@caabe, fake date with (Talent Beatifyle by gpt)
KALÉE DAPHNE:
Rena ketemu Kalée di kafe kecil yang lampunya temaram, playlist-nya lagu lama yang bikin lupa waktu. Kalée datang telat dikit, rambut masih agak berantakan, tapi senyumnya langsung bikin suasana jadi ringan.
Mereka duduk lama, ngobrolin hal-hal receh sampai topik hidup yang tiba-tiba jadi serius. Kalée tipe yang kalau bercanda kelihatan santai, tapi kalau dengerin Rena, fokusnya penuh—bikin Rena ngerasa didengerin beneran.
Habis itu mereka jalan malam, beli es krim walau udara dingin, ketawa karena pilihan rasa yang aneh.
Di akhir kencan, Kalée bilang, “Next time kita nggak usah ke mana-mana, asal bareng.”
Dan Rena pulang dengan perasaan tenang, kayak baru nemu tempat aman—dalam wujud seseorang.
KALÉE DAPHNE:
Rena ketemu Kalée di kafe kecil yang lampunya temaram, playlist-nya lagu lama yang bikin lupa waktu. Kalée datang telat dikit, rambut masih agak berantakan, tapi senyumnya langsung bikin suasana jadi ringan.
Mereka duduk lama, ngobrolin hal-hal receh sampai topik hidup yang tiba-tiba jadi serius. Kalée tipe yang kalau bercanda kelihatan santai, tapi kalau dengerin Rena, fokusnya penuh—bikin Rena ngerasa didengerin beneran.
Habis itu mereka jalan malam, beli es krim walau udara dingin, ketawa karena pilihan rasa yang aneh.
Di akhir kencan, Kalée bilang, “Next time kita nggak usah ke mana-mana, asal bareng.”
Dan Rena pulang dengan perasaan tenang, kayak baru nemu tempat aman—dalam wujud seseorang.
🥰1
@zKanyaah fake date with (Talent Beatifyle by gpt)
AZRIEL MOROZOVA:
Azriel ngajak Sabiru keluar malam, tanpa detail, cuma bilang, “Pakai jaket.”
Mereka naik motor tanpa tujuan jelas, berhenti di tempat tinggi yang kota kelihatannya kecil dari atas. Angin dingin, suara kendaraan jauh, dan Azriel yang lebih sering diam tapi selalu peka.
Sabiru cerita pelan, tentang hal-hal yang jarang dia bagi ke siapa pun. Azriel nggak nyela—cuma dengerin, sesekali ngasih respons singkat yang tepat sasaran.
Nggak ada kata manis berlebihan, tapi waktu Sabiru kedinginan, Azriel langsung mindahin jaketnya tanpa komentar.
Saat pulang, Azriel cuma bilang, “Kalau dunia lagi ribut, kita ke sini lagi.”
Dan Sabiru tahu, ini bukan kencan yang ramai—tapi yang paling aman dan jujur.
AZRIEL MOROZOVA:
Azriel ngajak Sabiru keluar malam, tanpa detail, cuma bilang, “Pakai jaket.”
Mereka naik motor tanpa tujuan jelas, berhenti di tempat tinggi yang kota kelihatannya kecil dari atas. Angin dingin, suara kendaraan jauh, dan Azriel yang lebih sering diam tapi selalu peka.
Sabiru cerita pelan, tentang hal-hal yang jarang dia bagi ke siapa pun. Azriel nggak nyela—cuma dengerin, sesekali ngasih respons singkat yang tepat sasaran.
Nggak ada kata manis berlebihan, tapi waktu Sabiru kedinginan, Azriel langsung mindahin jaketnya tanpa komentar.
Saat pulang, Azriel cuma bilang, “Kalau dunia lagi ribut, kita ke sini lagi.”
Dan Sabiru tahu, ini bukan kencan yang ramai—tapi yang paling aman dan jujur.
1❤🔥1🥰1
@Nilrei fake date with (Talent Beatifyle by gpt)
SERAPHINA VON PAULINE:
Noah ketemu Seraphina di galeri kecil yang hampir kosong. Mereka jalan pelan dari satu lukisan ke lukisan lain, lebih sering diam daripada bicara. Tapi anehnya, diamnya nggak canggung.
Seraphina sesekali komentar hal sederhana, Noah nanggepin dengan cara yang bikin obrolan jadi lebih dalam tanpa terasa berat.
Habis itu mereka duduk di luar, hujan turun pelan, dan Seraphina cerita tentang hal-hal yang dia simpan terlalu lama. Noah dengerin dengan sabar, tatapannya hangat tapi nggak menuntut.
Waktu hujan berhenti, Noah bilang, “Kalau kamu mau, kita bisa diem bareng lagi lain kali.”
Seraphina tersenyum, dan Noah sadar—ini bukan kencan yang bikin jantung berisik, tapi yang bikin hati pelan-pelan tenang.
