VAKUM â€Ēâ€Ē ðŸąðŸŽðŸŪ - 𝗕ð—ķ𝗙𝗘𝗖𝗧ð—Ēð—Ĩ ð—Ē𝗙𝗖
1K subscribers
144 photos
35 videos
5 files
27 links
ã…Īã…Īã…Īã…Īã…Īâ€ĒâĻģ𝘉𝘊𝘍𝘌𝘊𝘛𝘖𝘙âĻģâ€Ē
—𝘊𝘰ð˜Ūð˜ąð˜­ð˜Ķð˜ĩð˜Ķ ð˜Ū𝘊ð˜īð˜ī𝘊𝘰ð˜Ŋð˜ī ð˜Ī𝘰𝘷ð˜Ķð˜ģð˜ĩ𝘭𝘚, ð˜Ķð˜īð˜ĩð˜Ēð˜Ģ𝘭𝘊ð˜īð˜Đ ð˜ģð˜Ķ𝘭𝘊ð˜Ēð˜Ŋð˜Īð˜Ķ ð˜ĩð˜Đð˜ģ𝘰ð˜ķð˜Ļð˜Đ ð˜īð˜Ķð˜Īð˜ģð˜Ķð˜Ī𝘚—

SHITPOST:
âĻģ @MARKASBFT
MPPS :
âĻģ @AYANGBFT
âĻģ @MitraBft_Bot
CONTACT :
âĻģ @BiFECTOR_OFCBOT

Since : 02 Mei 2023
Download Telegram
🐉 Stroke


Karna pola makan yang ga sehat, makan makanan instan atau cepat saji pada usia muda itu bisa memicu timbulnya penyakit stroke. Kebayang ga sih? Sakit stroke di usia muda? Serem banget loh. Hal ini disebabkan karna tingginya kandungan kolesterol dari makanan itu, kolesterol itu ga baik tau karna kolesterol itu mampu menyumbat pembuluh darah kalian, nah kalo udah kesumbat terus yang kesumbat pembuluh darah bagian otak. Udah deh kena itu yang namanya stroke. Behh
Please open Telegram to view this post
VIEW IN TELEGRAM
🐉🐉🐉🐉🐉🐉

People come and go sobat, udah sampe di akhir aja nih. Next pasti bakal ada konten-konten menarik lainnya. Semoga apa yang gue sampaikan bermanfaat buat semua golongan. Oiya kurang-kurangin ya makan makanan ga sehat, kalo bukan kita yang sayang diri kita siapa lagi? Iya kalo pacarnya perhatian coba kalo enggak? Excited sendirian loh. Apalagi yang hts itu, aduh behh jedag jedug itu hatinya pasti. Bye bye sobat
Please open Telegram to view this post
VIEW IN TELEGRAM
yo what's up guys, gua william. ada yang masih inget sama gua kaga nih? tes ombak dulu sebelum masuk ke konten yang gua bawain. gimana hari kalian? kalo berat, gua doain buat kedepan nya bakal lebih ringan asal lu pada ngejalanin nya pake senyuman yang manis itu, aseek.

by the way, ada yang inget kaga sekarang tanggal berapa? yo, tanggal 1 oktober diperingati sebagai hari pancasila, yang di mana bertepatan pada hari ini. so, gua bakal bahas sejarah, asal usul dan tahap tahap proses lahirnya pancasila. tungguin materi dari gua ya? 😎 #𝗕ð—ķ𝗖𝗔ð—Ģ𝗔𝗖𝗜𝗧𝗎
A. Sejarah Lahirnya Pancasila.
Pancasila, dasar filosofi Indonesia, lahir di tengah masa penuh gejolak dalam sejarah bangsa. Setelah meraih kemerdekaan dari Belanda pada tahun 1945, Indonesia dihadapkan pada tantangan untuk membangun identitas nasional yang baru. Para pendiri bangsa, dipimpin oleh Sukarno, menyadari kebutuhan akan sebuah filosofi pemandu yang dapat mempersatukan rakyat Indonesia yang beragam.
Sukarno, terinspirasi dari berbagai sumber, termasuk tradisi Indonesia, liberalisme Barat, dan nilai-nilai Islam, mengajukan serangkaian lima prinsip: Ketuhanan Yang Maha Esa, Kemanusiaan Yang Adil dan Beradab, Persatuan Indonesia, Kerakyatan Yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan, dan Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia. Prinsip-prinsip ini secara resmi diadopsi sebagai "Pancasila" pada 1 Juni 1945, saat penyusunan Konstitusi Indonesia.
Pancasila menjadi ideologi pemandu bagi Indonesia, membentuk sistem politik, nilai-nilai sosial, dan identitas nasionalnya. Pancasila mendorong persatuan dalam keragaman, menekankan pentingnya menghormati berbagai agama, suku, dan budaya. Pancasila telah menjadi sumber inspirasi dan pedoman bagi bangsa sepanjang sejarahnya, khususnya dalam masa-masa pergolakan politik dan perubahan sosial.
Pancasila telah menghadapi tantangan sepanjang sejarahnya, termasuk masa-masa ketidakstabilan politik dan konflik ideologis. Makna dan penafsiran Pancasila telah berkembang seiring waktu, mencerminkan dinamika masyarakat Indonesia yang berubah. Terlepas dari tantangan ini, Pancasila tetap menjadi simbol kuat persatuan nasional dan pengingat nilai-nilai bersama yang mengikat rakyat Indonesia.
B. Asal-usul lahirnya Pancasila:

â€Ē Persiapan Deklarasi Kemerdekaan: Pada masa menjelang proklamasi kemerdekaan, para tokoh bangsa menyadari pentingnya memiliki dasar filosofi untuk membangun negara baru.

