ㅤㅤㅤ
𝄒 ( ' ⃟🎙️ ) . Mantap Vill, banyak ya yang mengalami hal-hal di atas bahkan banyak contoh yang belum saya sebutin saking maraknya. 🫠 Ada yang berefek positive, ada juga yang kena dampak negatifnya..
𝄒 ( ' ⃟🎙️ ) . Nah, dalam psikologi sosial, fenomena itu disebut sebagai "Konformitas". Menariknya, konformitas memang marak terjadi di lingkungan sosial yang bisa kita lihat setiap hari baik secara langsung di kehidupan nyata maupun melalui media sosial.
ㅤㅤㅤ
𝄒 ( ' ⃟🎙️ ) . Mantap Vill, banyak ya yang mengalami hal-hal di atas bahkan banyak contoh yang belum saya sebutin saking maraknya. 🫠 Ada yang berefek positive, ada juga yang kena dampak negatifnya..
𝄒 ( ' ⃟🎙️ ) . Nah, dalam psikologi sosial, fenomena itu disebut sebagai "Konformitas". Menariknya, konformitas memang marak terjadi di lingkungan sosial yang bisa kita lihat setiap hari baik secara langsung di kehidupan nyata maupun melalui media sosial.
Jadi… sebenarnya apa sih konformitas itu? 🤔
ㅤㅤㅤ
1🔥23💘14❤🔥9💯9
ㅤㅤㅤ
𝄒 ( ' ⃟🎙️ ) . Menurut Baron dan Byrne (2005) konformitas adalah suatu jenis pengaruh sosial dimana individu mengubah sikap dan tingkah laku mereka agar sesuai dengan norma sosial yang ada. Kemudian beberapa penelitian juga menjelaskan bahwa Konformitas merupakan perubahan perilaku seseorang yang terjadi karena pengaruh orang lain yang nyata ataupun yang diimajinasikan.
𝄒 ( ' ⃟🎙️ ) . Kalau dijelaskan secara sederhana, konformitas itu adalah keadaan ketika seseorang mengubah sikap, perilaku, atau cara berpikirnya supaya sesuai dengan lingkungan atau kelompok di sekitarnya. Kenapa? Karena manusia itu makhluk sosial. Kita hidup berdampingan dengan orang lain, dan tanpa sadar… pendapat, kebiasaan, bahkan reaksi orang lain bisa memengaruhi diri kita.
ㅤㅤㅤ
𝄒 ( ' ⃟🎙️ ) . Menurut Baron dan Byrne (2005) konformitas adalah suatu jenis pengaruh sosial dimana individu mengubah sikap dan tingkah laku mereka agar sesuai dengan norma sosial yang ada. Kemudian beberapa penelitian juga menjelaskan bahwa Konformitas merupakan perubahan perilaku seseorang yang terjadi karena pengaruh orang lain yang nyata ataupun yang diimajinasikan.
𝄒 ( ' ⃟🎙️ ) . Kalau dijelaskan secara sederhana, konformitas itu adalah keadaan ketika seseorang mengubah sikap, perilaku, atau cara berpikirnya supaya sesuai dengan lingkungan atau kelompok di sekitarnya. Kenapa? Karena manusia itu makhluk sosial. Kita hidup berdampingan dengan orang lain, dan tanpa sadar… pendapat, kebiasaan, bahkan reaksi orang lain bisa memengaruhi diri kita.
ㅤㅤㅤ
1❤🔥63🔥28🆒22💯16
ㅤㅤㅤ
𝄒 ( ' ⃟🎙️ ) . Misalnya nih, kalian pernah ikut trend tertentu padahal sebenarnya gak terlalu suka, tapi kalian tetap ngikutin hanya karena 'semua orang juga ngikutin'.
𝄒 ( ' ⃟🎙️ ) . Adapun yang sering terjadi di Roleplayer, awalnya kalian biasa aja sama seseorang, tapi karena teman satu circle kalian bilang orang itu bermasalah terus, lama-lama kalian jadi ikut memandang dia negatif pula.
𝄒 ( ' ⃟🎙️ ) . Atau, kalian sering melihat dan bahkan ikut menerapkan sanksi sosial kepada anak RP yang dipandang 'problematik' setelah semua kesalahannya dibeberkan?
ㅤㅤㅤㅤ
𝄒 ( ' ⃟🎙️ ) . Misalnya nih, kalian pernah ikut trend tertentu padahal sebenarnya gak terlalu suka, tapi kalian tetap ngikutin hanya karena 'semua orang juga ngikutin'.
𝄒 ( ' ⃟🎙️ ) . Adapun yang sering terjadi di Roleplayer, awalnya kalian biasa aja sama seseorang, tapi karena teman satu circle kalian bilang orang itu bermasalah terus, lama-lama kalian jadi ikut memandang dia negatif pula.
