Catatan Az 🇮🇩|🇵🇸
96 subscribers
3 photos
16 videos
170 links
Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh
Channel Ini berisi : catatan kecil,quote,materi singkat, dan juga kuis
Download Telegram
LUPA

Aku lupa bahwa,
Bahagia bukan hanya milik dia yang kaya,
Bahagia bukan hanya milik dia yang punya rumah mewah.
Bahagia bukan hanya milik dia yang cantik ataupun tampan.
Bahagia bukan hanya milik dia yang punya banyak teman.

Sering aku melihat dua anak kecil dipinggir jalan dengan kotak tisuenya, ya tisu!
Dua anak kecil penjual tisu di pinggir jalan yang hampir setiap hari aku lihat.
Yang tidurnya hanya dengan selembar selimut untuk alas, yang makannya hanya sepotong roti kering, yang menurutku rasanya sedikit hambar.

Aku melihat keduanya saling becanda dan tertawa lepas.
Dalam hati aku bergumam "apakah mereka tidak keberatan dengan hidup mereka yang seperti itu?"

Ternyata selama ini aku lupa,
Aku tak sadar bahwa bahagia itu milik semua orang, semua yang mau menjalani hidupnya dengan ikhlas, tak banyak mengeluh.
Sederhana bukan berarti tak bahagia.
Kedua anak itu banyak memberi pelajaran tentang hidup kepadaku.

Catatan Az
12🕊1
GAGAL BUKAN BERARTI SELESAI

Terkadang kita perlu berhenti sejenak untuk sedikit melihat, sudah sejauh mana kita berjuang?
Apakah kita sudah memberikan yang terbaik dalam perjuangan kita?
Atau masih memberikan yang biasa-biasa saja?

Disitu kita bisa melihat, mana yang perlu kita benahi, memulai yang masih tertinggal, menyelesaikan yang masih ditengah jalan, menata yang masih berantakan.

Tapi jangan lupa!
Apresiasi diri sendiri apa yang udah kita lakukan dan dapatkan.
Berterimakasih pada diri sendiri sudah mau berjuang sampai sejauh ini.

Masalah kegagalan itu bukan aib, itu adalah pelajaran yang perlu kita syukuri.
Kita punya banyak rencana tapi tetap ingat kita punya Allah Sang Maha Penentu.

Catatan Az
9🕊1
Refleksi

Setiap menatap kembali wajah kecil kita, ada lapis-lapis endapan kenangan yang tiba-tiba bergumpal-gumpal memenuhi benak.

Tentang Nikmat Allah.
Betapa berlimpah ia memenuhi hidup, tak dapat dihitung, takkan bisa dihinggakan. Dan betapa amat banyak yang luput disyukuri, yang tersia tak bermakna, atau bahkan yang justru terpakai dalam durhaka.

Tentang ‘Amal-‘amal kita.
Betapa sedikit bekal yang telah kita siapkan untuk hari kembali. Betapa kecil sumbangsih yang telah kita berikan pada kemaslahatan sesama. Dan tentu, alangkah banyak keburukan yang telah kita torehkan; pada Rabb semesta alam yang terus menerus begitu sayang menutup aib diri, memberi tabir nista-nista diri ini. Juga hak sesama yang terambil, kehormatan yang terlanggar, menyakiti dan mengecewakan.

Tentang Usia.
Pada apa rupanya kita habiskan umur selama ini ? Tidur yang banyak sekali. Lamun dan khayal yang tak henti-henti. Gerak tak berguna yang terus merajai. Dosa-dosa yang sering sekali menyelingi. Ah, betapa sedikitnya yang berarti. Dan kita masih menyebut diri hamba Allah. Dan kita masih merasa hidup ini semata-mata ibadah kepadaNya.

Sesekali, cobalah menatap foto diri di masa ketika pena masih diangkat dan dosa belum dicatat. Di sana kita temukan syukur sekaligus sesal atas apa yang ada pada diri hari ini;
untuk menghidup-hidupi rasa takut sekaligus harap pada Allah yang selalu kita perjuangkan untuk menjadi yang tertinggi dalam cinta ini ....
Allah ghayatuna,
Ar Rasul qudwatuna,
Al Qur'an dusturuna,
Al Jihad sabiluna,
Al mautu fi sabilillah,
asma amanina


Catatan Az
11🕊1
Yourself

Dulu sempat berfikir, apakah aku harus menjadi dia agar aku dicintai banyak orang?
Apakah aku harus menjadi dia agar aku dipuji dan dihargai?
Apakah aku harus menjadi dia agar aku tak dibenci?

