BASE XH ROLEPLAYER
118K subscribers
21.8K photos
2.18K videos
76 files
127K links
Send to : @XHMenfessBot

— Hate Menfess, TMI RL, Salty. AUTO BANNED.
— Rules : @RulesXH @ReminderXH
— Rumah : @SarangXH
— Pinned : @XHPinned

Help: @XhHelper_bot (BUKAN BOT MENFESS)
Tag: @.Admin/s
Download Telegram
ㅤㅤㅤ
𝄒 ( ' ⃟🎙️ ) . Ada lagi nih Vill...

𝄒 ( ' ⃟🎙️ ) . Cialdini dan rekan-rekannya menjelaskan kalau dalam kehidupan sosial, ada norma-norma tertentu yang memengaruhi bagaimana seseorang bertindak di lingkungan sekitarnya. Dan mereka membagi norma sosial ini menjadi dua jenis yaitu Injunctive Norms dan Descriptive Norms.

ㅤㅤㅤ
🔥11❤‍🔥7💘1
ㅤㅤㅤ
𝄒 ( ' ⃟🎙️ ) . Pertama, Injunctive Norms.

Ini berkaitan dengan persepsi seseorang mengenai perilaku apa yang dianggap baik, benar, atau disetujui oleh lingkungan sosial maupun budaya. Sederhananya, kita melakukan sesuatu karena kita tahu itu dianggap benar oleh masyarakat.

Contohnya seperti:
¤ Membuang sampah pada tempatnya.
¤ Menghormati orang yang lebih tua atau membantu orang lain.

Karena dari kecil kita belajar bahwa perilaku itu disetujui secara sosial. Sebaliknya, perilaku seperti mencuri, bullying, atau merusak fasilitas umum dianggap tidak disetujui oleh masyarakat.

ㅤㅤㅤ
🔥14❤‍🔥11🆒10💘1
ㅤㅤㅤ
𝄒 ( ' ⃟🎙️ ) . Kedua, Descriptive Norms.

Kalau yang ini lebih fokus pada bagaimana individu benar-benar berperilaku dalam situasi tertentu, terlepas dari apakah perilaku itu dianggap baik atau tidak. Simplenya manusia cenderung melihat apa yang dilakukan mayoritas, lalu ikut menyesuaikan diri.

Contohnya nih:
¤ Kalau kalian masuk ke ruangan dan semua orang berbicara pelan, kemungkinan besar kalian juga otomatis mengecilkan suara.
¤ Atau di media sosial, ketika mayoritas orang ikut suatu tren, orang lain jadi terdorong untuk ikut melakukan hal yang sama karena melihat itu sebagai perilaku yang umum dilakukan.

ㅤㅤㅤ
🔥14❤‍🔥11💯8🆒7💘1
ㅤㅤㅤ
𝄒 ( ' ⃟🎙️ )  . Akhirnya kita udah sampai di penghujung Podcast XH episode kali ini Villorix~

𝄒 ( ' ⃟🎙️ )  . Gimana? Setelah dengerin pembahasan tentang konformitas tadi, kalian jadi kepikiran sesuatu atau baru sadar pernah mengalami, nggak?? 🤔

Kalau ada yang mau sharing-sharing sekadar berbagi pengalaman atau menambahkan informasi di kolom komentar ini boleh banget lho, Vill! 🤓

ㅤㅤㅤ
🆒15❤‍🔥11💯11💘10
𝄒 ( ' ⃟🎙️ ) . Kalau ada yang mau bertanya, boleh taruh di kolom komentar ini yak Vill, maksimal 3 orang, karena waktunya terbatas jadi saya tunggu sampai jam 20.20 WIB. Monggoo~
ㅤㅤㅤ
❤‍🔥33💘2
#ZM. Apa fenomena fear of missing out alias fomo bisa dikategorikan sebagai konformitas? Atau malah fomo memang bagiannya?


𝄒 ( ' ⃟🎙️ ) . Eh ini pertanyaan menarik ye Vill, FOMO ini memang betul-betul kelihatan dan sering banget terjadi, mudah di-notice. Dan betul banget FOMO bisa dikaitkan dengan konformitas karena dorongan untuk mengikuti suatu hal dipengaruhi oleh kebutuhan sosial individu terhadap lingkungan sekitarnya, nah ini salah satu dampak dari konformitas yang berlebihan. FOMO itu kan.. kondisi ketika seseorang merasa takut tertinggal informasi, tren, pengalaman, atau aktivitas yang sedang dilakukan oleh orang lain yak.

𝄒 ( ' ⃟🎙️ ) . Nah.. perasaan tersebut kemudian mendorong individu untuk ikut terlibat agar tidak merasa berbeda, tertinggal, atau terasing dari kelompok sosialnya. Yang namanya udah jadi "Fear" (membentuk ketakutan) berarti bisa jadi fuel (dorongan) seseorang untuk ikut serta agar ketakutan tersebut hilang.