𝄒 ( ' ⃟🎙️ ) . Atau, kalian sering melihat dan bahkan ikut menerapkan sanksi sosial kepada anak RP yang dipandang 'problematik' setelah semua kesalahannya dibeberkan?
Nah, itu adalah beberapa contoh dari bentuk konformitas.
ㅤㅤㅤㅤ
1❤🔥34🔥20💯10🆒9
ㅤㅤㅤ
𝄒 ( ' ⃟🎙️ ) . Yang mau nanya nanti SMS atau tilipun ke nomor yang disediakan ya, soalnya suaranya masih kresek-kresek (alias sesinya belum di buka), tunggu Villor~
ㅤㅤㅤ
𝄒 ( ' ⃟🎙️ ) . Yang mau nanya nanti SMS atau tilipun ke nomor yang disediakan ya, soalnya suaranya masih kresek-kresek (alias sesinya belum di buka), tunggu Villor~
ㅤㅤㅤ
1💯29🆒10❤🔥4🔥2
ㅤㅤㅤ
𝄒 ( ' ⃟🎙️ ) . Lanzoooot~
𝄒 ( ' ⃟🎙️ ) . Namun ternyata, di dalam psikologi sosial ada alasan kenapa seseorang bisa melakukan konformitas lho, Villorix. Deutsch dan Gerard (1995) menjelaskan ada dua jenis pengaruh sosial yang paling sering membuat manusia ikut menyesuaikan diri dengan kelompok yaitu pengaruh sosial informasional dan pengaruh sosial normatif.
ㅤㅤㅤ
𝄒 ( ' ⃟🎙️ ) . Lanzoooot~
𝄒 ( ' ⃟🎙️ ) . Namun ternyata, di dalam psikologi sosial ada alasan kenapa seseorang bisa melakukan konformitas lho, Villorix. Deutsch dan Gerard (1995) menjelaskan ada dua jenis pengaruh sosial yang paling sering membuat manusia ikut menyesuaikan diri dengan kelompok yaitu pengaruh sosial informasional dan pengaruh sosial normatif.
Apa tuh maksudnya? Kita korek sampai akar~
ㅤㅤㅤ
1❤🔥37🔥14💘7🆒3💯2
ㅤㅤ
𝄒 ( ' ⃟🎙️ ) . Yang pertama, Pengaruh Sosial Informasional.
𝄒 ( ' ⃟🎙️ ) . Kalian harus ketahui dulu karakteristik dari Pengaruh Sosial Informasional,
1. Seseorang melihat suatu individu atau kelompok sebagai sumber informasi yang memandu perilaku.
2. Meyakini bahwa orang lain dapat menginterpretasikan situasi yang kabur secara lebih tepat.
3. Kebutuhan individu untuk memilih tindakan yang tepat.
𝄒 ( ' ⃟🎙️ ) . Pengaruh ini terjadi ketika seseorang merasa, "Orang ini mungkin lebih tahu dibanding aku." Biasanya muncul saat situasi lagi membingungkan, ambigu, atau kita nggak yakin harus bersikap seperti apa. Akhirnya kita melihat orang lain yang dianggap ahli atau lebih tahu sebagai sumber informasi untuk menentukan tindakan yang dianggap benar.
ㅤㅤㅤ
𝄒 ( ' ⃟🎙️ ) . Yang pertama, Pengaruh Sosial Informasional.
𝄒 ( ' ⃟🎙️ ) . Kalian harus ketahui dulu karakteristik dari Pengaruh Sosial Informasional,
1. Seseorang melihat suatu individu atau kelompok sebagai sumber informasi yang memandu perilaku.
2. Meyakini bahwa orang lain dapat menginterpretasikan situasi yang kabur secara lebih tepat.
3. Kebutuhan individu untuk memilih tindakan yang tepat.
𝄒 ( ' ⃟🎙️ ) . Pengaruh ini terjadi ketika seseorang merasa, "Orang ini mungkin lebih tahu dibanding aku." Biasanya muncul saat situasi lagi membingungkan, ambigu, atau kita nggak yakin harus bersikap seperti apa. Akhirnya kita melihat orang lain yang dianggap ahli atau lebih tahu sebagai sumber informasi untuk menentukan tindakan yang dianggap benar.
ㅤㅤㅤ
1❤🔥38💯16🔥12🆒8💘7
ㅤㅤㅤ
𝄒 ( ' ⃟🎙️ ) . Contohnya gampang banget. Misalnya kalian masuk ke suatu tempat dan tiba-tiba semua orang panik lalu keluar ruangan, walaupun kalian belum tahu apa yang terjadi, kemungkinan besar kalian juga bakal ikut keluar. Kenapa? Karena otak kita langsung berpikir. "Kalau semua orang melakukan itu, mungkin itu tindakan yang benar."
