644 subscribers
604 photos
9 videos
11 files
915 links
Berbagi Ilmu Agama
Download Telegram
to view and join the conversation
*Kelalaian*

Berkata *Al Hasan Al Bashri* _Rahimahullah_ :

Ada suatu kaum yang mereka telalaikan dengan khayalan mereka, sehingga mereka meninggalkan dunia dalam keadaan tidak memiliki amalan kebaikan sedikitpun.
Mereka mengatakan : *Aku selalu berharap kebaikan dari Rabbku*
Sungguh dia pendusta ! seandainya dia berbaik sangka kepada Rabbnya niscaya dia akan beramal kebaikan.
Kemudian beliau membaca firman Allah ﷻ :

وَذَٰلِكُمْ ظَنُّكُمُ ٱلَّذِى ظَنَنتُم بِرَبِّكُمْ أَرْدَىٰكُمْ فَأَصْبَحْتُم مِّنَ ٱلْخَٰسِرِينَ



Dan yang demikian itu adalah prasangkamu yang telah kamu sangka kepada Tuhanmu, Dia telah membinasakan kamu, maka jadilah kamu termasuk orang-orang yang merugi. ( QS Fushilat : 23 )


Berkata *Said bin Zubair* _Rahimahullah_ :
_*Al Gharrah Billah*_ : adalah seorang selalu melakukan kemaksiatan kemudian dia selalu berharap kepada Allah agar selalu diampuni.

( Lihat Tafsir Hasan Al Bashry : 2 / 267 )

Yaa Rabby, Luthfaaka.

Abu Abdillah Imam

════◎❅❦❅◎ ════•
BERSAMA MENUJU SURGA

GROUP KAJIAN ISLAM AL MISK

Donasi Rumah Wakaf Tahfidzul Quran Al Misk
_Tahap ketiga_

*BSI 8004400012 an Wakaf Al Misk*

Cp : 0811 688 1515

Semoga Allah membalas dengan kebaikan & keberkahan
LENTERA ADAB ISLAMIYAH

Tebarkan Salam

Sebuah Ulasan menarik dari satu tulisan yang sarat akan cerminan adab seorang muslim dengan judul : Adabul Asyarah karya Syaikh Al Allamah Shalih bin Abdillah Al Úshaimy Hafidzahullah akan kami bahas satu persatu, semoga menjadi hiasan seorang muslim & Muslimah

Beliau berkata :

Adab yang pertama: Jika engkau bertemu dengan seorang muslim, maka tebarkanlah salam

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda :

حق المسلم على المسلم ست : اذا لقيته فسلم عليه ... (رواه البخاري)

“Hak muslim atas muslim lainnya ada 6 : Jika engkau berjumpa dengannya, maka ucapkanlah salam kepadanya...”
[H.R. Bukhari]

Tidak kita pungkiri, diantara keutamaan menebarkan salam adalah menumbuhkan rasa kasih sayang diantara sesama.

Dari Abu Hurairah Radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah ﷺ bersabda :
Kalian tidak akan masuk surga hingga kalian beriman, dan kalian tidak beriman hingga kalian saling mencintai. Tidakkah kalian mau kalau aku tunjukkan kepada sesuatu yang jika kalian melakukannya tentu kalian akan saling mencintai? Yaitu, sebarkanlah salam diantara kalian!
[H.R. Muslim]

Kemudian, dengan menebarkan salam, kita akan dijanjikan keselamatan dunia dan akhirat.
Sebagaimana Rasulullah ﷺ bersabda :

افشوا السلام تسلموا (رواه البخاري)

“Sebarkanlah salam, niscaya kalian akan selamat” [H.R. Bukhari didalam Adab Mufrad dan dihasankan oleh Syaikh Al Albany ]

Selain itu, menebarkan salam termasuk dalam amalan terbaik dalam islam

Dari Abdullah bin ‘Amr Al-‘Ash radhiyallahu ‘anhuma, bahwasanya ada seorang lelaki bertanya kepada Rasulullah ﷺ : “Amalan apakah yang terbaik dalam islam? Beliau ﷺ menjawab: “Yaitu engkau memberi makan dan mengucapkan salam kepada orang yang engkau kenal dan orang yang belum engkau kenal
[Muttafaq ‘alaih]