Ternyata.
Kita tak perlu menjadi orang lain.
Kita hanya perlu pandang diri kita, lihat apa kekuranganya, dan perbaiki!

Tak perlu bersusah payah memakai topeng agar semua orang tertarik kepada kita.
Sejatinya siapapun kita tak akan pernah bisa lari dari pembenci.
Tujuan kita bukan disenangi semua orang, karena itu hal yang tak mungkin.

Bahkan Nabi Muhammad SAW. Manusia yang sempurna dan kekasih Allah, beliau tak pernah luput dari pembenci.
Lalu, pantaskah kita jika semua orang untuk mencintai kita?

Catatan Az
11🕊2😁1
Menuntut Ilmu

Harus semangat!
Salah satu cara mensyukuri nikmat, adalah dengan belajar dengan giat. Nanti pulang, bawa ilmu yang banyak dan bermanfaat.

Harus yakin!
Sesukar apapun ilmu, pasti ada jembatannya.
Maka berjuanglah dalam proses belajar.
Menghargai sedikit apapun ilmu yang didapat. Memuliakan siapapun yang memberi. Membagikannya pada siapapun yang menghendaki. Bukan agar terlihat pandai, namun agar kebodohan ini bisa dikoreksi.

Semuanya...bahkan secuilpun hikmah dari agama ini, tetaplah mutiara.

‎بدون الأحلام لن نصل لشيء
‎بدون الحب لن نشعر بشيء
‎بدون الله نحن لا شيء

Tanpa impian, kita takkan mencapai apa-apa.
Tanpa cinta, kita takkan merasai apa-apa.
Tanpa Allah, kita bukanlah apa-apa.
-Ibn Qayyim Al-Jauziyah-

Cita, Cinta, dan Allah

Bangun impianmu. Membahagiakan orang-orang terkasih. Dan terus mendekat kepada yang Maha Kasih.

Catatan Az
8🕊4
Bisakah mencoba menikmati sebuah kesendirian?
Beristirahat sejenak, dan menjauh dari segala kebisingan?

Terkadang kita hanya perlu ruang untuk menemukan ketenangan, agar paham dari arti mencintai diri sendiri
.

Kutipan Az
10🕊4
Bersikaplah sibuk sehingga tidak ada waktu untuk bersedih.

Bersikaplah bodo amat kepada hal-hal yang tidak bisa membuatmu kuat.
Kamu menopang orang lain, tapi membiarkan diri sendiri runtuh.

Sesekali bersikap egois, bukan kejam. Hanya memberi kesempatan untuk diri merasa di hargai.

Catatan Az
8🕊4👍1
Semua yang kita punya sebenarnya adalah titipan yang harus kita jaga.

Yang namanya titipan bakal balik lagi ke pemiliknya? Masalahnya, cara baliknya gimana?

Uang yang kita punya, bisa jadi ‘kembali’ dengan kita sedekahkan, belanjakan, harta kalo dicuri pun, itu bisa berarti ‘kembali’ karena itu cuma titipan.

Jadi, kenapa harus terlalu merasa memiliki? Jika yang dititipi, kembali pada pemilik asli?

Catatan Az
7🕊5
Sebenernya apa yang kamu cari?
Wanita cantik? Kaya harta? Yang pintar dandan?
Wanita putih? Bening? Yang rajin make up an?
Atau Hanya wanita lugu? yang menjaga wudhu dan menundukkan pandangan?

Perlukah terus mencari yang sempurna?
Haruskah terus mencari? Mencari sampai kehilangan yang setia.
Jangan terlalu sibuk untuk mencari yang sempurna, karna kamu akan kehilangan yang setia.
Jangan terlalu sering mencari yang terbaik, Jika dirimu sendiri bukan lah yang terbaik.

Berbahagialah dengan apa yang kamu peroleh, terimalah dengan senang hati segala pemberian Allah, dan abaikan lah mimpi mimpi yang tidak sesuai dengan kadar dan kemampuanmu.