𝄒 ( ' ⃟🎙️ ) . Atau contoh lain yang relate sama media sosial, kadang kita belum tahu nih suatu kasus itu benar atau nggak, kejadiannya seperti apa, bagaimana pandangan orang yang benar-benar terlibat di kasus tersebur, tapi karena ada mayoritas yang berkomentar sangat meyakinkan, akhirnya banyak orang ikut percaya dan membentuk opini yang sama.
ㅤㅤㅤ
𝄒 ( ' ⃟🎙️ ) . Contohnya gampang banget. Misalnya kalian masuk ke suatu tempat dan tiba-tiba semua orang panik lalu keluar ruangan, walaupun kalian belum tahu apa yang terjadi, kemungkinan besar kalian juga bakal ikut keluar. Kenapa? Karena otak kita langsung berpikir. "Kalau semua orang melakukan itu, mungkin itu tindakan yang benar."
𝄒 ( ' ⃟🎙️ ) . Atau contoh lain yang relate sama media sosial, kadang kita belum tahu nih suatu kasus itu benar atau nggak, kejadiannya seperti apa, bagaimana pandangan orang yang benar-benar terlibat di kasus tersebur, tapi karena ada mayoritas yang berkomentar sangat meyakinkan, akhirnya banyak orang ikut percaya dan membentuk opini yang sama.
ㅤㅤㅤ
1🆒31🔥18❤🔥16💯10💘8
ㅤㅤㅤㅤ
𝄒 ( ' ⃟🎙️ ) . Pengaruh ini juga dibuktikan dari Eksperimen Sherif pada Efek Autokinetik temen-temen. Di dalam penelitian ini tiap orang menjadikan orang lain sebagai sumber informasi dan menganggap estimasi kelompok adalah benar. Hasil eksperimen menunjukkan bahwa tiap orang menjadikan orang lain sebagai sumber informasi. Kemudian muncul dua hal, yaitu....
1. Private Acceptance, kondisi ketika seseorang menyelaraskan perilaku dan keyakinan mereka dengan norma kelompok karena mereka benar-benar percaya bahwa kelompok tersebut benar.
2. Public Compliance, salah satu bentuk konformitas di mana seseorang menyesuaikan perilaku atau tindakannya dengan norma kelompok di depan umum, namun secara pribadi sebenarnya tidak menyetujui atau meyakini hal tersebut.
ㅤㅤㅤㅤ
𝄒 ( ' ⃟🎙️ ) . Pengaruh ini juga dibuktikan dari Eksperimen Sherif pada Efek Autokinetik temen-temen. Di dalam penelitian ini tiap orang menjadikan orang lain sebagai sumber informasi dan menganggap estimasi kelompok adalah benar. Hasil eksperimen menunjukkan bahwa tiap orang menjadikan orang lain sebagai sumber informasi. Kemudian muncul dua hal, yaitu....
1. Private Acceptance, kondisi ketika seseorang menyelaraskan perilaku dan keyakinan mereka dengan norma kelompok karena mereka benar-benar percaya bahwa kelompok tersebut benar.
2. Public Compliance, salah satu bentuk konformitas di mana seseorang menyesuaikan perilaku atau tindakannya dengan norma kelompok di depan umum, namun secara pribadi sebenarnya tidak menyetujui atau meyakini hal tersebut.
ㅤㅤㅤㅤ
1💘34🔥27🆒18💯3❤🔥2
ㅤㅤㅤㅤㅤ
𝄒 ( ' ⃟🎙️ ) . Pengaruh sosial informasional bisa menjadi semakin kuat dalam beberapa situasi, di antaranya:
¤ Individu diperhadapkan pada situasi yang berbahaya, kritis ataupun mengancam, dimana ia kurang siap untuk merespon.
¤ Melihat perilaku orang lain sebagai sebuah informasi yang terlihat lebih akurat.
¤ Penelitian Gustav Le Bon menunjukkan adanya "Contagion", yaitu bagaimana emosi dan perilaku dapat menyebar secara cepat melalui suatu kerumunan (crowd). Contoh: Penyebaran informasi yang terjadi saat gempa bumi.
¤ Dan contoh paling ekstrim dari konformitas informasional yaitu Mass Psychogenic Illness, fenomena di mana sekelompok orang secara bersamaan meyakini bahwa mereka terserang penyakit atau gejala fisik yang sama, padahal tidak ada penyebab fisik atau biologis yang nyata.
ㅤㅤㅤ
𝄒 ( ' ⃟🎙️ ) . Pengaruh sosial informasional bisa menjadi semakin kuat dalam beberapa situasi, di antaranya:
¤ Individu diperhadapkan pada situasi yang berbahaya, kritis ataupun mengancam, dimana ia kurang siap untuk merespon.
¤ Melihat perilaku orang lain sebagai sebuah informasi yang terlihat lebih akurat.