Semoga Allah memberikan kita taufiq untuk senantiasa dimudahkan didalam menebarkan salam, dan semoga hal tersebut menjadi washilah yang memudahkan kita menuju surga-Nya Allah ﷻ

*Team Fawaid Al Misk*

_Murajaah_ :
*Ustadz Abu Abdillah Imam*

════◎❅❦❅◎ ════•
BERSAMA MENUJU SURGA

JOIN GROUP KAJIAN ISLAM AL MISK
*WA : 0853 3810 7669*

Donasi Rumah Wakaf Tahfidzul Quran Al Misk
_Tahap ketiga_

*BSI 8004400012 an Wakaf Al Misk*

Cp : 0811 688 1515 / 0858 3667 7889

Semoga Allah membalas dengan kebaikan & keberkahan
Tebarkan Salam
Bagian 2

Tata Cara Salam

Disunnahkan bagi seseorang untuk memulai memberi salam itu dengan mengucapkan :

السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

Jika yang diberi salam adalah seorang diri, apakah kita menggunakan lafadz السلام عليكم atau cukup dengan السلام عليك (dengan lafadz mufrad) ?

Maka jawabannya, dianjurkan bagi seseorang untuk menggunakan lafadz السلام عليكم walaupun yang diberi salam hanya seorang diri.

Selain itu, semakin sempurna seseorang didalam mengucapkan *Lafadz* salam, maka akan semakin sempurna pula pahala yang akan didapatkannya. Begitu juga bagi yang menjawab salam.

Sebagaimana telah disebutkan oleh sahabat Imran bin Al-Hushain Radhiyallahu anhu, dia berkata :

"Ada seorang lelaki datang kepada ﷺ , lalu ia mengucapkan :

السلام عليكم

kemudian beliau ﷺ membalas salam itu, dan orang tadi duduk, lalu beliau bersabda : "Sepuluh" (Maksud beliau pahalanya dilipatgandakan jadi 10 kali)

Selanjutnya datang pula orang lain, lalu ia mengucapkan :

السلام عليكم ورحمة الله

Kemudian beliau ﷺ membalas salam itu, dan orang tadi duduk, lalu beliau bersabda lagi : "Dua puluh"

Selanjutnya, ada lagi orang lain yang datang, lalu mengucapkan :

السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

Kemudian, beliau ﷺ membalas salam itu, lalu orang tersebut duduk dan beliau bersabda : "tiga puluh"

(HR Abu Dawud dengan sanad yang sahih )

Hukum menjawab salam
Menjawab salam ini hukumnya fardhu 'ain secara ijma', sebagaimana yang telah dinukilkan dari Ibnu Abdil Barr rahimahullah dan selain beliau dari kalangan ulama.

Seandainya orang yang memberi salam itu mengkhususkan salamnya hanya bagi satu orang saja, maka yang diberi salam itu fardhu ain bagi dirinya untuk menjawab salam tersebut.

Namun jika salam yang diberikan ditujukan kepada orang yang banyak, maka menjawab salam tersebut hukumnya _fardhu kifayah_ atas mereka. Karena jika ada satu orang saja yang menjawab salamnya, maka telah gugur kewajiban bagi yang lainnya.

Wallahu a'lam Bis Showab
_Bersambung..._

*Team Fawaid Al Misk*

_Murajaah_ :
*Ustadz Abu Abdillah Imam*

════◎❅❦❅◎ ════•
BERSAMA MENUJU SURGA

JOIN GROUP KAJIAN ISLAM AL MISK
*WA : 0853 3810 7669*

Donasi Rumah Wakaf Tahfidzul Quran Al Misk
_Tahap ketiga_

*BSI 8004400012 an Wakaf Al Misk*

Cp : 0811 688 1515 / 0858 3667 7889

Semoga Allah membalas dengan kebaikan & keberkahan
Tebarkan Salam
Bagian

Bolehkah mulai mengucapkan salam kepada orang kafir?