SERAPHINA VON PAULINE:
Noah ketemu Seraphina di galeri kecil yang hampir kosong. Mereka jalan pelan dari satu lukisan ke lukisan lain, lebih sering diam daripada bicara. Tapi anehnya, diamnya nggak canggung.
Seraphina sesekali komentar hal sederhana, Noah nanggepin dengan cara yang bikin obrolan jadi lebih dalam tanpa terasa berat.
Habis itu mereka duduk di luar, hujan turun pelan, dan Seraphina cerita tentang hal-hal yang dia simpan terlalu lama. Noah dengerin dengan sabar, tatapannya hangat tapi nggak menuntut.
Waktu hujan berhenti, Noah bilang, “Kalau kamu mau, kita bisa diem bareng lagi lain kali.”
Seraphina tersenyum, dan Noah sadar—ini bukan kencan yang bikin jantung berisik, tapi yang bikin hati pelan-pelan tenang.
@vespervolt, fake date with (Talent Beatifyle by gpt)
SIRENA MAHARANI:
Daniswara ngajak Sirena makan malam tanpa gimmick—restoran kecil, meja kayu, lampu kuning hangat. Obrolan mereka ngalir rapi, nggak terburu-buru, penuh jeda yang justru nyaman.
Sirena cerita tentang ambisi dan hal-hal yang ingin dia jaga, Daniswara menanggapi dengan cara yang tenang, seolah setiap kata dipikirkan dulu sebelum keluar.
Setelah makan, mereka jalan pelan di trotoar, bahu sejajar, langkah seirama. Nggak ada janji berlebihan, cuma kejujuran kecil yang terasa besar.
Di akhir malam, Daniswara bilang, “Aku suka caramu hadir—nggak ribut, tapi jelas.”
Sirena tersenyum, dan mereka pulang dengan perasaan cukup—bukan karena segalanya sempurna, tapi karena terasa tepat.
SIRENA MAHARANI:
Daniswara ngajak Sirena makan malam tanpa gimmick—restoran kecil, meja kayu, lampu kuning hangat. Obrolan mereka ngalir rapi, nggak terburu-buru, penuh jeda yang justru nyaman.
Sirena cerita tentang ambisi dan hal-hal yang ingin dia jaga, Daniswara menanggapi dengan cara yang tenang, seolah setiap kata dipikirkan dulu sebelum keluar.
Setelah makan, mereka jalan pelan di trotoar, bahu sejajar, langkah seirama. Nggak ada janji berlebihan, cuma kejujuran kecil yang terasa besar.
Di akhir malam, Daniswara bilang, “Aku suka caramu hadir—nggak ribut, tapi jelas.”
Sirena tersenyum, dan mereka pulang dengan perasaan cukup—bukan karena segalanya sempurna, tapi karena terasa tepat.
❤1
@JagiyaP fake date with (Talent Beatifyle by gpt)
MIREBELLE ROSENBURG:
Damiara dijemput Mirebelle di sore hari dengan senyum yang hangat. Mereka pergi ke taman bunga yang belum terlalu ramai, jalan pelan sambil sesekali berhenti lihat bunga favorit masing-masing.
Mirebelle bawain sketchbook kecil, dan mereka saling menggambar hal-hal random—dari bunga sampai karakter lucu. Tawa mereka ringan, natural, nggak dibuat-buat.
Habis itu mereka duduk di bangku taman, minum cokelat panas dari termos kecil, ngobrol tentang mimpi-mimpi yang belum sempat mereka ceritain ke orang lain.
Sebelum pulang, Mirebelle nyenggol tangan Damiara dengan santai, bilang, “Kita ulang lagi ya, tapi lain kali aku yang masak minumnya.”
Damiara pulang dengan hati hangat, sadar kalau kencan yang paling manis bukan yang mewah, tapi yang bikin nyaman dan bisa jadi diri sendiri sepenuhnya.
MIREBELLE ROSENBURG:
Damiara dijemput Mirebelle di sore hari dengan senyum yang hangat. Mereka pergi ke taman bunga yang belum terlalu ramai, jalan pelan sambil sesekali berhenti lihat bunga favorit masing-masing.
Mirebelle bawain sketchbook kecil, dan mereka saling menggambar hal-hal random—dari bunga sampai karakter lucu. Tawa mereka ringan, natural, nggak dibuat-buat.
Habis itu mereka duduk di bangku taman, minum cokelat panas dari termos kecil, ngobrol tentang mimpi-mimpi yang belum sempat mereka ceritain ke orang lain.
Sebelum pulang, Mirebelle nyenggol tangan Damiara dengan santai, bilang, “Kita ulang lagi ya, tapi lain kali aku yang masak minumnya.”
Damiara pulang dengan hati hangat, sadar kalau kencan yang paling manis bukan yang mewah, tapi yang bikin nyaman dan bisa jadi diri sendiri sepenuhnya.
💋1
@dougghy, fake date with (Talent Beatifyle by gpt)
RALINE BYLANA:
Aerlysn ngajak Raline ke taman bunga sore-sore. Mereka berjalan di antara lorong bunga yang harum, sesekali berhenti untuk ambil foto atau ngelawak kecil.
