang lain. Namun, sebagian yang lain tetap bertahan untuk menekuni apa yang disukainya.โฃโฃ
โฃโฃ
Saat berusaha jadi diri sendiri, dihakimi dan disalah-salahkan, saat jadi orang lain justru malah dipuji disanjung-sanjung.โฃโฃ
โฃโฃ
Ya, itulah hidup. Semakin bertambah umur akan semakin banyak menemukan perbedaan, pertentangan, penolakan, dan hal-hal yang tak mengenakkan.โฃโฃ
โฃโฃ
Tapi, itulah proses pendewasaan. Proses berubah dan bertumbuh menjadi lebih baik, dan jika saat itu tiba jadilah dirimu yang terbaik, Just be your best version!
Inspirasi dari Kak Asad
Catatan Az
"Yang menyedihkan adalah ketika seseorang dihakimi karena menjadi dirinya sendiri, namun justru dipuji saat menjadi orang lain."
Setiap manusia diciptakan Allah tentu dengan keunikannya masing-masing, keistimewaannya yang berbeda-beda, kelebihan dan kekurangan yang unik, dan setiap orang itu spesial.โฃโฃ
โฃโฃ
Namun, di dunia semakin dewasa ini, ketika seseorang berusaha menjadi dirinya sendiri dengan passion dan skill yang dimiliki tak jarang menemukan pertentangan dari orang-orang di sekelilingnya. Mencemooh, menekan, dan memaksa melakukan hal yang tak disukai atau tak diminatinya.โฃโฃ
โฃโฃ
Tentu hari-hari yang dilalui dengan penekanan tidak mengenakkan, beberapa ada yang bertahan karena tidak enak dengan orang lain. Namun, sebagian yang lain tetap bertahan untuk menekuni apa yang disukainya.โฃโฃ
โฃโฃ
Saat berusaha jadi diri sendiri, dihakimi dan disalah-salahkan, saat jadi orang lain justru malah dipuji disanjung-sanjung.โฃโฃ
โฃโฃ
Ya, itulah hidup. Semakin bertambah umur akan semakin banyak menemukan perbedaan, pertentangan, penolakan, dan hal-hal yang tak mengenakkan.โฃโฃ
โฃโฃ
Tapi, itulah proses pendewasaan. Proses berubah dan bertumbuh menjadi lebih baik, dan jika saat itu tiba jadilah dirimu yang terbaik, Just be your best version!
Inspirasi dari Kak Asad
Catatan Az
โค16
FUTURE Itu Nge-BLUR
Tak siapapun dapat melihat dirinya di masa depan. Jangankan masa depan, hari esok pun kita tak tahu apa yang terjadi.
Sering kita berpikir & berangan-angan, "Udah Besar nanti, aku jadi apa ya?" atau berencana, "Nanti kalo udah besar aku mau jadi..." atau tak jarang juga ingin menjadi seseorang yang bahagia dengan karirnya,terbilang menyenangkan jika menjadi sepertinya. Seperti jadi Dokter. Bisa membantu orang sakit, punya penghasilan besar dan segala apa yang 'wah' dipandang oleh mata.
Berangan-angan? Boleh. Bahkan orang gila pun bisa.
Hanya saja, mewujudkannya menjadi kenyataan itu adalah zona yang sulit. Mau jadi pengusaha sukses katanya tapi lepas dari kasur pun masih malas-malasan. Dapat untung cuman sedikit dipermasalahkan. Mau jadi penghafal Al-Qur'an katanya, tapi memurajaahkan hafalan aja jarang.
Sudah pasti Allah mengetahui & melihat keinginan kita, cita-cita kita. Bukankah Allah 'Aliiman-Bashiran?. Sudah pasti Allah mendengar doa-doa kita. Bukankah Allah itu Samii'an?
"Jika Allah Maha Mengetahui-melihat-lagi Maha mendengar, lalu mana wujud dari harapanku!? Mana balasan dari doa-doaku selama ini!? Tak kulihat hasilnya?"
Hey, sepertinya kau lupa.
ุฅูููู ุงูููููู ููุง ููุบููููุฑู ู ูุง ุจูููููู ู ุญูุชููููฐ ููุบููููุฑููุง ู ูุง ุจูุฃูููููุณูููู ู
โSesungguhnya Allah tidak merubah keadaan suatu kaum sehingga mereka merubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri.โ
[Ar-Raโd/13:11]
Ternyata jihadmu kurang wahai Pejuang Mimpi.
"Wa mal ladz-dzatu illaa ba'dat ta'abi".
Tidak ada kelezatan tanpa merasakan lelah sebelumnya. Rela menjadi ulat demi menjadi kupu-kupu. Siap kehujanan & kepanasan demi menjadi bunga yang indah. Dan kita? Siap jatuh untuk bangkit. Siap merintis agar dapat berbaris bersama orang-orang sukses.
Karena masing-masing dari kita Allah beri kenikmatan dan kesengsaraan.
Tinggal kita yang memilih, ingin kebahagiaan dahulu atau kesengsaraan?
Korbankan masa mudamu untuk masa depanmu di Dunia & akhirat kelak.