Hukumnya tidak boleh. Dengan dalil Hadist dari Abu Hurairah radhiyallahu anhu, Rasulullah ﷺ bersabda :

"Janganlah memulai ucapan salam kepada orang Yahudi, dan jangan pula kepada orang Nasrani”
[H.R. Muslim]

Hadist ini menunjukkan tidak bolehnya seorang muslim untuk memulai memberi salam kepada orang kafir.

Lalu bagaimana jika mereka yang lebih dahulu memberi salam?

Seandainya mereka lebih dahulu mengucapkan salam, Maka kita cukupkan hanya dengan menjawab :

"و عليكم"

Sebagaimana datang penjelasannya dalam hadist Anas bin Malik radhiyallahu anhu, Rasulullah ﷺ bersabda:

Jika ada golongan ahli kitab (Yahudi atau Nasrani memberi salam kepada kalian, maka ucapkanlah "وعليكم "
[Muttafaq alaih]

Wallahu a'lam bis Shiwab
Barakallahu Fikum

*Team Fawaid Al Misk*

_Murajaah_ :
*Ustadz Abu Abdillah Imam*

════◎❅❦❅◎ ════•
BERSAMA MENUJU SURGA

JOIN GROUP KAJIAN ISLAM AL MISK
*WA : 0853 3810 7669*

Donasi Rumah Wakaf Tahfidzul Quran Al Misk
_Tahap ketiga_

*BSI 8004400012 an Wakaf Al Misk*

Cp : 0811 688 1515 / 0858 3667 7889

Semoga Allah membalas dengan kebaikan & keberkahan
Silsilah Aqidah
Bagian 1

Al KAUF

Al Khauf (Takut) di dalam bahasa arab dimaknakan dengan Adz-Dza’ru yaitu sebuah tidakan atau reaksi dari muncul kekhawatiran akan terjadinya sesuatu yang membinasakan, membahayakan atau menyakitkan.

Allah subhanahu wata’ala telah melarang kita untuk takut kepada syaithan dan wali-walinya dan memerintahkan untuk takut hanya kepada-Nya saja.

Sebagaimana yang telah Allah firmankan di dalam Al-Quranul Karim :

فلا تخافوهم وخافون ان كنتم مؤمنين

“ Maka janganlah kalian takut kepada mereka (berhala yang disembah selain Allah) dan takutlah kepada-Ku jika kalian orang-orang yang beriman” [Q.S. Ali Imran : 175]

Dari ayat ini, dapat disimpulkan bahwasanya khauf (takut) termasuk dari ibadah.
Ini semua, Karena Allah telah memerintahkan untuk takut hanya kepada-Nya. Dan apa yang Allah ﷻ perintahkan adalah ibadah. Dan dikarenakan khauf adalah ibadah, maka tidak boleh diberikan kepada selain Allah.

AL Khauf ( Takut ) dibagi oleh Ulama menjadi 4 bagian :
1. Khauf Ibadah : Yaitu ketakutan yang dibangun diatas Ta’dzim dan kerendahan diri kepada Allah ﷻ sehingga semua yang dilakukan dari segala bentukibadah hanya diberikan kepada Allah ﷻ.

2. Khauf Syirik : yaitu dengan memberikan rasa takutnya kepada selain Allah ﷻ . dalam keadaan tidak ada yang mampu memberikan keamanan dan yang bis amenghindarkan dari petakan kecuali hanya Allah ﷻ.

3. Khauf Maksiat : yaitu rasa takut yang menjadikannya meninggalkan ketaatan kepada Allah atau menjatuhkannya kepada kemaksiatan.

4. Khauf Tabiat : artinya seorang takut dengan rasa takut yang bersifat manusiawi. Takut kepada sesuatu yang berbahaya seperti takut kepada Ular atau perampok dan yang semisalnya. Ketakutan yang demikian adalah diperbolehkan selama tidak menjatuhkannya kedalam jenis takut Maksiat.


*Barakallahu Fikum*
Bersambung...