¤ Penelitian Gustav Le Bon menunjukkan adanya "Contagion", yaitu bagaimana emosi dan perilaku dapat menyebar secara cepat melalui suatu kerumunan (crowd). Contoh: Penyebaran informasi yang terjadi saat gempa bumi.
¤ Dan contoh paling ekstrim dari konformitas informasional yaitu Mass Psychogenic Illness, fenomena di mana sekelompok orang secara bersamaan meyakini bahwa mereka terserang penyakit atau gejala fisik yang sama, padahal tidak ada penyebab fisik atau biologis yang nyata.
ㅤㅤㅤ
2💯31🔥20🆒12💘8❤🔥1
ㅤㅤㅤㅤ
𝄒 ( ' ⃟🎙️ ) . Jadi, kapan seseorang melakukan konformitas terhadap Pengaruh Sosial Informasional?
1. SITUASI TIDAK JELAS (AMBIGU)
Semakin tidak memiliki informasi, semakin tergantung pada orang lain.
2. SITUASI KRITIS
Berada di bawah tekanan, merasa takut, panik, tidak tahu apa yang harus dilakukan, maka akan melihat bagaimana orang lain bertindak.
3. ORANG LAIN ADALAH AHLI
Semakin ahli, semakin dihargai sebagai pemandu/panutan dalam situasi yang tidak jelas atau ambigu.
𝄒 ( ' ⃟🎙️ ) . Terus gimana sih cara menolak Pengaruh Sosial Informasional? Yaitu dengan cara...
¤ Mengendalikan diri sendiri dalam memperoleh informasi; melihat dari berbagai sisi dan uraikan 5W+1H
¤ Evaluasi diri mengenai tindakan atau reaksi dari orang lain.
ㅤㅤㅤ
𝄒 ( ' ⃟🎙️ ) . Jadi, kapan seseorang melakukan konformitas terhadap Pengaruh Sosial Informasional?
1. SITUASI TIDAK JELAS (AMBIGU)
Semakin tidak memiliki informasi, semakin tergantung pada orang lain.
2. SITUASI KRITIS
Berada di bawah tekanan, merasa takut, panik, tidak tahu apa yang harus dilakukan, maka akan melihat bagaimana orang lain bertindak.
3. ORANG LAIN ADALAH AHLI
Semakin ahli, semakin dihargai sebagai pemandu/panutan dalam situasi yang tidak jelas atau ambigu.
𝄒 ( ' ⃟🎙️ ) . Terus gimana sih cara menolak Pengaruh Sosial Informasional? Yaitu dengan cara...
¤ Mengendalikan diri sendiri dalam memperoleh informasi; melihat dari berbagai sisi dan uraikan 5W+1H
¤ Evaluasi diri mengenai tindakan atau reaksi dari orang lain.
ㅤㅤㅤ
2❤🔥25🔥16💯10🆒4💘1
ㅤㅤㅤㅤㅤ
𝄒 ( ' ⃟🎙️ ) . Seperti yang Villor sering temui yaa pasti di RP ini, beberapa orang seringkali melakukan konformitas, entah karena terlalu banyak informasi yang harus dicerna sehingga dia ikut opini terbanyak yang terlihat paling benar/akurat, atau ada yang merasa nggak perlu-perlu amat untuk ngulik 5W+1H dari sebuah kejadian karena udah lihat benang merahnya meski tetap seharusnya perlu diuraikan.
ㅤㅤㅤㅤㅤ
𝄒 ( ' ⃟🎙️ ) . Banyak kemungkinan yang terjadi ya Vill~ itu kenapa kita harus banyak-banyak evaluasi dan minimal do some research atas hal-hal yang ingin kita sampaikan..
ㅤㅤㅤㅤㅤ
𝄒 ( ' ⃟🎙️ ) . Neeexxtt...
ㅤㅤㅤ
𝄒 ( ' ⃟🎙️ ) . Seperti yang Villor sering temui yaa pasti di RP ini, beberapa orang seringkali melakukan konformitas, entah karena terlalu banyak informasi yang harus dicerna sehingga dia ikut opini terbanyak yang terlihat paling benar/akurat, atau ada yang merasa nggak perlu-perlu amat untuk ngulik 5W+1H dari sebuah kejadian karena udah lihat benang merahnya meski tetap seharusnya perlu diuraikan.
ㅤㅤㅤㅤㅤ
𝄒 ( ' ⃟🎙️ ) . Banyak kemungkinan yang terjadi ya Vill~ itu kenapa kita harus banyak-banyak evaluasi dan minimal do some research atas hal-hal yang ingin kita sampaikan..
ㅤㅤㅤㅤㅤ
𝄒 ( ' ⃟🎙️ ) . Neeexxtt...