Catatan Az
6🕊4
BERDOA

Tidak ada yang salah dengan do'a, namun ketika kamu memutuskan untuk berhenti berdo'a, di situlah kesalahannya.
Berhenti memohon kepada-Nya atas segala pinta yang bahkan akalmu pun tidak akan sanggup tuk mengurainya.

Kamu harus yakin saja, apa yang menurutmu tidak mungkin, itu sangat mudah bagi-Nya.
Minta, minta semua yang kamu inginkan kepada-Nya, Insyaallah Dia akan mengamininya dan memberi semua apa yang kamu pinta.
Jika Dia tidak segera mendatangkan apa yang kamu damba, bukan berarti Dia tidak sayang dengan hamba-Nya
Akan tetapi, Dia ingin menjadikan apa yang terbaik bagi hamba-Nya di waktu yang tepat menurut-Nya
Dan jika apa yang kamu dapat tak sesuai dengan apa yang kamu pinta. Itu berarti Dia ingin agar hamba-Nya selalu bersyukur dengan apa yang didapatkan dan kemungkinan yang di pinta itu tak sesuai dengan kehidupannya.

Selalu tanamkan rasa syukur atas segala pemberian dari-Nya dan kesabaran atas segala cobaan hidup yang menerpa.

Catatan Az
🕊122👍1
SETIA!

Apabila engkau mencintai Allah SWT, maka engkau harus ikhlas mengorbankan dirimu untuk mengikuti perintah²Nya yang berada di dalam Al-Qur'an.

Apabila engkau mencintai Rasulullah SAW, maka engkau harus ikhlas mengorbankan waktumu untuk menjalankan Sunnah-sunnahnya yang ada di dalam Hadits.

Apabila engkau mencintai seseorang maka engkau harus ikhlas mengorbankan sisa umurmu untuk memperlakukannya dengan baik dengan bukti, kepastian dan kesetiaan kepadanya.

Pertama yang harus engkau cintai adalah Penciptamu, kemudian Rasulallah SAW dan terakhir adalah pasangan hidupmu. Tidak di pungkiri orang tua dan keluarga yg selalu mendukungmu selama ini juga harus selalu engkau cintai.

Tiada cinta tanpa adanya pengorbanan dan tiada pengorbanan yang lebih berharga daripada waktu.

Catatan Az
🕊63👍3
Mendobrak Benteng Diri

Ketika lagi proses hijrah untuk menata diri kembali, Pernah nggak sih kamu ngerasain insecure pas ngelihat orang yang lebih baik dari kamu?

Insecure pas ngelihat orang yang lebih banyak ilmunya atau insecure karena ingat kenakalan waktu dulu?

Tiba tiba rasa ingin hijrah yang menggebu gebu, digantikan dengan rasa malu akan masa lalu.
"Ah, kayaknya aku belum layak buat jadi orang alim" "Kayaknya aku yang paling banyak dosa dan paling ga punya ilmu disini" "Mereka keren banget, apalah aku yang butiran debu ini"

Hingga ujung ujungnya, proses hijrah kita menjadi terhambat sebab insecure kita yang begitu dahsyat. Karena itu, Allah yang maha mengetahui kondisi hambanya, memberi janji tentang kerisauan insecure manusia ini.

والذين جاهدوا فينا لنهدينهم سبلنا

"Dan orang-orang yang berjihad untuk (mencari keridhaan) Kami benar-benar akan Kami tunjukkan kepada mereka jalan-jalan Kami". OS. Al Ankabut : 69.

Dari ayat ini, merupakan kabar gembira dari Allah, bahwa selama kita masih berusaha untuk terus memperbaiki diri, maka akan Allah mudahkan juga agar kita bisa menjadi orang yang berada di atas jalan-Nya.

Rasa berusaha itu yang menjadi kunci utama dari janji Allah ini. Karena itu ketika kamu insecure, ingat yang Allah lihat bukanlah masa lalu kita, tapi seberapa besar usaha kita untuk terus mendekat kepada-Nya.
Dan yakinlah janji Allah itu akan datang, Hingga segala kemudahan untuk sampai kepada ridhaNya terus dibentangkan.
So, jangan pernah putus asa dari janji Allah ya!