*Team Fawaid Al Misk*

_Murajaah_ :
*Ustadz Abu Abdillah Imam*

════◎❅❦❅◎ ════•
BERSAMA MENUJU SURGA

JOIN GROUP KAJIAN ISLAM AL MISK
*WA : 0853 3810 7669*

Donasi Rumah Wakaf Tahfidzul Quran Al Misk
_Tahap ketiga_

*BSI 8004400012 an Wakaf Al Misk*

Cp : 0811 688 1515 / 0858 3667 7889

Semoga Allah membalas dengan kebaikan & keberkahan
*من أعظم الأمور*
*(Perkara Yang Sangat Agung)*


Agama islam adalah agama yang mencakup segala aspek kehidupan. Dan segala sesuatu telah dijelaskan dengan detail dalam perkara ibadah maupun muamalah, semua dibahas dari perkara yang besar sampai hal yang kecil sekalipun.

Sebagaimana Allah ﷻ berfirman :

...اَلْيَوْمَ اَكْمَلْتُ لَكُمْ دِيْنَكُمْ وَاَتْمَمْتُ عَلَيْكُمْ نِعْمَتِيْ وَرَضِيْتُ لَكُمُ الْاِسْلَامَ دِيْنًاۗ...

"_Pada hari ini telah Aku sempurnakan agamamu untukmu, dan telah Aku cukupkan nikmat-Ku bagimu, dan telah Aku ridai Islam sebagai agamamu." (Q.S Al Maidah : 3)_

Dan tidaklah Rasulullah ﷺ diwafat oleh Allah ﷻ, kecuali telah sampai dengan sempurna segala syari’at agama ini. Namun perkara yang paling agung, yang sering dilupakan oleh seorang insan adalah sejauh apa pengenalannya terhadap Rabbnya. Sedangkan Allah ﷻ berfirman :

وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالْاِنْسَ اِلَّا لِيَعْبُدُوْنِ

_“Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan agar mereka beribadah kepada-Ku.”_ ( Q.S Adz-Dzariyat : 56)

'Irbadh bin Sariyah berkata; Rasulullah ﷺ memberi kami satu nasehat yang membuat air mata mengalir dan hati menjadi gemetar. Maka kami berkata kepada beliau; "Ya Rasulullah, sesungguhnya ini merupakan nasihat perpisahan, lalu apa yang engkau wasiatkan kepada kami?" Rasulullah ﷺ bersabda :

قَدْ تَرَكْتُكُمْ عَلَى الْبَيْضَاءِ لَيْلُهَا كَنَهَارِهَا لَا يَزِيغُ عَنْهَا بَعْدِي إِلَّا هَالِك...

_" Aku telah tinggalkan untuk kalian petunjuk yang terang, malamnya seperti siang. Tidak ada yang berpaling darinya setelahku melainkan ia akan binasa...”_

*Bagaimana seseorang bisa beribadah dalam keadaan buta terhadap Dzat yang ia ibadahi?*

_Kebanyakan kaum muslimin tidak mengenal Rabbnya dengan sebenar-benar pengenalan. Bahkan yang lebih memprihatinkan lagi, sebagian dari kaum muslimin hanya mengetahui sebatas nama sang pencipta._
_Dan banyak dari mereka mengaku mencintai Sang Pencipta. *Maka bagaimana seseorang bisa mengaku mencintai sesuatu dalam keadaan ia tidak mengenal sesuatu tersebut?* Nasalullahal ‘Afiyata Wassalamah_

Ibnul Qayyim _rahimahullah_ berkata :

((من عرف الله وأسمائه وصفاته وأفعاله أحبه لا محاله))

“ Barangsiapa yang mengenal Allah dengan nama-namaNya, sifat-sifatNya, dan perbuatan-perbuatanNya, maka pasti ia akan mencintai Allah tidak ada pilihan lain.” ( Al Jawabul Kafi )

Disinilah butuhnya seseorang terhadap ilmu, terlebih pengetahuan tentang Allah ﷻ dari nama-namaNya, sifat-sifatNya, dan perbuatan-perbuatanNya tentunya yang bersumber dari Al qur’an dan Sunnah diatas pemahaman salafush sholih.

Dikatakan oleh Syaikh Muhammad bin Sholih Al ‘Utsaimin rahimahullah didalam kitab (( فتح رب البرية بتلخيص الحموية )) :

_“ Dan cahaya yang paling agung, yang sempurna adalah cahaya yang muncul dari hati seorang hamba karena pengenalannya terhadap Allah dari nama-nama-Nya, sifat-sifat-Nya, dan perbuatan-perbuatan-Nya.”_

Semoga Allah ﷻ menjadikan kita termasuk dari orang-orang yang mengenal Rabbnya dengan sebaik-baik pengenalan, sehingga kita meraih kelezatan dan kenikmata tertinggi dalam beribadah kepadaNya.