ㅤㅤㅤ
1🔥22🆒9❤🔥6💯3💘2
ㅤㅤㅤ
𝄒 ( ' ⃟🎙️ ) . Lalu yang kedua, Pengaruh Sosial Normatif.
𝄒 ( ' ⃟🎙️ ) . Apa aja tuh karakteristiknya? Yaitu...
1. Melakukan konformitas supaya disukai dan/atau diterima oleh kelompok sosial.
2. Konformitas terhadap norma sosial.
3. Adanya pengaruh dari orang lain yang mengakibatkan kita melakukan konformitas dalam rangka disukai/diterima oleh mereka.
𝄒 ( ' ⃟🎙️ ) . Kalau yang ini, alasannya bukan karena kita menganggap orang lain lebih benar ya… tapi karena kita ingin diterima oleh kelompok sosial. Sederhananya, kita takut dianggap berbeda sehingga muncul kebutuhan untuk bisa diterima.
ㅤㅤㅤ
𝄒 ( ' ⃟🎙️ ) . Lalu yang kedua, Pengaruh Sosial Normatif.
𝄒 ( ' ⃟🎙️ ) . Apa aja tuh karakteristiknya? Yaitu...
1. Melakukan konformitas supaya disukai dan/atau diterima oleh kelompok sosial.
2. Konformitas terhadap norma sosial.
3. Adanya pengaruh dari orang lain yang mengakibatkan kita melakukan konformitas dalam rangka disukai/diterima oleh mereka.
𝄒 ( ' ⃟🎙️ ) . Kalau yang ini, alasannya bukan karena kita menganggap orang lain lebih benar ya… tapi karena kita ingin diterima oleh kelompok sosial. Sederhananya, kita takut dianggap berbeda sehingga muncul kebutuhan untuk bisa diterima.
ㅤㅤㅤ
1🔥25💘9🆒5💯4
ㅤㅤ
𝄒 ( ' ⃟🎙️ ) . Kapan seseorang melakukan konformitas terhadap pengaruh sosial normatif?
Terjadi karena adanya 3 hal dari Social Impact Theory, yaitu:
1. Strength
Seberapa PENTING kelompok.
2. Immediacy
Seberapa DEKAT kelompok.
3. Number
Seberapa BANYAK kelompok.
𝄒 ( ' ⃟🎙️ ) . Uraian dari Social Impact Theory,
1. Ketika anggota kelompok berjumlah 3 orang atau lebih.
2. Ketika menganggap kelompoknya itu penting.
3. Ketika ada orang yang tidak beraliansi dengan kelompok kemudian dia masuk ke kelompok yang mempunyai budaya kolektivistik, yaitu adanya kebersamaan, kekolektifan, atau tindakan bersama dari sekelompok individu untuk mencapai tujuan tertentu.
ㅤㅤㅤㅤ
𝄒 ( ' ⃟🎙️ ) . Kapan seseorang melakukan konformitas terhadap pengaruh sosial normatif?
Terjadi karena adanya 3 hal dari Social Impact Theory, yaitu:
1. Strength
Seberapa PENTING kelompok.
2. Immediacy
Seberapa DEKAT kelompok.
3. Number
Seberapa BANYAK kelompok.
𝄒 ( ' ⃟🎙️ ) . Uraian dari Social Impact Theory,
1. Ketika anggota kelompok berjumlah 3 orang atau lebih.
2. Ketika menganggap kelompoknya itu penting.
3. Ketika ada orang yang tidak beraliansi dengan kelompok kemudian dia masuk ke kelompok yang mempunyai budaya kolektivistik, yaitu adanya kebersamaan, kekolektifan, atau tindakan bersama dari sekelompok individu untuk mencapai tujuan tertentu.
ㅤㅤㅤㅤ
1🔥23❤🔥12🆒11💘1
ㅤㅤㅤㅤ
𝄒 ( ' ⃟🎙️ ) . Pernah nggak kalian sebenarnya nggak setuju sama suatu candaan di tongkrongan… tapi tetap ikut ketawa supaya nggak dianggap kaku atau dijauhi?
𝄒 ( ' ⃟🎙️ ) . Atau ada circle di RP isinya 5 orang lagi ngobrol gitu ya terus buka-bukaan, ternyata 4 orang pakai Eipon Jeruk dengan penyimpanan 2000 TB, sedangkan yang 1 orang lagi cuma pakai Siomay Anggur penyimpanan cuma 500 MB, akhirnya biar nggak dimusuhin sama circle-nya, 1 orang tersebut ganti ke Eipon juga. 🤗
𝄒 ( ' ⃟🎙️ ) . Contoh lagi yang paling lumrah, membawa buah tangan atau makanan saat menjenguk orang sakit karena hal tersebut sudah menjadi kebiasaan umum.
ㅤㅤㅤ
𝄒 ( ' ⃟🎙️ ) . Pernah nggak kalian sebenarnya nggak setuju sama suatu candaan di tongkrongan… tapi tetap ikut ketawa supaya nggak dianggap kaku atau dijauhi?