Catatan Az
🕊8💯31👍1
SAAT VIRAL MERAJAI

Berbicara mengenai viral, banyak warga +62 yang berlomba-lomba bikin konten menarik di sosmed dengan harapan konten tersebut bisa viral di khalayak ramai. Tapi nggak sedikit juga orang yang membuat konten yang ternyata nggak faedah. Demi cita-cita menjadi Viral dan mendapatkan uang yang banyak mereka membuat konten yang malah merugikan bahkan melecehkan pihak tertentu atau malah agamanya sendiri.

Karena kata Viral ini, semua terkesan mengabaikan moral. Padahal Viral itu bukan segalanya. Hidup kita itu bukan untuk mendapat gelar atau dikenal banyak orang sampai kita rela melakukan apa saja tanpa memikirkan perbuatan kita itu keluar dari syari'at atau tidak.

Dikenal banyak orang dan mendapat banyak uang bukanlah tolak ukur kebahagiaan sebagai seorang muslim. Dan kalo kita nggak terkenal, hidup kita nggak akan langsung berakhir.

Bahkan banyak diluar sana orang yang terkenal malah mengakhiri hidupnya dengan bunuh diri karena frustrasi menghadapi cuitan netizen yang membully dan menjulid di media sosial. Miris, Jelas bukan? Kalo terkenal di dunia itu ternyata membuat pusing atau bahkan Frustasi?

Sebagai seorang muslim seharusnya ketika kita ingin melakukan suatu perbuatan haruslah berada didalam koridor yang sudah di tetapkan oleh Allah. Dengan begitu Allah akan Ridho kepada kita. Dan kita akan merasa tenang. Karena tolak ukur kebahagian seorang muslim adalah ridho Allah.

So, mari kita belajar melakukan sesuatu yang membuat Allah ridho, dan menjadi seseorang yang terkenal di tengah2 penduduk langit.

Catatan Az
5🕊3💯3👍2😍1
Menunggu

Jauh jauh datang untuk ilmu.
Jauh jauh datang untuk gapai mimpi.
Jauh jauh datang, tapi makin kesini makin lupa tujuan.

Jauh dari orang tua, jauh dari pengawasan.
Semua yang kamu lakukan adalah yang kamu putuskan.
Orang tua tidak tahu, orang tua tidak lihat, kamu bebas.
Itu yang kamu mau dari dulu.

Tapi akhirnya kamu sadar, bahwa hidup jauh dari orang tuamu, kamu butuh kepada orang lain, yang bisa menggantikan posisi mereka. Salah satunya temanmu, kakak kelasmu. Dan satu lagi, lawan jenis.

Menjelajah, memang bener jauh dari orang tua, tapi bukan berarti itu menjadi pembenaran untuk dekat dengan lawan jenis non mahrom, hidup saling bergantung, berhubungan layak botol dengan tutupnya, yang mana air yang ada di dalam botol rentan jatuh dan tumpah kalau tidak ada tutupnya.

Aku lagi nunggu dia, dia janji bakal nikahin aku.
Kita nggak pacaran kok. Cuma deket aja.
Konotasi pacaran memang sudah terdengar haram di masyarakat.
Karena itu kamu tidak membuat hubungan dengan kata pacaran.
Tapi aktivitasmu, bukankah sama dengan orang yang pacaran?
Chatingan setiap hari, saling kirim makanan, ketemuan bahkan.

Aku sebenarnya cuma pengen ada tempat curhat, punya cenel buat kalau minta bantuan, aku pengen punya tempat menenangkan fikiran, aku butuh tempat kembali.

Excuse me, dimana kamu tempatkan Allah dalam hatimu?
Bukankah Allah sebaik baiknya tempat kembali?
Bukankah Allah sebaik baiknya tempat berkeluh kesah dan tempat meminta pertolongan?

Istafti qolbak! Karena kemaksiatan sejatinya tidak menentramkan hati. Maka hati mu sebenarnya tahu, jalan mana yang akan membawamu kepada ketentraman.

Catatan Az
9😢3👍1🕊1
Reminder Today
#4

Berkali kali manusia melakukan dosa maksiat.
Berkali kali juga Allah memberikan maaf.

Di zaman ini, maksiat sudah mengangkasa dan merajalela. Adakah letak di dalam hati keyakinan kalau Allah pasti melihatmu setiap hari?
Ada 2 malaikat mencatat semua amal mu dan ada malaikat maut yang mondar-mandir mendatangimu setiap hari?