_Wallahu A’lam_


*Team Fawaid Al Misk*

_Murajaah_ :
*Ustadz Abu Abdillah Imam*

════◎❅❦❅◎ ════•
BERSAMA MENUJU SURGA

JOIN GROUP KAJIAN ISLAM AL MISK
*WA : 0853 3810 7669*

Donasi Rumah Wakaf Tahfidzul Quran Al Misk
_Tahap ketiga_

*BSI 8004400012 an Wakaf Al Misk*

Cp : 0811 688 1515 / 0858 3667 7889

Semoga Allah membalas dengan kebaikan & keberkahan
PENGGUGUR DOSA

Setiap manusia itu pasti tidak terluputkan dari yang namanya Dosa. Apakah itu dosa kecil maupun besar. Oleh karena itu, sudah menjadi kewajiban bagi setiap muslim dan muslimah untuk mencari cara agar dosa-dosa itu bisa hilang (gugur) dari dirinya.

Dan bagaimana caranya? Yaitu dengan bertaubat kepada Allah ﷻ.

Syaikh Shalih al-Utsaimin telah mendefinisikan taubat dengan: “kembalinya seseorang kepada Allah ﷻ dengan menegakkan ketaatan, menjauhi kemaksiatan.” Dan taubat ini tidaklah diizinkan kecuali hanya kepada Allah ﷻ semata.

Dalilnya adalah firman Allah ﷻ:

وَاَنِيْبُوْٓا اِلٰى رَبِّكُمْ وَاَسْلِمُوْا لَهٗ مِنْ قَبْلِ اَنْ يَّأْتِيَكُمُ الْعَذَابُ ثُمَّ لَا تُنْصَرُوْنَ

“Dan kembalilah kamu kepada Tuhanmu, dan berserah dirilah kepada-Nya sebelum datang azab kepadamu, kemudian kamu tidak dapat ditolong.” (Az-Zumar: 54)

Disini Allah ﷻ memerintahkan kita untuk kembali atau bertaubat kepada Allah, ini menunjukkan taubat adalah bentuk ibadah kepada Allah, maka dari itu tidak boleh kita palingkan kepada selain-Nya.

Para ulama mengatakan: “Wajib bagi setiap muslim dan muslimah untuk bertaubat kepada Allah ﷻ dari segala macam dosa yang ia lakukan. Apakah dosa itu berkaitan dengan haq Allah atau berkaitan dengan haq mahluk.

Jika berkaitan dengan haq Allah maka harus terpenuhi 3 syarat:
Pertama: Menyesali apa-apa yang telah dilakukan dari kemaksiatan yang ada.
Kedua: Berjanji untuk tidak akan kembali melakukan kemaksiatan tersebut.
Ketiga: Berusaha untuk tidak mengulangi kemaksiatan tersebut untuk selama-lamanya.

Jika dosa itu berkaitan dengan haq makhluk maka ditambah satu syarat lagi: yaitu ia meminta untuk dihalalkan.

Dan seandainya salah satu dari syarat-syarat diatas diatas itu tidak terpenuhi maka taubatnya tidaklah sah.

Dan Allah sangat suka kepada hamba-Nya yang bertaubat, sebagaimana Rasulullah ﷺ bersabda:

اللَّهُ أَفْرَحُ بِتَوْبَةِ عَبْدِهِ مِنْ أَحَدِكُمْ سَقَطَ عَلَى بَعِيرِهِ ، وَقَدْ أَضَلَّهُ فِى أَرْضِ فَلاَةٍ


“Sesungguhnya Allah itu begitu bergembira dengan taubat hamba-Nya melebihi kegembiraan seseorang di antara kalian yang menemukan kembali untanya yang telah hilang di suatu tanah yang luas.” (HR. Bukhari dan Muslim).