Catatan Az
Tak siapapun dapat melihat dirinya di masa depan. Jangankan masa depan, hari esok pun kita tak tahu apa yang terjadi.
Sering kita berpikir & berangan-angan, "Udah Besar nanti, aku jadi apa ya?" atau berencana, "Nanti kalo udah besar aku mau jadi..." atau tak jarang juga ingin menjadi seseorang yang bahagia dengan karirnya,terbilang menyenangkan jika menjadi sepertinya. Seperti jadi Dokter. Bisa membantu orang sakit, punya penghasilan besar dan segala apa yang 'wah' dipandang oleh mata.
Berangan-angan? Boleh. Bahkan orang gila pun bisa.
Hanya saja, mewujudkannya menjadi kenyataan itu adalah zona yang sulit. Mau jadi pengusaha sukses katanya tapi lepas dari kasur pun masih malas-malasan. Dapat untung cuman sedikit dipermasalahkan. Mau jadi penghafal Al-Qur'an katanya, tapi memurajaahkan hafalan aja jarang.
Sudah pasti Allah mengetahui & melihat keinginan kita, cita-cita kita. Bukankah Allah 'Aliiman-Bashiran?. Sudah pasti Allah mendengar doa-doa kita. Bukankah Allah itu Samii'an?
"Jika Allah Maha Mengetahui-melihat-lagi Maha mendengar, lalu mana wujud dari harapanku!? Mana balasan dari doa-doaku selama ini!? Tak kulihat hasilnya?"
Hey, sepertinya kau lupa.
ุฅูููู ุงูููููู ููุง ููุบููููุฑู ู ูุง ุจูููููู ู ุญูุชููููฐ ููุบููููุฑููุง ู ูุง ุจูุฃูููููุณูููู ู
โSesungguhnya Allah tidak merubah keadaan suatu kaum sehingga mereka merubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri.โ
[Ar-Raโd/13:11]
Ternyata jihadmu kurang wahai Pejuang Mimpi.
"Wa mal ladz-dzatu illaa ba'dat ta'abi".
Tidak ada kelezatan tanpa merasakan lelah sebelumnya. Rela menjadi ulat demi menjadi kupu-kupu. Siap kehujanan & kepanasan demi menjadi bunga yang indah. Dan kita? Siap jatuh untuk bangkit. Siap merintis agar dapat berbaris bersama orang-orang sukses.
Karena masing-masing dari kita Allah beri kenikmatan dan kesengsaraan.
Tinggal kita yang memilih, ingin kebahagiaan dahulu atau kesengsaraan?
Korbankan masa mudamu untuk masa depanmu di Dunia & akhirat kelak.
Catatan Az
โค13๐1
Kapan Sadar
"Kak bantu mama sebentar, tolong angkatkan kursi dibelakang ke dalam"
"Ma baru juga datang udah suruh-suruh kakak... Capek ma, disekolah aja kakak banyak tugas pusing, suruh aja adek"
Lelahnya kita hari ini, rasa sakit yang kita alami tak akan sepadan dengan lelah dan sakitnya perjuangan mereka membesarkan kita. Setiap hari mereka selalu berjuang, setiap hari pula mereka bertitih keringat. Sedangkan kita masih selalu mengedepankan ego.
Beli ini itu semaunya, beli baju, beli skincare, traktir temen kita bisa. Tapi hanya sekedar membeli hadiah untuk menyenangkan mereka saja, kita beralasan tak punya uang.
Rela menghabiskan waktu dengan teman dan pasangan. Rela menyibukkan diri dengan tugas, ambisi dengan pekerjaan. Namun sekedar menyapa mereka saja kita tak ada waktu.
Kapan sadar?
Jangan menunggu salah satu pergi baru sadar!
Ketika masih ada kesempatan untuk melihat mereka, berjuanglah. Selama masih bisa melihat senyum mereka bahagiakanlah.
Catatan Az
"Kak bantu mama sebentar, tolong angkatkan kursi dibelakang ke dalam"
"Ma baru juga datang udah suruh-suruh kakak... Capek ma, disekolah aja kakak banyak tugas pusing, suruh aja adek"
Lelahnya kita hari ini, rasa sakit yang kita alami tak akan sepadan dengan lelah dan sakitnya perjuangan mereka membesarkan kita. Setiap hari mereka selalu berjuang, setiap hari pula mereka bertitih keringat. Sedangkan kita masih selalu mengedepankan ego.
Beli ini itu semaunya, beli baju, beli skincare, traktir temen kita bisa. Tapi hanya sekedar membeli hadiah untuk menyenangkan mereka saja, kita beralasan tak punya uang.
Rela menghabiskan waktu dengan teman dan pasangan. Rela menyibukkan diri dengan tugas, ambisi dengan pekerjaan. Namun sekedar menyapa mereka saja kita tak ada waktu.
Kapan sadar?
Jangan menunggu salah satu pergi baru sadar!
Ketika masih ada kesempatan untuk melihat mereka, berjuanglah. Selama masih bisa melihat senyum mereka bahagiakanlah.
Catatan Az
โค19๐2