𝄒 ( ' ⃟🎙️ ) . FOMO ini sebenarnya bisa masuk pengaruh sosial normatif juga Vill, karena seseorang cenderung mengikuti perilaku mayoritas demi mendapatkan penerimaan sosial dan menghindari perasaan dikucilkan atau istilahnye terhindar dari kalimat, "lu sih kudet!" Jadi yaa.. biar nggak ketinggalan dilakuin juga dah tuh tren²nya.
ㅤㅤㅤ
❤‍🔥39💯17🆒15🔥12💘1
kalau seseorang outwardly mengikuti norma atau opini kelompok supaya tetap diterima, tapi dalam dirinya sendiri sebenarnya masih nggak setuju, itu lebih dekat ke public compliance kah? terus apa lama lama kondisi seperti itu bisa berubah jadi private acceptance kalau dilakukan terus-menerus di lingkungan yang sama?? terimakasih yh


𝄒 ( ' ⃟🎙️ ) . Betuuull! Sebenarnya Public Compliance, atau individu yang tadinya berbeda dan masih diam² terpaksa mengikuti itu bisa banget berubah jadi benar² menerima apabila opini mayoritas terus-menerus diulang dalam lingkungan sosial yang sama hingga akhirnya mempercayai hal sebagai sesuatu yang benar. Kan ada yang namanya social impact theory tadi yak,

1. Strength
2. Immediacy
3. Number

𝄒 ( ' ⃟🎙️ ) . Nah kalau di dalam grup itu otomatis kita melihat beberapa jumlah (Number) suara yang setuju dan pastinya akan cenderung mengikuti kelompok yang suaranya paling banyak supaya bisa diterima.

𝄒 ( ' ⃟🎙️ ) . Kemudian, seberapa dekat individu antar individu, individu antar kelompok, atau kelompok atau kelompok. Biasanya, individu² yang memiliki opini sama otomatis membentuk kubu-kubu yang menurut mereka mempunyai opini sama, atau mereka ikut dengan individu yang paling sering mereka temui (muncul) dan berinteraksi, jadinya suara minoritas akan lebih rentan dikesampingkan.

𝄒 ( ' ⃟🎙️ ) . Terus dari kedekatan tersebut, orang juga pasti akan menilai, "seberapa penting sih informasi dari si dia? Seberapa pengaruhnya sih opini yang disampaikan orang² ini?"

ㅤㅤㅤ
❤‍🔥24💯15🔥14🆒5💘1
Apakah moralitas tindakan bergantung pada tujuan dan proporsionalitasnya, bukan hanya pada label sanksi sosial itu sendiri? Artinya kalo tujuannya proteksi dan pencegahan, dan sanksinya sebanding dengan pelanggarannya, apakah itu masih salah secara etika? Atau apakah setiap bentuk pengucilan kolektif otomatis jadi pelanggaran terhadap otonomi individu, terlepas dari konteksnya?



𝄒 ( ' ⃟🎙️ ) . Kalau membahas tentang moralitas, banyak yang perlu dinilai, seperti tujuannya apa, terus konteksnya apa aja, gimana itu bisa terbentuk atau apa dampak dari pelanggaran yang dilakukan, istilahnya ada ukuran dan alasannya. Jadi nggak terpalu sama label aja yak.

𝄒 ( ' ⃟🎙️ ) . Sebenarnya juga sanksi sosial kalau tujuannya adalah melindungi orang lain, mencegah kerugian, atau menjaga keamanan dan norma sosial yang penting, serta respons yang diberikan masih setara (proporsional) dengan pelanggaran yang dilakukan, jadi ya dalam banyak sudut pandang etika hal tersebut masih dapat dianggap wajar.

𝄒 ( ' ⃟🎙️ ) . Cuma.. sanksi sosial bisa berubah jadi masalah kalau semisalnya sanksi sosial dilakukan secara berlebihan, emosional, tanpa informasi yang jelas, atau nggak memberi ruang seseorang untuk klarifikasi, dan berubah menjadi penghinaan dan kayak bullying. Bisa mengakibatkan atau maknanya bergeser dari yang tadinya "bentuk perlindungan sosial" menjadi pelanggaran terhadap martabat dan otonomi seseorang.

𝄒 ( ' ⃟🎙️ ) . Kalau penilaian etis atau tidaknya bergantung pada apakah tindakan tersebut dilakukan secara adil, proporsional, dan tetap menghormati kemanusiaan pada individu yang terlibat.
❤‍🔥15💯7🔥5🆒5💘1
ㅤㅤㅤㅤ
𝄒 ( ' ⃟🎙️ ) . Kadang kita ikut karena ingin benar. Kadang kita ikut karena takut berbeda. Dan kadang… kita bahkan nggak sadar kalau opini kita perlahan dibentuk oleh sekitar kita sendiri. Nggak apa-apa ya, Vill~ Konformitas bukan berarti buruk kok! Karena sebagai manusia, kita memang hidup berdampingan dan saling memengaruhi satu sama lain. Yang penting adalah bagaimana kita tetap bisa berpikir kritis dan mengenali mana keputusan yang benar-benar berasal dari diri sendiri.