Maka dari itu sudah sepatutnya bagi kita untuk bertaubat kepada Allah ﷻ, menjauhi kemaksiatan-kemaksiatan, menjalankan perintah-perintah Allah ﷻ serta istiqamah di atas ketaatan kepada Allah ﷻ.

wallahu a’lam

Team Fawaid Al Misk

Murajaah :
*Ustadz Abu Abdillah Imam*

════◎❅❦❅◎ ════•
BERSAMA MENUJU SURGA

JOIN GROUP KAJIAN ISLAM AL MISK
*WA : 0853 3810 7669*

Donasi Rumah Wakaf Tahfidzul Quran Al Misk
_Tahap ketiga_

*BSI 8004400012 an Wakaf Al Misk*

Cp : 0811 688 1515 / 0858 3667 7889

Semoga Allah membalas dengan kebaikan & keberkahan
*KEMBALI KE JALAN YANG BENAR*


Perselisihan adalah sebuah tabiat manusia. Namun perselisihan tersebut harus ditahan dan diberhentikan agar tidak muncul perpecahan diantara kaum muslimin setelahnya, karena Allah ﷻ telah berfirman:

وَلَا تَكُوْنُوْا كَالَّذِيْنَ تَفَرَّقُوْا وَاخْتَلَفُوْا مِنْۢ بَعْدِ مَا جَاۤءَهُمُ الْبَيِّنٰتُ ۗ وَاُولٰۤىِٕكَ لَهُمْ عَذَابٌ عَظِيْمٌ ۙ

_“Dan janganlah kamu menjadi seperti orang-orang yang bercerai berai dan berselisih setelah sampai kepada mereka keterangan yang jelas. Dan Mereka itulah orang-orang yang mendapat azab yang berat.”_ (Ali Imran: 105)

_Perselisihan, ketika ia terjadi pada suatu ummat, maka ia akan memecah-belahkannya. Sehingga ummat tersebut tidak lagi saling tolong-menolong di dalam kebaikan. Bahkan yang terjadi adalah permusuhan antara sebagian mereka dengan sebagian lainnya._

*Lantas bagaimana cara mengatasinya?*

Allah ﷻ telah memberikan solusi terbaik kepada hamba-hamba-Nya untuk menghindari perpecahan tersebut. Allah ﷻ berfirman:

...فَاِنْ تَنَازَعْتُمْ فِيْ شَيْءٍ فَرُدُّوْهُ اِلَى اللّٰهِ وَالرَّسُوْلِ

_“Kemudian, jika kamu berbeda pendapat tentang sesuatu, maka kembalikanlah kepada Allah (Al-Qur'an) dan Rasul (sunnahnya).”_ (An-Nisa: 95)

Dan juga di dalam sebuah hadist yang shahih Rasulullah ﷺ bersabda :

ترَكْتُ فِيْكُمْ أَمْرَيْنِ لَنْ تَضِلُّوا مَا تَمَسَّكْتُمْ بِهِمَا كِتَابَ اللهِ وَسُنَّةَ نَبِيِّهِ

“Aku telah meninggalkan pada kamu sekalian dua perkara, selama-lamanya tidak akan tersesat jika kamu sekalian senantiasa berpegang kepada keduanya; Kitabullah dan Sunnah Nabi-Nya.”

Artinya, Allah ﷻ mewajibkan kepada umat islam ini untuk menutup persellisihan yang terjadi dan *kembali kepada Al-Quran dan Sunnah*. Umat Islam harus bersatu diatas tauhid yang benar, karena itulah jalan yang selamat.

_wallahu a’lam_

*Team Fawaid Al Misk*

_Murajaah_ :
*Ustadz Abu Abdillah Imam*

════◎❅❦❅◎ ════•
BERSAMA MENUJU SURGA

JOIN GROUP KAJIAN ISLAM AL MISK
*WA : 0853 3810 7669*

Donasi Rumah Wakaf Tahfidzul Quran Al Misk
_Tahap ketiga_

*BSI 8004400012 an Wakaf Al Misk*

Cp : 0811 688 1515 / 0858 3667 7889

Semoga Allah membalas dengan kebaikan & keberkahan
*HANYA ALLAH ﷻ*


Telah jelas bahwasannya keimanan tidaklah sama dan setara. Ada masanya iman akan naik dan turun, iman juga ada yang besar dan ada yang kecil. Yang mana keimanan yang paling besar itu merupakan salah satu kewajiban tauhid. Dan tidak semua orang mampu menjalankan keimanan yang paling besar tersebut.