𝄒 ( ' ⃟🎙️ ) . Atau ada circle di RP isinya 5 orang lagi ngobrol gitu ya terus buka-bukaan, ternyata 4 orang pakai Eipon Jeruk dengan penyimpanan 2000 TB, sedangkan yang 1 orang lagi cuma pakai Siomay Anggur penyimpanan cuma 500 MB, akhirnya biar nggak dimusuhin sama circle-nya, 1 orang tersebut ganti ke Eipon juga. 🤗
𝄒 ( ' ⃟🎙️ ) . Contoh lagi yang paling lumrah, membawa buah tangan atau makanan saat menjenguk orang sakit karena hal tersebut sudah menjadi kebiasaan umum.
ㅤㅤㅤ
❤🔥22🔥11🆒6💘1
ㅤㅤㅤ
𝄒 ( ' ⃟🎙️ ) . Bedanya ya Vill, kalau Pengaruh Sosial Informasional itu konformitas yang terjadi karena menganggap orang lain lebih tahu atau lebih benar. Sedangkan kalau Pengaruh Sosial Normatif timbul pada saat individu melakukan konformitas karena ingin diterima, disukai, atau takut dikucilkan oleh kelompok dan sudah ada aturan (norma) yang dibuat oleh kelompok tersebut.
ㅤㅤㅤ
𝄒 ( ' ⃟🎙️ ) . Bedanya ya Vill, kalau Pengaruh Sosial Informasional itu konformitas yang terjadi karena menganggap orang lain lebih tahu atau lebih benar. Sedangkan kalau Pengaruh Sosial Normatif timbul pada saat individu melakukan konformitas karena ingin diterima, disukai, atau takut dikucilkan oleh kelompok dan sudah ada aturan (norma) yang dibuat oleh kelompok tersebut.
ㅤㅤㅤ
🔥16💯8❤🔥7🆒2💘1
ㅤㅤㅤ
𝄒 ( ' ⃟🎙️ ) . Ada salah satu penelitian paling terkenal dalam psikologi sosial, yaitu eksperimen dari Solomon Asch. Eksperimen ini dibuat untuk melihat seberapa besar seseorang bisa terpengaruh oleh pendapat kelompok, bahkan ketika jawaban yang benar sebenarnya sudah sangat jelas.
𝄒 ( ' ⃟🎙️ ) . Jadi dalam eksperimen ini, beberapa orang dikumpulkan dalam satu ruangan. Tapi ternyata sebagian besar dari mereka adalah aktor atau konfederasi (stooges), yaitu orang yang sengaja bekerja sama dengan peneliti.
𝄒 ( ' ⃟🎙️ ) . Hanya ada satu orang yang benar-benar partisipan asli, dan dia nggak tahu tuh kalau yang lain itu aktor, dinamakan innocent participant.
𝄒 ( ' ⃟🎙️ ) . Mereka lalu diperlihatkan kartu berisi beberapa garis (A, B, dan C), lalu diminta menjawab: garis mana yang panjangnya sama?
𝄒 ( ' ⃟🎙️ ) . Sebenarnya tugasnya gampang banget kan ya. Jawabannya jelas dan mudah dibedakan. Tapi partisipan asli sengaja ditempatkan hampir di urutan terakhir, jadi sebelum dia menjawab, para aktor lebih dulu memberikan jawaban mereka secara keras dan bergantian.
𝄒 ( ' ⃟🎙️ ) . Nah, di beberapa sesi, semua aktor sengaja memberikan jawaban yang salah dengan kompak. Bayangin aja nih, kalian tahu jawabannya A, tapi satu ruangan sebelum kalian malah bilang jawabannya C.
𝄒 ( ' ⃟🎙️ ) . Menariknya, banyak partisipan akhirnya ikut menjawab salah walaupun sebenarnya mereka tahu jawaban yang benar. Dari total 50 partisipan, ada 37 orang yang setidaknya pernah mengikuti jawaban mayoritas yang salah.
ㅤㅤㅤㅤ
𝄒 ( ' ⃟🎙️ ) . Ada salah satu penelitian paling terkenal dalam psikologi sosial, yaitu eksperimen dari Solomon Asch. Eksperimen ini dibuat untuk melihat seberapa besar seseorang bisa terpengaruh oleh pendapat kelompok, bahkan ketika jawaban yang benar sebenarnya sudah sangat jelas.
𝄒 ( ' ⃟🎙️ ) . Jadi dalam eksperimen ini, beberapa orang dikumpulkan dalam satu ruangan. Tapi ternyata sebagian besar dari mereka adalah aktor atau konfederasi (stooges), yaitu orang yang sengaja bekerja sama dengan peneliti.