Walaupun begitu, Allah tidak pernah memanggil manusia dengan seruan "Wahai orang-orang yang berlumuran dosa", Allah malah berfirman "Wahai hamba-hambaKu" masih Allah panggil hamba.

Padahal Allah tahu maksiat kita kepada-Nya sudah menjulang. Jarak kita kepada Allah semakin hari semakin renggang.

Karena itu, mari kembalilah.
Allah selalu mendengar doa hamba-hambaNya yang bertaubat. Jangan sampai kita terus menerus terjebak dalam kemaksiatan, karena berfikir Allah Maha Baik, minggu depan aku taubatnya. Hari ini seperti ini dulu saja. Lalu, akhirnya kita mati sebelum bertaubat.
Naudzubillah min dzaalik.

۞قُلۡ يَٰعِبَادِيَ ٱلَّذِينَ أَسۡرَفُواْ عَلَىٰٓ أَنفُسِهِمۡ لَا تَقۡنَطُواْ مِن رَّحۡمَةِ ٱللَّهِۚ إِنَّ ٱللَّهَ يَغۡفِرُ ٱلذُّنُوبَ جَمِيعًاۚ إِنَّهُۥ هُوَ ٱلۡغَفُورُ ٱلرَّحِيمُ

Katakanlah, “Wahai hamba-hambaKu yang melampaui batas terhadap diri mereka sendiri! Janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya. Sungguh, Dialah Yang Maha Pengampun, Maha Penyayang. (Surat Az-Zumar, Ayat 53).

Catatan Az
9🕊3😱1
Dari awal kita datang ke dunia, tugas kita adalah berbuat baik semata karena mencari Ridho Allah. Menjadi pribadi yang memakmurkan bumi, beramar ma'ruf nahi mungkar, menjalankan hukum Allah secara kaffah.

Lantas, kenapa kamu mengharap yang lain? Apa sebenarnya yang kamu cari?
Jangan terlalu berharap pada dunia, karena kalau hanya berharap hanya seputar dunia saja. Kamu akan merugi. Dunia akan meninggalkan kita, tidaklah tersisa dari dunia melainkan hanya seukuran tanah lubang kuburan.

Berpikirlah, ketika dunia menjadi harapan utama, sudah pasti pengharap akan terjangkit dengan hasad, takabbur dan penyakit hati lainnya. Sadarlah, seandainya samudera adalah kenikmatan, maka nikmat dunia hanyalah setetes dari lautan samudera

Catatan Az
12🌚2
Alergi dan Toleransi

Di dunia ini, ada manusia yang bisa melakukan sesuatu, tapi yang lain tidak.

Ada manusia yang bisa memakan makanan A tapi yang lain tidak.

Ada manusia yang menyukai barang seperti B, sementara yang lain menyukai barang berbeda.

Ya begitulah hidup. Memang lumrah adanya perbedaan.

Namun, dengan adanya perbedaan itu, satu pihak dengan pihak lain membiarkan, membiarkan lawan pihak berprilaku sesuai dengan kata hatinya. Sesuai yang diyakini.

Jika kemudian ada 2 orang teman, yang satu suka makan udang, namun yang lainnya alergi, apakah harus yang alergi ini ikut memakan udang agar di katakan toleransi?

Kalaulah diposisi itu, apa kita juga harus memakan udang itu sedangkan kita tidak boleh memakannya karena alergi?

Cukup lah kita menjalankan apa yang kita yakini, dan apa yang membuat kita tentram hati. Bukan malah kita ikut berpartisipasi apalagi menyelamkan diri. Itulah toleransi.

Cukuplah kita berada di tempat yang menurut kita nyaman diduduki, hingga kita sampai pada tujuan

Kalo gatel2 karena alergi sih bisa diobatin, kalo di celupin ke neraka, mau diobatin dimana?

Jangan teriak toleransi, kalau masih tidak memahami.

Catatan Az
12💯1
Editan

Sudah jelas dari kata nya, editan berarti bukan sungguhan.
Media sosial adalah tempat dimana dia menerima segala sesuatu baik yang di edit atau yang tidak.
Hanya saja manusia seringkali tidak tahu dimana bedanya.