Raline tipe yang spontan, suka nyenggol Aerlysn dengan komentar lucu, bikin Aerlysn ketawa sampai perut pegal.
Mereka duduk di bangku kayu sambil makan camilan, ngobrolin hal random—dari film favorit sampai impian absurd masing-masing.
Waktu matahari mulai tenggelam, Raline nyenggol Aerlysn pelan sambil bilang, “Besok ulang lagi ya?”
Aerlysn cuma senyum, dan rasanya hari itu terlalu hangat untuk diakhiri—tapi itu yang bikin kencan jadi sempurna.
RALINE BYLANA:
Aerlysn ngajak Raline ke taman bunga sore-sore. Mereka berjalan di antara lorong bunga yang harum, sesekali berhenti untuk ambil foto atau ngelawak kecil.
Raline tipe yang spontan, suka nyenggol Aerlysn dengan komentar lucu, bikin Aerlysn ketawa sampai perut pegal.
Mereka duduk di bangku kayu sambil makan camilan, ngobrolin hal random—dari film favorit sampai impian absurd masing-masing.
Waktu matahari mulai tenggelam, Raline nyenggol Aerlysn pelan sambil bilang, “Besok ulang lagi ya?”
Aerlysn cuma senyum, dan rasanya hari itu terlalu hangat untuk diakhiri—tapi itu yang bikin kencan jadi sempurna.
@yKalem, fake date with (Talent Beatifyle by gpt)
LEITH OCEAN:
Khaena ketemu Leith di tepi pantai saat matahari hampir tenggelam. Mereka nggak banyak bicara, cuma duduk di pasir, kaki kena ombak ringan.
Leith kadang nyengir tipis kalau Khaena komentar tentang hal-hal absurd, tapi biasanya dia lebih sering menatap laut, seakan memikirkan sesuatu yang jauh.
Mereka bawa teh hangat, minum perlahan sambil sesekali lempar guyonan kecil. Suasana santai tapi terasa intim, karena nggak perlu kata-kata banyak untuk ngerti satu sama lain.
Saat langit berubah jadi jingga gelap, Leith bilang, “Kalau kita selalu gini, mungkin dunia nggak terlalu ribet.”
Khaena tersenyum tipis, dan malam itu terasa… sempurna dalam kesederhanaannya.
LEITH OCEAN:
Khaena ketemu Leith di tepi pantai saat matahari hampir tenggelam. Mereka nggak banyak bicara, cuma duduk di pasir, kaki kena ombak ringan.
Leith kadang nyengir tipis kalau Khaena komentar tentang hal-hal absurd, tapi biasanya dia lebih sering menatap laut, seakan memikirkan sesuatu yang jauh.
Mereka bawa teh hangat, minum perlahan sambil sesekali lempar guyonan kecil. Suasana santai tapi terasa intim, karena nggak perlu kata-kata banyak untuk ngerti satu sama lain.
Saat langit berubah jadi jingga gelap, Leith bilang, “Kalau kita selalu gini, mungkin dunia nggak terlalu ribet.”
Khaena tersenyum tipis, dan malam itu terasa… sempurna dalam kesederhanaannya.
@aReassure, fake date with (Talent Beatifyle by gpt)
ELLASËARY LOVENTHA:
Kayden ketemu Ellasëary di sore hari ketika langit mulai jingga, cahaya matahari menembus daun-daun tipis di taman. Mereka jalan pelan di sepanjang jalur berbatu, tangan hampir bersentuhan beberapa kali, tapi nggak langsung digenggam. Suaranya lembut, candanya ringan, tapi setiap kata yang ia ucap seolah menempel di pikiran Kayden.
Di sebuah sudut taman yang sepi, mereka duduk di bangku kayu. Ellasëary menyandarkan kepala sedikit ke bahu Kayden sambil menunjuk bunga-bunga liar yang tumbuh di sekeliling mereka.
Kayden menatap matanya dan tersenyum, menyadari bahwa kencan paling romantis nggak selalu tentang kejutan besar atau kata-kata manis—kadang cukup tentang kehadiran seseorang yang bikin dunia terasa sempurna.
ELLASËARY LOVENTHA:
Kayden ketemu Ellasëary di sore hari ketika langit mulai jingga, cahaya matahari menembus daun-daun tipis di taman. Mereka jalan pelan di sepanjang jalur berbatu, tangan hampir bersentuhan beberapa kali, tapi nggak langsung digenggam. Suaranya lembut, candanya ringan, tapi setiap kata yang ia ucap seolah menempel di pikiran Kayden.
Di sebuah sudut taman yang sepi, mereka duduk di bangku kayu. Ellasëary menyandarkan kepala sedikit ke bahu Kayden sambil menunjuk bunga-bunga liar yang tumbuh di sekeliling mereka.
Kayden menatap matanya dan tersenyum, menyadari bahwa kencan paling romantis nggak selalu tentang kejutan besar atau kata-kata manis—kadang cukup tentang kehadiran seseorang yang bikin dunia terasa sempurna.