𝄒 ( ' ⃟🎙️ ) . Jadiiii..... Sampai di sinilah pembahasan kita berakhir Vill, semoga setelah pembahasan hari ini, kalian jadi sadar kalau manusia ternyata bisa sangat mudah terpengaruh oleh lingkungan sosialnya bahkan tanpa disadari. Pesan saya tetaplah percaya diri dan konsisten dengan apa yang kalian lakukan, bangun karakter yang kuat dan unik di Roleplayer ini.

𝄒 ( ' ⃟🎙️ ) . SAYONARAA VILLORR! Sampai jumpa dan selamat malam, have a great night~ 👋

ㅤㅤㅤ
💘48🔥36❤‍🔥35
This media is not supported in your browser
VIEW IN TELEGRAM
/Memasuki area podcast
/tepuk tangan

Wahhh keren banget, terimakasih banyak untuk kak Khoirul Tjand yang sudah memberikan sesi podcast yang sangat informatif, pembahasan hari ini beneran dekat sekali dengan diri kita sehari-hari ya Villorix? Tenang, kita masih punya banyak pembahasan seru lagi kedepannya, jadi stay tune terus di Podcast XH yaa!
🔥74💯40💘36❤‍🔥19
Selanjutnya admin mau membagikan merchandise buat para penanya yang sudah aktif pada podcast sesi ini. Selamat buat kak Zaman (@zevniith), Fahri (@dildot) & David (@MrDongwook) karena sudah aktif menjadi penanya dan aktif pada sesi kali ini. Buat yang belum dapet, tidak masalah karena kita masih punya sesi podcast lain besok, jadi tolong kalian semua bisa lebih aktif ya. Tetap semangat!

/memanggil penanya kedepan
/memberikan merch kepada penanya

Sekian sesi podcast pada malam hari ini, sampai jumpa pada sesi selanjutnya. Selamat malam dan selamat istirahat semua! 🤍

/Menutup acara
/Berjalan keluar
❤‍🔥63🔥29🆒11💘6
This media is not supported in your browser
VIEW IN TELEGRAM
. Hai hai pilorrr
💘67❤‍🔥30🔥23💯10🆒7
. Sabar ya, sebentar lagi selesai.
❤‍🔥43🆒14💯13💘13
. Adakah yang kepo dengan pembahasan podcast nanti malam??
💯37❤‍🔥7
. Kayaknya nanti malam bakal agak ekhem
2❤‍🔥24💯2
. Saran kami, kalian jangan sendirian…
❤‍🔥28
. Boleh bawa gandengan, asal bukan gandeng pacar orang
1❤‍🔥29
. Ready?
❤‍🔥23
⚠️ CW TW // HORROR, JUMPSCARE, BLOOD, DISGUSTING CONTENT ⚠️

RITUAL HOROR JEPANG YANG BIKIN MERINDING PARAH 🕯️🇯🇵

Kokkuri-san… pernah denger? 😵‍💫
Cuma modal kertas, koin, sama huruf-huruf, tapi katanya bisa jadi “jalan” buat sesuatu dateng. 👁️

Yang bikin ngeri tuh bukan karena ritualnya ribet…

tapi karena banyak yang bilang ini beneran kejadian, dan setelah main… hidup mereka gak pernah sama lagi. 😭🕯️

Kalau kamu suka horor Jepang yang vibes-nya sepi, dingin, tapi nusuk banget, kamu wajib kenal Kokkuri-san—ritual pemanggilan arwah yang katanya gampang dimulai… tapi susah diakhiri. ⚠️💀

Nah di episode kali ini aku si pemberani (@caaeva) di @Basexh bakal bahas semuanya, dari yang paling basic sampe yang bikin merinding:
🦊 asal-usul Kokkuri-san (sebenernya “dia” itu siapa?)
📜 cara main & aturan yang gak boleh dilanggar
⚠️ mitos paling serem kalau kamu lupa “nutup” ritualnya
👻 pengalaman orang-orang yang katanya diganggu berhari-hari setelahnya
Karena di Jepang sendiri, ada kepercayaan kalau…
yang kamu panggil itu gak selalu roh manusia.
kadang… bisa lebih dari itu. 👁️🕯️

Makanya, kisah Kokkuri-san ini bakal kita kupas lewat Podcast XH 🎧🌙

Obrolannya santai, tapi ceritanya bakal bikin kamu:
“ini beneran cuma permainan… atau emang ada yang ikut?” 😵‍💫💭
Dengerin pas malem? boleh.
Tapi siap-siap aja… suasana kamar tiba-tiba jadi kerasa beda. 🕯️🌑
Jangan ke mana-mana yaaa…

🖤 STAY TUNED! 🖤
#BaseXH #PodcastXH #HororJepang #KokkuriSan #JapaneseHorror #CeritaMisteri #RitualJepang 🎙️🕯️👻
🔥80💘48❤‍🔥39🆒17💯6