Bukan berarti karena tidak tahu, malah semakin bersikap tidak peduli atau biasa saja. Karena itu semua dapat menghantarkan mereka pada kecewa. Selalu mengomentari seseorang berbeda antara dunia maya dan nyata. Padahal, dirinya pun tahu namun buta dengan bebasnya editan di dunia maya.

Sudah diperingati beberapa kali, namun tetap saja diulangi.
Siapapun ketika mendaftarkan diri di sosial media pasti mengisi data.
Mulai nama akun, bio akun, photo profil sampai postingan pun, semua pemilik akun berhak dan bebas untuk mengatur, merubah bahkan menyamar menjadi orang lain. This is fact, fren.

Jangan terlalu percaya dengan kehidupan orang hanya sebatas melihat sosial medianya. Bukan berarti semua orang buruk. Hanya saja, lebih bijaklah dalam bersosial media.

Bisa jadi igs nya lagi senang, tetapi sebenarnya dia sedih dan sedang menghibur dirinya. Begitupun sebaliknya, dan bisa jadi igs nya galau bucin, malah sebenarnya dia hanya sedang iseng, lalu kita yang menjadi viewernya terlewat baper atau malah besar rasa.

Happy Weekend guys

Catatan Az
13
Kenapa tidak bersatu?

Sudah monoton.
Hati ini hampa, perlu diisi.

Kamu merasa kalau seseorang harus mengisi posisi dihatimu itu.
Kamu merasa dia orangnya. Dia pantas berada dihatimu. Kamu yakin, kalau dia akan menghilangkan kehampaan itu.

Tapi, hati kecilmu ada sedikit getaran kontra. "Sepertinya jangan" ucapmu waktu itu. Karena kamu sudah tahu, kalau dia tidak seharusnya sedekat itu denganmu. Dalam otakmu selalu terngiang-ngiang lantunan suaramu sendiri membaca Al-Quran surat Al-Isra:32.

Kamu penuntut ilmu, kamu penghafal quran. Hatimu pasti ada getaran itu. Tapi nyatanya nafsumu lebih besar. Kamu menjadikan itu semua naik ke puncaknya.

Kemarin, kamu selalu mengeluh mengapa akhir-akhir ini belajar, dan menghafal Quran selalu susah, lama, lelah. Kamu bahkan mengklaim kalau Al-quran itu susah untuk dihafalkan. Kamu selalu mengatakan belajar itu melelahkan, seperti beban. Capek aku, lirihmu.

Ku beritahu, kamu pernah sadarkah?
Selama ini kamu hanya mengutamakan dia. Kamu selalu cepat membuka notifikasi pesan darinya. Tapi tidak pernah cepat memenuhi panggilan dari Rabb Penguasa Alam dan isinya.

Jangan salahkan Al-Quran, karena Al-Quran itu suci. Pasti dia akan masuk kedalam hati yang suci. Dan akan susah masuk kedalam hati yang dipenuhi maksiat yang ternodai.

Jangan salahkan Ilmu, karena ilmu adalah cahaya. Tidak bisa dia bersatu dengan hati yang dipenuhi noda.

Maka yang salah bukan Al-Quran atau ilmu, tanyakanlah dirimu, apa yang salah? Apa yang kamu lakukan sehingga keduanya menjadi susah bersatu dengan hatimu.

Ku beritahu lagi, kamu mengatakan hatimu hampa, karena tidak ada yang mengisi, memang benar.
Tapi itu semua karena salahmu sendiri yang lebih memilih berhenti mengaji.

Dan berhenti mengaji juga karenamu sendiri, yang malah mengotori hati dengan maksiat berduri. Dan akhirnya kamu jauh dari Al-Quran dan ilmu.

Maka, bukan maksiat yang pantas mengisi kehampaan hati. Karena maksiat tidak menentramkan hati.

Catatan Az
10
Komponen terbatas

Hidup itu kaya ngisi teka teki.
Harus teliti untuk jalaninnya.
Kalau salah satu huruf, salah semua jawabannya.

Kaya main ular tangga.
Harus balance tujuan berapa langkah dan angka dadunya.
Kalau ada ular harus turun, kalau ada tangga harus naik.