â€Ē Peran Badan Penyelidik Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI): BPUPKI dibentuk pada tanggal 29 Mei 1945 untuk mempersiapkan kemerdekaan Indonesia. Dalam sidang BPUPKI, terdapat beberapa usulan tentang dasar negara, termasuk gagasan dari Muhammad Yamin dan Soepomo.

â€Ē Peran Sukarno: Sukarno, sebagai ketua BPUPKI, berperan penting dalam merumuskan dasar negara. Ia menggabungkan berbagai konsep dan nilai, termasuk dari tradisi Indonesia, liberalisme Barat, dan nilai-nilai Islam.

â€Ē Sidang Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI): Setelah proklamasi kemerdekaan, PPKI mengadopsi Pancasila sebagai dasar negara pada tanggal 1 Juni 1945.

â€Ē Rumusan Akhir Pancasila: Pancasila dirumuskan dalam lima sila, yang mencerminkan nilai-nilai luhur bangsa Indonesia: Ketuhanan Yang Maha Esa, Kemanusiaan Yang Adil dan Beradab, Persatuan Indonesia, Kerakyatan Yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan, dan Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia.
C. Proses lahirnya Pancasila bisa dibagi menjadi beberapa tahap:

1. Masa Perjuangan: Pada masa perjuangan melawan penjajah, berbagai ideologi muncul, seperti nasionalisme, agama, komunisme, dan liberalisme.

2. Perumusan Pancasila: Pada tanggal 1 Juni 1945, Soekarno menyampaikan pidatonya yang terkenal, "Lahirnya Pancasila", di hadapan sidang BPUPKI. Dalam pidato ini, Soekarno mengemukakan lima dasar negara yang ia sebut sebagai "Pancasila", yaitu:

â€Ē Ketuhanan Yang Maha Esa: Menegaskan kepercayaan terhadap Tuhan dan nilai-nilai keagamaan.

â€Ē Kemanusiaan Yang Adil dan Beradab: Menekankan pentingnya nilai-nilai kemanusiaan, keadilan, dan peradaban.

â€Ē Persatuan Indonesia: Menyatukan bangsa Indonesia, melampaui perbedaan suku, agama, dan ras.

â€Ē Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan: Menegaskan kedaulatan rakyat dan pentingnya musyawarah dalam pengambilan keputusan.

â€Ē Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia: Menekankan keadilan sosial dan kesejahteraan untuk seluruh rakyat Indonesia.

3. Pengesahan Pancasila: Pancasila kemudian disahkan sebagai dasar negara Republik Indonesia dalam sidang PPKI pada tanggal 18 Agustus 1945.
D. Tokoh penting yang berperan dalam perumusan Pancasila:

â€Ē Mohammad Hatta: Sebagai Wakil Presiden pertama Indonesia, Hatta memiliki peran besar dalam merumuskan dan menyusun dasar negara. Ia aktif dalam diskusi dan perdebatan di BPUPKI dan PPKI, serta memberikan masukan dan kritik terhadap rumusan Pancasila. Hatta juga dikenal sebagai tokoh yang moderat dan rasional, yang membantu menyeimbangkan berbagai ideologi yang muncul saat itu.

â€Ē Muhammad Yamin: Seorang ahli hukum dan sastrawan, Yamin mengajukan konsep "Panca Sila" pada tanggal 29 Mei 1945 di sidang BPUPKI. Konsepnya mirip dengan Pancasila yang kemudian dirumuskan, namun memiliki beberapa perbedaan. Yamin juga berperan dalam merumuskan rumusan Pancasila yang kemudian disahkan.

â€Ē Soepomo: Seorang ahli hukum dan tokoh penting dalam organisasi Budi Utomo, Soepomo mengajukan konsep "Lima Prinsip Dasar Negara" pada tanggal 31 Mei 1945 di sidang BPUPKI. Konsepnya juga mirip dengan Pancasila, namun lebih menekankan aspek hukum dan keadilan. Soepomo juga berperan dalam merumuskan rumusan Pancasila yang kemudian disahkan.

â€Ē Otto Iskandar Dinata: Seorang tokoh nasionalis dan pemimpin Partai Persatuan Indonesia (PNI), Dinata juga terlibat dalam perumusan Pancasila. Ia aktif dalam diskusi dan perdebatan di BPUPKI dan memberikan masukan terhadap rumusan Pancasila. Dinata juga dikenal sebagai tokoh yang kritis dan berani dalam memperjuangkan kepentingan rakyat.

Tokoh-tokoh di atas, bersama dengan Soekarno, berperan penting dalam merumuskan dan menyusun Pancasila sebagai dasar negara Republik Indonesia. Mereka mewakili berbagai pemikiran dan ideologi yang berkembang saat itu, dan berusaha untuk mencari titik temu yang dapat mempersatukan bangsa Indonesia.