Apa itu?
*Yaitu seorang hamba ber-Tawakkal hanya kepada Allah ﷻ.*

Allah ﷻ berfirman:

وَعَلَى اللّٰهِ فَتَوَكَّلُوْٓا اِنْ كُنْتُمْ مُّؤْمِنِيْنَ

_”Dan bertawakallah kamu hanya kepada Allah, jika kamu orang-orang beriman.”_ (QS. Al-Maidah:23)


Syaikh Abdurrahman Nashir As-Sa’di mendefinisikan Tawakkal di dalam kitab beliau (قول السديد في مقاصد التوحيد) dengan:

_“Seorang hamba meyakini semua perkara ada di tangan Allah ﷻ. Dan apa yang Allah ﷻ kehendaki akan terjadi, dan apa yang tidak Allah ﷻ kehendaki tidak akan terjadi. Allah ﷻ adalah dzat yang memberikan manfaat dan menolak bahaya. Yang memberi rezeki dan yang menahan rezeki. Dan tidak ada daya dan upaya kecuali dengan izin Allah ﷻ”_

Dan Allah ﷻ telah berfirman:

وَمَا تَشَاۤءُوْنَ اِلَّآ اَنْ يَّشَاۤءَ اللّٰهُ رَبُّ الْعٰلَمِيْنَ ࣖ

_”Dan kamu tidak dapat menghendaki (menempuh jalan itu) kecuali apabila dikehendaki Allah, Tuhan seluruh alam.”_ (QS: At-Takwir:29)


Karena terkadang seseorang tidak mengetahui bahwa yang ia inginkan bisa saja buruk baginya dan bisa jadi yang tidak ia inginkan adalah sesuatu yang baik baginya. Sebagaimana firman Allah ﷻ:

وَعَسٰٓى اَنْ تَكْرَهُوْا شَيْـًٔا وَّهُوَ خَيْرٌ لَّكُمْ ۚ وَعَسٰٓى اَنْ تُحِبُّوْا شَيْـًٔا وَّهُوَ شَرٌّ لَّكُمْ ۗ وَاللّٰهُ يَعْلَمُ وَاَنْتُمْ لَا تَعْلَمُوْنَ ࣖ

_“Dan boleh jadi kamu tidak menyenangi sesuatu, padahal itu baik bagimu, dan boleh jadi kamu menyukai sesuatu, padahal itu tidak baik bagimu. Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui.”_

Maka tatkala dia mengetahui dan meyakini dengan hatinya terhadap Allah ﷻ. Dia akan menyandarkan kepada Allah ﷻ di dalam mendapatkan maslahat bagi agamanya atau dunianya, dan di dalam menghalangi bahaya bagi dirinya.

Dan dengan Tawakkal nya kepada Allah ﷻ, seseorang itu benar-benar percaya kepada Allah ﷻ di dalam meraih cita-citanya. _Bersamaan seorang itu tetap berusaha semaksimal mungkin di dalam meraih cita-citanya._

Sebagaimana yang telah diriwayatkan oleh al-imam Bukhari, atsar dari Ibnu Abbas tentang apa yang dikatakan oleh Nabi Ibrahim ketika hendak di lemparkan kedalam api:
( حَسْبُنَا اللَّهُ وَنِعْمَ الْوَكِيلُ )


_*Oleh karena itu, ketika seorang hamba mengetahui, lalu dia meyakini sandaran dan kepercayaan yang kuat hanyalah kepada Allah, maka hakikatnya ia adalah orang yang ber-Tawakkal kepada Allah. Dan akan cukup segala sesuatu bagi dirinya.*_

sebagaimana firman Allah:

وَمَنْ يَّتَوَكَّلْ عَلَى اللّٰهِ فَهُوَ حَسْبُهٗ

_“Dan barangsiapa bertawakal kepada Allah, niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)nya.”_ (QS. At-Talaq: 3)

Dan bergembiralah orang tersebut dengan jaminan Allah, pencukupan Allah dan janji bagi orang-orang yang ber-Tawakkal. Hanya Allah tempat meminta, hanya Allah tempat berlindung dan hanya Allah lah tempat kembali.