Kaya main puzzle.
Harus tahu posisi puzzle yang sesuai.
Harus paham kalau ketemu satu puzzle maka yang dilakukan adalah mencari puzzle lain sebagai solusi.

Dari situ kita paham, bahwa memang kehidupan itu terbatas, semuanya ada ketentuan. Semuanya sudah diatur, bagaimana cara menghadapi masalah satu dan yang lainnya.

Kata syeikh Taqiyuddin dalam kitabnya Nidzom Al-Islam. Memang benar, manusia itu terbatas, karena dia nggak pernah tau apa yang akan terjadi selanjutnya. Kehidupan pun sama, terbatas. Karena semua ada sekat aturan jalaninnya. Dan aturan itu dari Allah Subhanahu Wata'aalaa.

Apalagi alam semesta, dia adalah gabungan dari komponen makhluk Allah yang sudah dipastikan Keterbatasannya. Maka alam semesta juga terbatas. Semuanya Allah yang ngatur. Sedemikian rupa tatanannya, sedemikian rupa alurnya, sedemikian indahnya semua itu.

Maka apakah kita pantas untuk berharap kepada yang terbatas? Sedangkan Allah Maha Pemilik manusia, Kehidupan dan alam semesta?

Allah punya solusi.
Allah berkehendak atas usainya masalah seseorang, Allah berkehendak atas sembuhnya seseorang, Allah berkehendak atas hidup dan matinya seseorang.

Walau bagaimanapun hujan akan turun atas izin Allah. Dan akan reda atas izin Allah.

Catatan Az
16
Antara hitam dan putih

Di media sosial seakan semuanya indah. Banyak sekali orang yang mengikrarkan diri dan menjadikan sosmed nya sebagai orang Alim.

Berikrar anti maksiat, tapi chat lawan jenis selalu terasa nikmat. Berikrar mau hijrah, tapi foto selfi masih bertebaran di setiap arah.

Memberi motivasi agar terlihat paling bijak. Padahal dalam kehidupan nyata hidupnya ambyar tak berjarak.

Berpenampilan modis menawan semua orang, padahal dalam kehidupan nyata, tak sedikit orang tuanya dikekang.

Sholat terlihat khusyuk, seperti terakhir kalinya. Tapi dalam kesendirian selalu tergesa-gesa.

Indah dan cantik sekali jika dipandang. Seperti mutiara didepan manusia. Tapi dihadapan Allah, tidak ada nilainya.

Pujian menjadi tujuan, likers menjadi pantauan, dan comment menjadi rujukan.

Sampai pada akhirnya, sang diri mengeluh pada Allah. Ibadah mulai berantakan, kenikmatannya mulai hilang, sedangkan jarak dengan maksiat setiap hari semakin dekat berkembang.

Ya Allah... sesulit itu ya istiqomah? Aku berdosa banget, aku salah..

Apa yang salah? Justru itu tanda kalau kamu ingin memperbaiki diri dan mencari jawaban atas keluhan yang bertubi-tubi.

Setiap maksiat pasti meninggalkan jejak. Setiap kesesakan itu ada, karena maksiat. Tidaklah salat malam, tilawah harian, dzikir pagi dan petang itu hilang, kecuali karena maksiat.

Tutup handphone mu, bukalah qur'anmu, jangan biarkan dirimu cepat membuka notifikasi, tapi ajaklah dia untuk cepat memenuhi panggilan sholat dari sang ilahi. Karena maksiat sebenarnya perlahan menggrogoti kebaikan.

Sebenarnya kita tahu, bahwa kenikmatan bukan pada game, atau stalking masa lalu. Karena ketika kita melakukannya berulang kali, itu hanya membuat kita semakin memikirkannya dan semakin gelisah. Tak terasa berjam-jam. Berhari-hari, kita hanya menghabiskan waktu dengan sia-sia.

Istirahatlah, jangan jadikan sosmed, likers, followers dan comment netizen sebagai prioritas. Ketenanganmu bukan disana, tapi ada di Allah.

Sholat, temuin Allah. Nangis, luapin semuanya. Walaupun udah nggak bisa berkata-kata lagi. Seromantis itu Allah sama hamba-Nya.

Inspirasi dari buku "Maaf Tuhan, aku hampir menyerah" Karya Alfi Alghazi.

Catatan Az
17👍1