ð Kanker
Kalo udah denger soal kanker itu pasti ngeri ga sih sobat? Contohnya itu kayak kanker pada organ sistem pencernaan tubuh kita. Ada nih satu studi di Eropa yang bilang kalo mengkonsumsi makanan cepat saji dapat meningkatkan resiko kanker kolorektal. Itu tuh bisa terjadi karena makanan cepat saji atau instan itu kurang mengandung serat tapi tinggi banget kadar gula dan lemaknya. Terus ada satu penelitian juga menunjukkan bahwa seorang pria yang makan makanan yang digoreng lebih dari dua kali dalam satu bulan, bisa menunjukkan peningkatan resiko kanker prostat tau. Ih ngerinya ya
Please open Telegram to view this post
VIEW IN TELEGRAM
This media is not supported in your browser
VIEW IN TELEGRAM
ð penyakit jantung
Kalo denger soal penyakit jantung itu ngeri, apalagi penyakit jantung itu menjadi salah satu penyebab kematian yang paling menakutkan loh sobat BFT. Karna di pembahasan sebelumnya ada ngebahas soal obesitas, nah ternyata dari obesitas itu bisa ke penyakit jantung loh sobat. Itu bisa terjadi karena seorang yang punya berat badan di atas rata-rata itu mengalami resiko penurunan fungsi jantung. Kebayang ga sih?
Please open Telegram to view this post
VIEW IN TELEGRAM
This media is not supported in your browser
VIEW IN TELEGRAM
ð Stroke
Karna pola makan yang ga sehat, makan makanan instan atau cepat saji pada usia muda itu bisa memicu timbulnya penyakit stroke. Kebayang ga sih? Sakit stroke di usia muda? Serem banget loh. Hal ini disebabkan karna tingginya kandungan kolesterol dari makanan itu, kolesterol itu ga baik tau karna kolesterol itu mampu menyumbat pembuluh darah kalian, nah kalo udah kesumbat terus yang kesumbat pembuluh darah bagian otak. Udah deh kena itu yang namanya stroke. Behh
Please open Telegram to view this post
VIEW IN TELEGRAM
This media is not supported in your browser
VIEW IN TELEGRAM
People come and go sobat, udah sampe di akhir aja nih. Next pasti bakal ada konten-konten menarik lainnya. Semoga apa yang gue sampaikan bermanfaat buat semua golongan. Oiya kurang-kurangin ya makan makanan ga sehat, kalo bukan kita yang sayang diri kita siapa lagi? Iya kalo pacarnya perhatian coba kalo enggak? Excited sendirian loh. Apalagi yang hts itu, aduh behh jedag jedug itu hatinya pasti. Bye bye sobat
Please open Telegram to view this post
VIEW IN TELEGRAM
This media is not supported in your browser
VIEW IN TELEGRAM
This media is not supported in your browser
VIEW IN TELEGRAM
yo what's up guys, gua william. ada yang masih inget sama gua kaga nih? tes ombak dulu sebelum masuk ke konten yang gua bawain. gimana hari kalian? kalo berat, gua doain buat kedepan nya bakal lebih ringan asal lu pada ngejalanin nya pake senyuman yang manis itu, aseek.
by the way, ada yang inget kaga sekarang tanggal berapa? yo, tanggal 1 oktober diperingati sebagai hari pancasila, yang di mana bertepatan pada hari ini. so, gua bakal bahas sejarah, asal usul dan tahap tahap proses lahirnya pancasila. tungguin materi dari gua ya? ð #ððķðððĢðððð§ðŽ
by the way, ada yang inget kaga sekarang tanggal berapa? yo, tanggal 1 oktober diperingati sebagai hari pancasila, yang di mana bertepatan pada hari ini. so, gua bakal bahas sejarah, asal usul dan tahap tahap proses lahirnya pancasila. tungguin materi dari gua ya? ð #ððķðððĢðððð§ðŽ
This media is not supported in your browser
VIEW IN TELEGRAM
A. Sejarah Lahirnya Pancasila.
Pancasila, dasar filosofi Indonesia, lahir di tengah masa penuh gejolak dalam sejarah bangsa. Setelah meraih kemerdekaan dari Belanda pada tahun 1945, Indonesia dihadapkan pada tantangan untuk membangun identitas nasional yang baru. Para pendiri bangsa, dipimpin oleh Sukarno, menyadari kebutuhan akan sebuah filosofi pemandu yang dapat mempersatukan rakyat Indonesia yang beragam.
This media is not supported in your browser
VIEW IN TELEGRAM
Sukarno, terinspirasi dari berbagai sumber, termasuk tradisi Indonesia, liberalisme Barat, dan nilai-nilai Islam, mengajukan serangkaian lima prinsip: Ketuhanan Yang Maha Esa, Kemanusiaan Yang Adil dan Beradab, Persatuan Indonesia, Kerakyatan Yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan, dan Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia. Prinsip-prinsip ini secara resmi diadopsi sebagai "Pancasila" pada 1 Juni 1945, saat penyusunan Konstitusi Indonesia.
This media is not supported in your browser
VIEW IN TELEGRAM
Pancasila menjadi ideologi pemandu bagi Indonesia, membentuk sistem politik, nilai-nilai sosial, dan identitas nasionalnya. Pancasila mendorong persatuan dalam keragaman, menekankan pentingnya menghormati berbagai agama, suku, dan budaya. Pancasila telah menjadi sumber inspirasi dan pedoman bagi bangsa sepanjang sejarahnya, khususnya dalam masa-masa pergolakan politik dan perubahan sosial.
This media is not supported in your browser
VIEW IN TELEGRAM
Pancasila telah menghadapi tantangan sepanjang sejarahnya, termasuk masa-masa ketidakstabilan politik dan konflik ideologis. Makna dan penafsiran Pancasila telah berkembang seiring waktu, mencerminkan dinamika masyarakat Indonesia yang berubah. Terlepas dari tantangan ini, Pancasila tetap menjadi simbol kuat persatuan nasional dan pengingat nilai-nilai bersama yang mengikat rakyat Indonesia.
This media is not supported in your browser
VIEW IN TELEGRAM
B. Asal-usul lahirnya Pancasila:
âĒ Persiapan Deklarasi Kemerdekaan: Pada masa menjelang proklamasi kemerdekaan, para tokoh bangsa menyadari pentingnya memiliki dasar filosofi untuk membangun negara baru.
âĒ Peran Badan Penyelidik Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI): BPUPKI dibentuk pada tanggal 29 Mei 1945 untuk mempersiapkan kemerdekaan Indonesia. Dalam sidang BPUPKI, terdapat beberapa usulan tentang dasar negara, termasuk gagasan dari Muhammad Yamin dan Soepomo.
âĒ Peran Sukarno: Sukarno, sebagai ketua BPUPKI, berperan penting dalam merumuskan dasar negara. Ia menggabungkan berbagai konsep dan nilai, termasuk dari tradisi Indonesia, liberalisme Barat, dan nilai-nilai Islam.
âĒ Sidang Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI): Setelah proklamasi kemerdekaan, PPKI mengadopsi Pancasila sebagai dasar negara pada tanggal 1 Juni 1945.
âĒ Rumusan Akhir Pancasila: Pancasila dirumuskan dalam lima sila, yang mencerminkan nilai-nilai luhur bangsa Indonesia: Ketuhanan Yang Maha Esa, Kemanusiaan Yang Adil dan Beradab, Persatuan Indonesia, Kerakyatan Yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan, dan Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia.
This media is not supported in your browser
VIEW IN TELEGRAM