_Wallahu a’lam_

*Thalibat Madrasah Al Misk*

_Murajaah_ :
*Ustadz Abu Abdillah Imam*

════◎❅❦❅◎ ════•
BERSAMA MENUJU SURGA

JOIN GROUP KAJIAN ISLAM AL MISK
*WA : 0853 3810 7669*

Donasi Rumah Wakaf Tahfidzul Quran Al Misk
_Tahap ketiga_

*BSI 8004400012 an Wakaf Al Misk*

Cp : 0811 688 1515 / 0858 3667 7889

Semoga Allah membalas dengan kebaikan & keberkahan
*KESEMPURNAAN NAMA*


Nama-nama Allah ﷻ adalah nama yang sangat sempurna. Dikarenakan nama-nama tersebut bukan sekedar nama yang kosong (tanpa makna). Akan tetapi didalam nama-nama tersebut terkandung makna-makna yang penuh dengan kesempurnaan dan kemuliaan. Sebagaimana Allah ﷻ telah berfirman,


وَلِلّٰهِ الْاَسْمَاۤءُ الْحُسْنٰى فَادْعُوْهُ بِهَاۖ وَذَرُوا الَّذِيْنَ يُلْحِدُوْنَ فِيْٓ اَسْمَاۤىِٕهٖۗ سَيُجْزَوْنَ مَا كَانُوْا يَعْمَلُوْنَ ۖ

_”Dan Allah memiliki Asma'ul-husna (nama-nama yang terbaik), maka bermohonlah kepada-Nya dengan menyebutnya Asma'ul-husna itu dan tinggalkanlah orang-orang yang menyalahartikan nama-nama-Nya. Mereka kelak akan mendapat balasan terhadap apa yang telah mereka kerjakan.”_ (Q.S Al A’raf : 180)



Tentunya bukanlah suatu nama yang baik jika nama tersebut tidak memiliki kandungan makna. Oleh karena itu disamping Allah ﷻ menyebutkan nama-namNya didalam Al qur’an, Allah ﷻ juga mengkhabarkan makna-makna yang terkandung dari nama-nama tersebut.



Seperta nama Allah ﷻ "الغفور" yang artinya Maha Pengampun, yangmana nama ini telah banyak disebutkan dalam Al qur’an. Dan nama ini memberikan makna Allah memiliki ampunan yaitu "المغفرة". Sebagaimana firman Allah ﷻ,


...اِنَّ رَبَّكَ وَاسِعُ الْمَغْفِرَةِۗ...

_”...Sungguh, Tuhanmu Mahaluas ampunan-Nya...”_


*Begitu juga selainnya dari nama-nama Allah ﷻ terkandung didalamnya sifat-sifat yang Allah miliki. Dan tentunya sifaف yang terkandung dalam nama-nama tersebut sesuai dengan keagungan Allah ﷻ. Yangmana didalamnya kita tidak boleh mentamtsil (memisalkan dengan makhluk), mentakyif (membagaimanakan), mentahrif (memalingkan kepada makna yang bathil), apalgi menta’thil (menolak makna yang haq).



Maka sebagai seorang yang beriman kepada Allah ﷻ kita wajib mengimani semua nama-nama Allah ﷻ yang telah ditetapkan didalam Al qur’an dan As sunnah dan mengimani setiap sifat yang terkandung didalam setiap nama-nama tersebut. Karena perkara ini termasuk rukun iman yang pertama, yaitu beriman kepada Allah ﷻ.



_Wallahu A’lam_

*Team Fawaid Al Misk*

_Murajaah_ :
*Ustadz Abu Abdillah Imam*

════◎❅❦❅◎ ════•
BERSAMA MENUJU SURGA

JOIN GROUP KAJIAN ISLAM AL MISK
*WA : 0853 3810 7669*

Donasi Rumah Wakaf Tahfidzul Quran Al Misk
_Tahap ketiga_

*BSI 8004400012 an Wakaf Al Misk*

Cp : 0811 688 1515 / 0858 3667 7889

Semoga Allah membalas dengan kebaikan & keberkahan