𝄒 ( ' ⃟🎙️ ) . Hanya ada satu orang yang benar-benar partisipan asli, dan dia nggak tahu tuh kalau yang lain itu aktor, dinamakan innocent participant.
𝄒 ( ' ⃟🎙️ ) . Mereka lalu diperlihatkan kartu berisi beberapa garis (A, B, dan C), lalu diminta menjawab: garis mana yang panjangnya sama?
𝄒 ( ' ⃟🎙️ ) . Sebenarnya tugasnya gampang banget kan ya. Jawabannya jelas dan mudah dibedakan. Tapi partisipan asli sengaja ditempatkan hampir di urutan terakhir, jadi sebelum dia menjawab, para aktor lebih dulu memberikan jawaban mereka secara keras dan bergantian.
𝄒 ( ' ⃟🎙️ ) . Nah, di beberapa sesi, semua aktor sengaja memberikan jawaban yang salah dengan kompak. Bayangin aja nih, kalian tahu jawabannya A, tapi satu ruangan sebelum kalian malah bilang jawabannya C.
𝄒 ( ' ⃟🎙️ ) . Menariknya, banyak partisipan akhirnya ikut menjawab salah walaupun sebenarnya mereka tahu jawaban yang benar. Dari total 50 partisipan, ada 37 orang yang setidaknya pernah mengikuti jawaban mayoritas yang salah.
ㅤㅤㅤㅤ
❤🔥14🆒11🔥7💘3
ㅤㅤㅤ
𝄒 ( ' ⃟🎙️ ) . Kenapa bisa begitu? Karena manusia punya dorongan sosial untuk menyesuaikan diri dengan kelompok. Kadang seseorang takut terlihat berbeda, takut dianggap aneh, atau mulai meragukan jawabannya sendiri hanya karena semua orang berkata sebaliknya.
𝄒 ( ' ⃟🎙️ ) . Kalian udah bisa lihat perbedaannya belum Vill? Kayak yang tadi tuuhh.. Kalau pengaruh informasional membuat kita ikut karena ingin benar, sedangkan pengaruh normatif membuat kita ikut karena ingin diterima.
ㅤㅤㅤ
𝄒 ( ' ⃟🎙️ ) . Kenapa bisa begitu? Karena manusia punya dorongan sosial untuk menyesuaikan diri dengan kelompok. Kadang seseorang takut terlihat berbeda, takut dianggap aneh, atau mulai meragukan jawabannya sendiri hanya karena semua orang berkata sebaliknya.
𝄒 ( ' ⃟🎙️ ) . Kalian udah bisa lihat perbedaannya belum Vill? Kayak yang tadi tuuhh.. Kalau pengaruh informasional membuat kita ikut karena ingin benar, sedangkan pengaruh normatif membuat kita ikut karena ingin diterima.
ㅤㅤㅤ
❤🔥20🆒12🔥11💘1
ㅤㅤㅤ
𝄒 ( ' ⃟🎙️ ) . Terus, kapan "Sedikit Orang" (Minoritas) mempengaruhi "Banyak Orang" (Mayoritas)?
𝄒 ( ' ⃟🎙️ ) . Pengaruh Minoritas (Minority Influence) adalah bentuk pengaruh sosial di mana kelompok kecil (minoritas) berhasil mengubah sikap, kepercayaan, atau perilaku kelompok besar (mayoritas). Fenomena ini seringkali menyebabkan perubahan sosial yang mendalam karena memicu konversi yaitu perubahan keyakinan pribadi yang tulus, tidak hanya berbentuk kepatuhan publik yang bersifat sementara.
𝄒 ( ' ⃟🎙️ ) . Nah menurut studi yang dikembangkan oleh psikolog Serge Moscovici, minoritas dapat mempengaruhi mayoritas terutama jika mereka percaya diri, konsisten, berdedikasi, dan fleksibel.
𝄒 ( ' ⃟🎙️ ) . Itu dia kuncinya temen-temen, konsistensi dan percaya diri.
ㅤㅤㅤ
𝄒 ( ' ⃟🎙️ ) . Terus, kapan "Sedikit Orang" (Minoritas) mempengaruhi "Banyak Orang" (Mayoritas)?
𝄒 ( ' ⃟🎙️ ) . Pengaruh Minoritas (Minority Influence) adalah bentuk pengaruh sosial di mana kelompok kecil (minoritas) berhasil mengubah sikap, kepercayaan, atau perilaku kelompok besar (mayoritas). Fenomena ini seringkali menyebabkan perubahan sosial yang mendalam karena memicu konversi yaitu perubahan keyakinan pribadi yang tulus, tidak hanya berbentuk kepatuhan publik yang bersifat sementara.
𝄒 ( ' ⃟🎙️ ) . Nah menurut studi yang dikembangkan oleh psikolog Serge Moscovici, minoritas dapat mempengaruhi mayoritas terutama jika mereka percaya diri, konsisten, berdedikasi, dan fleksibel.
𝄒 ( ' ⃟🎙️ ) . Itu dia kuncinya temen-temen, konsistensi dan percaya diri.
ㅤㅤㅤ
❤🔥19💯7🆒5🔥3💘1
ㅤㅤㅤ
𝄒 ( ' ⃟🎙️ ) . Nggak bisa dipungkiri ya Vill kalau kadang kita merasa khawatir kalau kita kelihatan berbeda sendiri, kita juga pasti pernah takut banget kepikiran dianggap aneh cuma karena kita punya cara dan pendapat yang berbeda dari mayoritas.
𝄒 ( ' ⃟🎙️ ) . Tapi, suatu siklus bisa berubah besar jika kita konsisten dengan apa yang kita lalukan atau suarakan, consistency is the key to break the cycle. Kayak beberapa Villor tadi tuh bilang kalau, "udah jadi kebiasaan", nah kebiasaan itu juga terjadi karena dilakukan berulang kali, iya nggak? Makanya buat memutus tali atau kebiasaan buruk dari konformitas mulai dari percaya diri dan lakukan secara berulang pula. 🔄
ㅤㅤㅤ
𝄒 ( ' ⃟🎙️ ) . Nggak bisa dipungkiri ya Vill kalau kadang kita merasa khawatir kalau kita kelihatan berbeda sendiri, kita juga pasti pernah takut banget kepikiran dianggap aneh cuma karena kita punya cara dan pendapat yang berbeda dari mayoritas.
𝄒 ( ' ⃟🎙️ ) . Tapi, suatu siklus bisa berubah besar jika kita konsisten dengan apa yang kita lalukan atau suarakan, consistency is the key to break the cycle. Kayak beberapa Villor tadi tuh bilang kalau, "udah jadi kebiasaan", nah kebiasaan itu juga terjadi karena dilakukan berulang kali, iya nggak? Makanya buat memutus tali atau kebiasaan buruk dari konformitas mulai dari percaya diri dan lakukan secara berulang pula. 🔄
ㅤㅤㅤ
❤🔥18🔥11💯9💘2
ㅤㅤㅤ
𝄒 ( ' ⃟🎙️ ) . Ada lagi nih Vill...
𝄒 ( ' ⃟🎙️ ) . Cialdini dan rekan-rekannya menjelaskan kalau dalam kehidupan sosial, ada norma-norma tertentu yang memengaruhi bagaimana seseorang bertindak di lingkungan sekitarnya. Dan mereka membagi norma sosial ini menjadi dua jenis yaitu Injunctive Norms dan Descriptive Norms.
ㅤㅤㅤ
𝄒 ( ' ⃟🎙️ ) . Ada lagi nih Vill...
𝄒 ( ' ⃟🎙️ ) . Cialdini dan rekan-rekannya menjelaskan kalau dalam kehidupan sosial, ada norma-norma tertentu yang memengaruhi bagaimana seseorang bertindak di lingkungan sekitarnya. Dan mereka membagi norma sosial ini menjadi dua jenis yaitu Injunctive Norms dan Descriptive Norms.
ㅤㅤㅤ
🔥11❤🔥7💘1
ㅤㅤㅤ
𝄒 ( ' ⃟🎙️ ) . Pertama, Injunctive Norms.
Ini berkaitan dengan persepsi seseorang mengenai perilaku apa yang dianggap baik, benar, atau disetujui oleh lingkungan sosial maupun budaya. Sederhananya, kita melakukan sesuatu karena kita tahu itu dianggap benar oleh masyarakat.
Contohnya seperti:
¤ Membuang sampah pada tempatnya.
¤ Menghormati orang yang lebih tua atau membantu orang lain.
Karena dari kecil kita belajar bahwa perilaku itu disetujui secara sosial. Sebaliknya, perilaku seperti mencuri, bullying, atau merusak fasilitas umum dianggap tidak disetujui oleh masyarakat.
ㅤㅤㅤ
𝄒 ( ' ⃟🎙️ ) . Pertama, Injunctive Norms.
Ini berkaitan dengan persepsi seseorang mengenai perilaku apa yang dianggap baik, benar, atau disetujui oleh lingkungan sosial maupun budaya. Sederhananya, kita melakukan sesuatu karena kita tahu itu dianggap benar oleh masyarakat.
Contohnya seperti:
¤ Membuang sampah pada tempatnya.
¤ Menghormati orang yang lebih tua atau membantu orang lain.
Karena dari kecil kita belajar bahwa perilaku itu disetujui secara sosial. Sebaliknya, perilaku seperti mencuri, bullying, atau merusak fasilitas umum dianggap tidak disetujui oleh masyarakat.
ㅤㅤㅤ
🔥14❤🔥11🆒10💘1